Tak hanya di Gaza, Israel Dapat Serangan Kejutan Kelompok Hizbullah di Lebanon

Kelompok tersebut telah merilis gambar serangan yang terjadi di dua lokasi pangkalan itu.

Baktora | MataMata.com
Sabtu, 23 Desember 2023 | 19:00 WIB
Api dan asap membubung dari bangunan pertanian di Lebanon selatan, seperti yang terlihat dari Kiryat Shmona di Israel utara yang berbatasan dengan Lebanon, menyusul pemboman oleh tentara Israel, pada 23 November 2023. [Ayal Margolin/JINI melalui Xinhua]

Api dan asap membubung dari bangunan pertanian di Lebanon selatan, seperti yang terlihat dari Kiryat Shmona di Israel utara yang berbatasan dengan Lebanon, menyusul pemboman oleh tentara Israel, pada 23 November 2023. [Ayal Margolin/JINI melalui Xinhua]

Matamata.com - Beberapa media Lebanon telah melaporkan bahwa Hizbullah, sebuah milisi Lebanon, telah melancarkan serangan terhadap dua pangkalan militer yang dimiliki oleh rezim Israel di bagian utara negara tersebut.

Berdasarkan informasi dari kantor berita Al-Ahed, Hizbullah dilaporkan telah menyerang dua pangkalan militer Israel, yaitu di Shomera dan Al-Abad.

"Serangan dilakukan tepat di dua pangkalan militer Israel," tulis keterangan tersebut dikutip Antara, Sabtu (23/12/2023).

Kelompok tersebut telah merilis gambar serangan yang terjadi di dua lokasi terkait, menyebutnya sebagai tanggapan terhadap konflik genosida di Jalur Gaza.

Hizbullah menyatakan pada Jumat sore bahwa serangan dilakukan terhadap pasukan dan fasilitas militer Israel di sekitar daerah Al-Manara, sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza yang telah menunjukkan keberanian dan perlawanan.

Selain itu, Hizbullah juga mengumumkan bahwa pada Jumat pukul 16:15 waktu setempat, kelompok perlawanan Islam tersebut melancarkan serangan terhadap pusat kendali dan komando rezim Israel di titik 430 dekat Kota Kafr Kila, dengan klaim berhasil menyerang sejumlah pasukan Israel.

Seperti diketahui, Israel enggan untuk menghentikan serangan ke Hamas Palestina di Jalur Gaza. Alih-alih menyerang tentara, Israel justru menewaskan banyak warga sipil, terutama anak-anak.

Serangan Israel dianggap publik di dunia sudah melewati batas. Amerika Serikat juga sudah memberi saran agar Israel menahan serangan yang tidak mengarah ke warga sipil.

Dukungan gencatan senjata pun digaungkan sejak 20 Desember 2023 lalu. Meski begitu, Israel enggan menarik para tentaranya di jalur perang tersebut.

Di sisi lain, PBB dianggap tak mampu memutuskan untuk menyudahi perang tersebut. Dewan Kehormatan PBB yang didesak untuk segera membuat voting penyelesaian perang dan gencatan senjata, justru menunda hingga keempat kalinya.

Baca Juga: Kenang Tewasnya Anak-anak Palestina di Jalur Gaza, 8.000 Sepatu Dipajang di Belanda

Agenda voting sendiri dianggap paling relevan saat ini untuk memberi jeda serangan dan membantu para korban tewas di tanah Gaza.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden AS Donald Trump mengeklaim Iran mulai terbuka untuk berunding di tengah operasi 'Project Freedom' di Selat Horm...

news | 11:15 WIB

Menpora Erick Thohir mendorong transformasi SEA Games menjadi ajang standar Olimpiade dalam SEA Ministerial Meeting 2026...

news | 10:29 WIB

Bapanas perkuat intervensi harga pangan pasca-Lebaran 2026. Simak langkah pemerintah atasi deflasi harga ayam dan telur ...

news | 09:15 WIB

Eks Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto berencana gugat LHP BPK kasus korupsi LNG ke PTUN karena dinilai ilegal dan ...

news | 08:00 WIB

WHO menegaskan risiko penularan Hantavirus tetap rendah dan tidak diperlukan pembatasan perjalanan internasional meski d...

news | 07:00 WIB

Presiden Prancis Emmanuel Macron secara tegas menolak bergabung dalam operasi militer AS 'Project Freedom' di Selat Horm...

news | 06:00 WIB

Mensos Saifullah Yusuf mengapresiasi siswa SRMP 21 Manado yang meraih medali emas di Kejuaraan Wushu Nasional 2026. Bukt...

news | 19:08 WIB

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera menginvestigasi kasus ...

news | 19:06 WIB

Kementerian Kebudayaan menggelar lomba video kreatif 'Aku dan Budayaku' untuk Gen Z. Cek syarat, jadwal pendaftaran, dan...

news | 14:38 WIB

Ketua DPP PDIP Said Abdullah usulkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) ideal 6 persen dan berlaku berjenja...

news | 14:33 WIB