Tren Dediphobia Viral, Anak Raffi Ahmad Ikut Tantangan: Dedi Mulyadi Tanggapi Keinginan Rafathar

Fenomena viral terbaru di media sosial, yakni tren dediphobia, kini tengah ramai diperbincangkan publik. Tren ini muncul setelah sejumlah anak, termasuk Rafatharputra dari pasangan artis ternama Raffi Ahmad dan Nagita Slavinaikut serta dalam tant

Elara | MataMata.com
Jum'at, 16 Mei 2025 | 19:32 WIB
(Foto: ist)

(Foto: ist)

Matamata.com - Fenomena viral terbaru di media sosial, yakni tren ‘dediphobia’, kini tengah ramai diperbincangkan publik. Tren ini muncul setelah sejumlah anak, termasuk Rafathar—putra dari pasangan artis ternama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina—ikut serta dalam tantangan yang menyita perhatian warganet.

Dalam tren ini, anak-anak ditantang untuk berbicara secara langsung kepada Dedi Mulyadi, seorang tokoh politik dan mantan Bupati Purwakarta yang kerap dikenal dengan karakter tegasnya, terutama ketika menertibkan perilaku warga yang kurang disiplin.

Salah satu video yang menarik perhatian datang dari keluarga Raffi Ahmad. Video tersebut memperlihatkan momen ketika Rafathar mengaku bahwa ibunya, Nagita Slavina, terlalu sering bermain ponsel.

Dalam video, Rafathar dengan polos meminta Dedi Mulyadi untuk ‘mengambil’ Nagita dan membawanya ke barak militer. “Pak Dedi, tolongin aku dong. Mama aku main HP mulu. Bawa ke barak tentara. Nanti aku titip di situ,” ujar Rafathar dengan ekspresi serius di depan kamera.

Tren ‘dediphobia’ sendiri merupakan istilah viral yang merujuk pada ketakutan atau kecanggungan anak-anak ketika berinteraksi dengan figur tegas seperti Dedi Mulyadi. Istilah ini awalnya muncul dari sejumlah konten yang menampilkan anak-anak bicara langsung dengan Dedi Mulyadi—baik secara langsung maupun melalui video.

Ekspresi gugup dan canggung anak-anak ketika berhadapan dengan Dedi menjadi daya tarik tersendiri hingga akhirnya berkembang menjadi tren dan meme di media sosial.

Dedi Mulyadi pun tidak tinggal diam melihat tren ini semakin ramai. Menanggapi video Rafathar dan tren yang berkembang, Dedi memberikan respons yang santai sekaligus bijak.

Ia justru memaknai fenomena ini sebagai bentuk komunikasi yang natural di zaman digital. Dedi menyebut, “Karena lagi viral dediphobia, saya lihat ini sebagai kreativitas anak-anak. Kalau anak-anak takut, ya nggak apa-apa. Itu proses sosial,” ujar Dedi Mulyadi.

Mantan Bupati Purwakarta ini juga memberi tanggapan khusus soal permintaan Rafathar kepada dirinya. Ia menilai bahwa keberadaan gadget memang menjadi tantangan tersendiri dalam kehidupan keluarga masa kini.

Dedi juga menyebutkan, setiap keluarga bisa menjadikan fenomena ini sebagai bahan evaluasi, termasuk untuk dirinya sendiri sebagai seorang ayah.

Baca Juga: Syahrini Kembali Mencuri Perhatian, Tampil Memesona di Karpet Merah Cannes 2025

"Rafathar takut mamanya main HP, saya juga sering diingatkan anak saya supaya jangan sering main HP. Ini sebenarnya mengingatkan kita semua bahwa waktu bersama keluarga sangat berharga," ungkap Dedi.

Dedi Mulyadi (Instagram/@dedimulyadi71)
Dedi Mulyadi (Instagram/@dedimulyadi71)

 

Menurut Dedi, yang terpenting dalam menyikapi tren seperti ini adalah adanya kesadaran dari orang tua untuk memberikan waktu berkualitas pada anak-anak mereka.

Dedi berharap, kemunculan ‘dediphobia’ bisa menjadi momentum untuk mempererat hubungan keluarga, bukan justru menimbulkan jarak. Ia menyampaikan, “Saya pikir dengan begini, kita semua diingatkan sama anak-anak, bahwa komunikasi di keluarga itu penting dan harus dijaga.”

Tak berhenti di situ, tren ‘dediphobia’ semakin luas mencuri perhatian masyarakat, dengan banyaknya orang tua dan anak yang turut membuat konten serupa. Di media sosial, banyak warganet menanggapi fenomena ini dengan ragam komentar, mulai dari lucu hingga reflektif.

Beberapa mengaku relate, ada juga yang mengingatkan agar fenomena ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi bisa dimaknai sebagai pengingat pentingnya kedekatan keluarga di tengah derasnya arus digitalisasi.

Dengan demikian, tren ‘dediphobia’ yang viral kali ini menjadi cerminan gaya hidup keluarga masa kini sekaligus memperlihatkan pentingnya menjaga komunikasi harmonis satu sama lain. Respons bijak Dedi Mulyadi atas fenomena tersebut juga menjadi teladan dalam menghadapi perubahan sosial di era media sosial.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK resmi menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim terkait kasus dugaan korupsi pengurusan...

news | 09:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto panggil BPKP dan PPATK setelah mencium indikasi penyelewengan oleh pimpinan di Badan Gizi Nasi...

news | 08:26 WIB

Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer menghadapi sidang vonis kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 dan gratifikasi di PN ...

news | 07:15 WIB

Anggota DPR RI Yan Mandenas meminta Kepala BGN baru Nanik S. Deyang fokus benahi distribusi dan kualitas program Makan B...

news | 06:00 WIB

KPK menyita 33 kendaraan hingga uang asing dalam OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah terkait suap KI...

news | 19:47 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) siap serap 3 juta tenaga kerja dan menjadi motor...

news | 19:42 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan keras kepada 1.773 ASN Komcad di Lanud Halim. Menhan ingatkan ancaman '...

news | 14:56 WIB

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan Komisi II siap membahas revisi UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Dasco ingatkan...

news | 13:49 WIB

KPK menggelar OTT di Imigrasi Jakarta Barat dan menangkap belasan orang, termasuk Kakanim Ronald Arman Abdullah. Tim KPK...

news | 12:28 WIB

Polda Aceh mengeluarkan imbauan keras menjelang Piala Dunia 2026. Kapolda Aceh menegaskan larangan judi bola, konvoi di ...

news | 11:08 WIB