Koin dengan Maximum Supply vs Unlimited Supply, Mana yang Lebih Baik? Ini Jawabannya!

Mari kita bedah berbagai kelebihan dan kekurangan koin atau token yang memiliki supply terbatas dan yang memiliki supply tanpa batas!

Yohanes Endra | MataMata.com
Senin, 09 Desember 2024 | 11:24 WIB
Ilustrasi Bitcoin. [diskominfo.badungkab.go.id]

Ilustrasi Bitcoin. [diskominfo.badungkab.go.id]

Matamata.com - Dalam cryptocurrency salah satu topik yang sering diperdebatkan adalah apakah koin dengan maximum supply (pasokan maksimal) lebih baik daripada koin dengan unlimited supply (pasokan tak terbatas). Perdebatan ini semakin relevan di tengah meningkatnya minat terhadap mata uang kripto.

Apalagi banyak pihak akan memprediksi altcoin akan segera tiba dimana salah satu tandanya adalah harga Ethereum ke rupiah mengalami kenaikan. Tentu Anda ingin membeli koin atau token kripto yang berpotensi bukan? Untuk membantu dalam memilah mari kita bedah berbagai kelebihan dan kekurangan koin atau token yang memiliki supply terbatas dan yang memiliki supply tanpa batas!

Memahami Maximum Supply dan Unlimited Supply

Maximum supply adalah jumlah maksimal unit koin yang bisa beredar dalam sistem. Bitcoin misalnya, hanya memiliki pasokan maksimal sebanyak 21 juta koin. Artinya setelah semua koin ini ditambang tidak akan ada koin baru lagi.

Sebaliknya, unlimited supply berarti mata uang kripto tersebut dapat terus dicetak atau diciptakan tanpa batas. Ethereum adalah salah satu contoh cryptocurrency yang menggunakan model ini meski memiliki mekanisme pengurangan inflasi seperti pembakaran koin (coin burn).

Kelebihan dan Kekurangan Koin Limited Supply

Di bawah ini merupakan kelebihan dan kekurangan koin atau token yang memiliki jumlah terbatas:

Kelebihan:

1. Kelangkaan Meningkatkan Nilai
Pasokan yang terbatas menciptakan kelangkaan. Dalam teori ekonomi kelangkaan biasanya meningkatkan nilai. Hal ini terlihat pada Bitcoin, di mana harga terus naik seiring semakin langkanya koin yang tersedia.
2. Prediktabilitas Pasar
Dengan maximum supply, investor dapat memprediksi potensi inflasi atau deflasi, sehingga lebih mudah menilai nilai intrinsik koin dalam jangka panjang.
3. Perlindungan Terhadap Inflasi
Karena jumlahnya tidak bertambah tanpa batas, risiko inflasi mata uang menjadi rendah.

Kekurangan:

Baca Juga: Ricky Harun Ngetop Jadi Konten Kreator, Masuk Nominasi TikTok Awards Indonesia 2024

1. Risiko Deflasi Berlebih
Ketika pasokan tidak bertambah tetapi permintaan meningkat, harga bisa melonjak secara ekstrem. Hal ini bisa membuat koin menjadi terlalu mahal untuk digunakan dalam transaksi sehari-hari.
2. Ketergantungan pada Komunitas
Jika permintaan menurun atau komunitas tidak lagi mendukung koin, kelangkaan tidak cukup untuk menjaga nilainya.

Kelebihan dan Kekurangan Koin Unlimited Supply

Di bawah ini merupakan kelebihan dan kekurangan koin atau token yang memiliki jumlah tanpa batas:

Kelebihan:
1. Stabilitas Pasar
Pasokan yang terus bertambah dapat membantu menjaga harga tetap stabil. Ini membuat koin lebih praktis untuk digunakan sebagai alat tukar.
2. Fleksibilitas Ekonomi
Dengan pasokan tak terbatas proyek bisa menyesuaikan jumlah koin untuk mendukung pertumbuhan jaringan.
3. Dukungan Pengguna Baru
Unlimited supply memungkinkan lebih banyak orang untuk memiliki koin, karena harganya tidak melonjak setinggi koin yang memiliki maximum supply.

Kekurangan:
1. Potensi Inflasi Tinggi
Tanpa mekanisme kontrol yang baik, pasokan berlebih bisa menyebabkan inflasi, yang menurunkan nilai koin.
2. Ketidakpastian Nilai Jangka Panjang
Investor mungkin kesulitan menilai potensi keuntungan jangka panjang karena pasokan yang terus bertambah.

Mana yang Lebih Baik? Maximum Supply atau Unlimited Supply?

Jawabannya tergantung pada tujuan Anda sebagai pengguna atau investor. Jika Anda mencari aset investasi jangka panjang maka koin dengan maximum supply seperti Bitcoin mungkin lebih menarik karena nilai kelangkaannya. Namun jika Anda ingin menggunakan cryptocurrency untuk transaksi sehari-hari atau mendukung aplikasi terdesentralisasi maka koin dengan unlimited supply seperti Ethereum bisa lebih cocok karena stabilitasnya.

Contoh Penggunaan
Bitcoin (Maximum Supply)
Sering dianggap sebagai "emas digital". Bitcoin lebih banyak digunakan sebagai aset penyimpan nilai daripada alat pembayaran sehari-hari.
Ethereum (Unlimited Supply)
Ethereum memiliki peran luas dalam ekosistem blockchain termasuk untuk smart contract, NFT, dan aplikasi terdesentralisasi. Model unlimited supply mendukung penggunaannya yang luas tanpa kekhawatiran akan kekurangan pasokan.

Jika tujuan Anda adalah menyimpan nilai jangka panjang maka prioritaskan koin dengan maximum supply. Namun, jika Anda ingin mendukung proyek dengan banyak kegunaan, koin unlimited supply bisa menjadi pilihan. Perhatikan tingkat volatilitas harga dari masing-masing jenis koin. Pasokan maksimal cenderung membuat harga melonjak tinggi saat permintaan naik sedangkan pasokan tak terbatas bisa menekan volatilitas.

Bukan hanya jumlah pasokan yang penting tetapi juga teknologi dan komunitas yang mendukung koin tersebut. Pilih proyek dengan visi yang jelas dan tim developer yang kredibel karena koin dengan maximum supply maupun unlimited supply memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan strategi Anda sebagai pengguna atau investor. Dengan memahami karakteristik kedua jenis suplai koin tersebut diharapkan Anda dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana dalam mengelola portofolio cryptocurrency.

Jika Anda ingin membeli atau menjual cryptocurrency pastikan Anda menggunakan platform yang aman dan tepercaya. Tokocrypto adalah salah satu exchange kripto di Indonesia yang menyediakan berbagai pilihan koin dan token termasuk Bitcoin dan Ethereum. Ayo mulai perjalanan investasi Anda bersama Tokocrypto sekarang juga!

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) ...

news | 15:50 WIB

Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban ungkap investasi pemerintah ke BUMN capai Rp897 triliun sejak 2010. Sima...

news | 15:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti anomali penonaktifan 11 juta peserta PBI JKN pada Februari 2026. BPJS Kesehatan dimin...

news | 13:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto kumpulkan pimpinan TNI-Polri di Istana Kepresidenan hari ini. Bahas evaluasi pengamanan Nataru...

news | 12:15 WIB

Wamen Stella Christie ingatkan mahasiswa untuk asah kemampuan berpikir reflektif agar tak tergantikan oleh AI. Simak pes...

news | 11:30 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebut dialog dengan AS langkah maju menuju damai, namun tegaskan program rudal Iran teta...

news | 10:15 WIB

Polda Metro Jaya segera periksa saksi ahli terkait kasus dugaan penistaan agama Pandji Pragiwaksono usai sang komika dic...

news | 09:30 WIB

Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, menyatakan tetap membuka peluang untuk menambah pemain diaspora baru. Langk...

news | 08:15 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kesiapan prajurit dan fasilitas Yonif TP 875/SYP di Dompu, NTB. Tegaskan peran TNI s...

news | 07:15 WIB

Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan menerima gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari Prin...

news | 18:48 WIB