Prabowo Dicecar di Debat Ketiga soal Persenjataan, Selayak Apa Alutsista Bekas Milik Indonesia untuk Berperang?

Dalam debat ketiga tersebut, materi pertahanan adalah yang paling panas dibahas.

Baktora | MataMata.com
Selasa, 09 Januari 2024 | 13:11 WIB
Calon Presiden RI Prabowo Subianto menyapa pendukungnya saat menghadiri deklarasi dukungan dari Gerakan Muslim Persatuan Indonesia Cinta Tanah Air (Gempita) di Grand Ballroom Sudirman, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/12/2023). [Dok.Antara]

Calon Presiden RI Prabowo Subianto menyapa pendukungnya saat menghadiri deklarasi dukungan dari Gerakan Muslim Persatuan Indonesia Cinta Tanah Air (Gempita) di Grand Ballroom Sudirman, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/12/2023). [Dok.Antara]

Matamata.com - Prabowo Subianto menjadi sasaran empuk para capres dalam debat ketiga di Istora Senayan, Minggu (7/1/2024) kemarin. Mengangkat tema pertahanan dan keamanan serta politik luar negri dan lainnya, capres nomor urut 2 ini justru kalang kabut.

Meski begitu, Prabowo Subianto mampu menjawab semua pertanyaan dan menjelaskan walau datanya yang tak lengkap. Termasuk saat pembahasan alat utama sistem persenjataan atau alutsista yang dibeli Kementerian Pertahanan secara bekas.

Seperti diketahui capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan capres nomor urut 1, Anies Baswedan beberapa kali mengkritik kebijakan pengadaan alutsista bekas oleh capres nomor 2 Prabowo yang juga masih aktif sebagai menhan.

Ganjar dan Anies kompak mengkritik perencanaan pertahanan Kemenhan hingga masalah kesejahteraan prajurit TNI.

Prabowo pun merespons kritikan itu dengan mengatakan bahwa data yang disampaikan oleh kedua capres tersebut keliru.

Lalu selayak apa alutsista bekas yang terlanjur dibeli Kemenhan untuk Indonesia?. Apakah benar barang bekas untuk ketegori senjata berat masih baik digunakan untuk Indonesia?

Membahas layak tidaknya, Wakil Komandan TKN Pemilih Muda Prabowo-Gibran, Osco Olfriady menjelaskan alutsista bekas jangan disamakan dengan barang bekas lain yang mampu dibeli perseorangan.

"Dalam dunia teknologi, mesin mempunyai umur produktivitasnya, sehingga itu akan menjadi barometer harga dan umur kedaluwarsa pemakaiannya. Artinya, setelah kedaluwarsa, bukan berarti langsung dibuang. Alat militer bukan makanan yang setelah tanggal kedaluwarsa tidak bisa dikonsumsi," ujarnya Selasa (9/1/2024).

Osco yang sempat terjun ke dunia Industri Penerbangan Airbus GmbH di Jerman megnatakan bahwa membeli pesawat atau alutsista baru akan memakan waktu lama.

Pengguna serta SDM yang akan mengoperasikan juga butuh pelatihan yang memakan waktu untuk bisa lihai mengoperasikannya.

Baca Juga: Mengenal Kata 'Omon-omon' yang Disebut Prabowo Subianto, Bukan Omong-omong tapi Ada Arti Lainnya

"Kalau kita berharap beli baru terus, kita harus menunggu berapa tahun sampai alutista tersebut datang? Lantas bagaimana prajurit kita? Apakah harus menunggu? Jika perang terjadi seketika, seperti di Ukraina-Rusia, dan kita masih menunggu alutsista dikirim, bagaimana kita bisa siap dalam keadaan perang?" jelasnya.

Maka dari itu, menurut Octo pembelian persenjataan bekas tapi masih sangat layak digunakan sudah sesuai. Bahkan semua alat tersebut masih bisa digunakan dengan baik.

Dalam debat ketiga tersebut, materi pertahanan adalah yang paling panas dibahas. Bahkan Prabowo dan Anies saling berhadapan untuk meluruskan.

Sayang, Prabowo Subianto yang dianggap bakal mengeluarkan segudang data yang valid dari kementeriannya justru tak menunjukkan hal itu.

Prabowo menyatakan dia bersikap transparan dan mengajak keduanya bertemu di luar sesi debat, karena membahas masalah internal pertahanan suatu negara tidak pantas dilakukan secara terbuka.

"Sekarang waktunya enggak ada. Jadi, saya mengundang kami bicara, terbuka. Masa kami mau buka semua kekurangan kita di depan umum? Apakah itu pantas? Di negara yang baik, negara maju, masalah rahasia ada," ujar Prabowo.

Pernyataannya justru menjadi bumerang. Bagi Ganjar Pranowo, dengan sedikitnya waktu itulah pemimpin dihadapkan untuk bisa membuka data secara utuh dan ringkas.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan kajian mendalam terkait pencabutan izin proyek Pembangk...

news | 18:58 WIB

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Swiss untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 membawa harapan besar b...

news | 18:44 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan konsep "Prabowonomics" yang akan dipaparkan Presiden Pra...

news | 17:15 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, M...

news | 16:15 WIB

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, memastikan stok telur ayam ras ...

news | 15:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto tiba di Swiss untuk menghadiri WEF 2026 di Davos. Intip jadwal pidato khusus Presiden di hadap...

news | 10:15 WIB

PSSI akan mengumumkan apparel baru Timnas Indonesia pada Jumat (23/1). Benarkah Kelme terpilih gantikan Erspo? Cek jadwa...

news | 09:00 WIB

Presiden Prabowo cabut izin 22 perusahaan kehutanan dan 6 perusahaan tambang di Sumatera & Aceh karena terbukti rusak li...

news | 08:15 WIB

CEO Zoho Corporation Shailesh Kumar Davey ungkap rencana bangun pusat data di Indonesia. Simak syarat investasi dan stra...

news | 07:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto targetkan bangun 10 kampus baru bidang Kedokteran dan STEM berstandar internasional pada 2028 ...

news | 06:00 WIB