TikToker Agos Gemoy Disomasi Gegara Copot Stiker Caleg di Rumah Pribadinya, Bagaimana Aturan yang Benar?

Aturan pemasangan APK harus dipahami para kandidat caleg.

Baktora | MataMata.com
Rabu, 06 Desember 2023 | 14:00 WIB
Tangkapan layar TikToker Agos Gemoy saat membuat video klarifikasi. (TikTok/@agosgemoy)

Tangkapan layar TikToker Agos Gemoy saat membuat video klarifikasi. (TikTok/@agosgemoy)

Matamata.com - Baru-baru ini ramai di media sosial seorang kreator TikTok atau TikToker asal Jawa Timur disomasi oleh tim sukses (timses) salah satu caleg yang akan bertarung di Pemilu 2024. Agos Gemoy, TikToker yang mendapat somasi ini didesak untuk meminta maaf.

Agos Gemoy sendiri mencopot stiker caleg yang sudah menempel di kaca rumahnya. Caleg tersebut juga tidak pernah meminta izin, sehingga Agos keberatan dan mencopotnya.

Video pencopotan tersebut sengaja disebar di media sosial miliknya. Menurut Agos Gemoy hal ini untuk pembelajaran agar caleg bisa lebih santun dan menghormati tempat tinggal pribadi masyarakat.

"Baik, saya Agos Gemoy meminta maaf pada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas perbuatan yang saya lakukan. Tapi saya izin bertanya, apakah saya salah, rakyat bawah mengungkapkan protes dan keberatan pada pihak yang tanpa izin menempelkan stiker caleg di rumah pribadi saya?" ujar Agos Gemoy dikutip dari TikTok pribadinya.

 

Lantas, bagaimana aturan penempelan stiker yang berkaitan dengan masa kampanye Pemilu 2024 yang sudah mulai dilakukan sejumlah kandidat caleg?. Apakah benar, menempel stiker di rumah pribadi warga bisa seenaknya dilakukan tanpa perlu izin?.

Mengutip dari laman resmi kpu.go.id, Rabu (6/12/2023) aturan pemasangan atau penempelan Alat Peraga Kampanye (APK) tertuang dalam PKPU Pasal 70 dan 71 UU 7/2017 tentang Pemilu. Dalam Pasal 70 dan 71 cukup identik lokasi mana saja yang tak boleh dipasangi APK.

Disebutkan bahwa pemasangan dan penempelan APK tidak boleh dilakukan di tempat ibadah, lokasi pendidikan, gedung instansi pemerintahan, rumah sakit, sarana dan prasarana publik dan pepohonan.

Memang tidak disebutkan permukiman rumah warga atau tempat privat milik masayrakat dilarang untuk dipasangi APK. Artinya kandidat caleg bisa saja memasang APK di sekitar rumah warga. Namun hal itu harus mendapat izin dari pemilik rumah.

Hal itu pun juga dijelaskan oleh Bawaslu. Melalui Komisioner Divisi Penindakan, Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo pemasangan APK di ranah privat harus ada izin dari pemilik.

Baca Juga: Ahmad Dhani Makan di Pinggir Jalan, Malah Dicibir Cari Muka: Sikap Politisi Menjelang Pemilu

Ratna Dewi megungkapkan, jika memang warga keberatan dan tak pernah sepakat dengan caleg tertentu yang memasang APK di rumah miliknya, bisa dilaporkan ke KPU atau Bawaslu daerah setempat.

Bahkan warga sendiri yang tak setuju dengan pemasangan APK, termasuk seperti stiker itu bisa dicopot yang tanpa izin dipasang di kediaman mereka.

Terkait sanksi, tidak ada dari Bawaslu yang secara khusus memberikan kepada caleg yang bersangkutan. Hanya saja, APK tersebut boleh diturunkan atau dicopot.

Sanksi bisa dijerat kepada caleg, jika materi APK yang dibuat menyalahi aturan dan dinilai melanggar seperti yang telah dijelaskan di PKPU.

Bisa disimpulkan bahwa pemasangan APK seperti stiker caleg di ruang pribadi warga dapat dilakukan. Asalkan memang sudah mendapat izin dan ada kesepakatan yang jelas.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan tiga strategi utama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,8% hingga 6,5% pa...

news | 14:15 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan perpanjangan batas usia pensiun Kapolri dalam RUU Polri baru disesuaikan dengan kebut...

news | 13:49 WIB

Bapanas rampungkan uji sampel dan sertifikasi mutu untuk ekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia. Bulog pastikan harga jua...

news | 10:15 WIB

Tim Kepresidenan meluncurkan buku 'Presiden Solusi' yang mendokumentasikan 108 kebijakan strategis dan transformasi huku...

news | 09:15 WIB

Rencana kenaikan HET Minyakita bergulir. Mentan Amran Sulaiman siap gelar rapat koordinasi dengan Mendag Budi Santoso da...

news | 08:49 WIB

Kejagung limpahkan 11 tersangka korupsi ekspor CPO modus samarkan minyak sawit jadi limbah POME ke JPU. Tiga tersangka d...

news | 08:39 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan tidak ada jabatan yang kebal hukum terkait pengusutan dugaan kasus l...

news | 07:15 WIB

KPK dalami peran pemilik Maktour Fuad Hasan Masyhur dalam kasus korupsi kuota haji 2023-2024 setelah resmi menahan dua t...

news | 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaa...

news | 17:19 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menilai pelemahan rupiah hingga Rp18.000/dolar AS jadi momentum emas genjot ekspor pertanian ...

news | 16:29 WIB