Prabowo Tegaskan Peran Strategis Polri Jaga Stabilitas Keamanan dan Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ekonomi pada Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas.

Elara | MataMata.com
Rabu, 01 Juli 2026 | 12:28 WIB
Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) dan Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). ANTARA/Prisca Triferna

Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) dan Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). ANTARA/Prisca Triferna

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memiliki peran strategis dalam menjaga ketertiban masyarakat. Menurut Presiden, stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi pembangunan dan kemajuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam amanatnya pada Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Presiden menyatakan bahwa keberhasilan suatu negara sangat bergantung pada kehadiran institusi kepolisian yang profesional dan dipercaya oleh masyarakat.

"Karena itu, peran kepolisian sangat penting, sangat strategis, sangat menentukan," ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan secara historis bahwa negara yang sukses umumnya didukung oleh kepolisian yang tangguh. Sebaliknya, negara yang gagal kerap kali disebabkan oleh aparat penegak hukum yang tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota Polri yang bertugas menjaga keamanan di seluruh pelosok tanah air.

"Polri hadir untuk rakyat. Polri bekerja untuk rakyat. Polri harus melindungi rakyat. Polri mengabdi kepada bangsa dan negara," tegasnya.

Presiden menambahkan bahwa Indonesia saat ini sedang berada dalam fase transformasi besar di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, birokrasi, hingga ketahanan pangan dan energi. Seluruh agenda besar tersebut mustahil berjalan lancar tanpa adanya situasi keamanan yang kondusif.

Prabowo mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi, investasi, serta kesejahteraan masyarakat hanya bisa terwujud jika ada kepastian hukum dan stabilitas keamanan yang kokoh.

"Dan tidak mungkin ada negara yang kuat tanpa aparat negara yang dipercaya rakyat, yang setia kepada rakyat, dan yang melindungi rakyat," pungkas Presiden. (Antara)

Baca Juga: Hakim Beberkan Asal-usul Uang Pengganti Rp809 Miliar dalam Kasus Korupsi Chromebook Nadiem Makarim

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat kehormatan kepada Irjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto, eks ajudan ter...

news | 10:15 WIB

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat membeberkan rantai aliran dana Rp809 miliar dari investasi Google ke PT A...

news | 09:15 WIB

Vietnam dan Rusia sepakat mempercepat pembangunan PLTN pertama Ninh Thuan-1 dengan teknologi reaktor Rosatom. Rusia juga...

news | 08:15 WIB

KPK menyita sejumlah aset kendaraan dari Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno. Penyitaan ini diduga terkait ...

news | 07:45 WIB

Pertamina resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai 1 Juli 2026. Ce...

news | 06:15 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi menyetujui 15 RUU tentang kabupaten/kota di Kalimantan Barat, Kalteng, dan Kalsel menjadi R...

news | 14:23 WIB

Perum Bulog membuka akses gudang sebagai sarana edukasi ketahanan pangan. Di saat bersamaan, stok beras Bulog mencetak r...

news | 12:33 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra bertemu PM Malaysia Anwar Ibrahim. Indonesia tegas tolak intervensi Malaysia da...

news | 11:18 WIB

Menko Infrastruktur AHY menegaskan adopsi kendaraan listrik (EV) krusial untuk pembangunan berkelanjutan dan target Net ...

news | 11:10 WIB

Eks Menpora Dito Ariotedjo penuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 yang merugikan n...

news | 11:05 WIB