Mensos: Angkatan Pertama Sekolah Rakyat Siap Luluskan 453 Siswa Tahun Ini

Kemensos siap meluluskan 453 siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat tahun ini. Simak target ambisius pemerintah tampung 500 ribu siswa pada 2030 di sini.

Elara | MataMata.com
Rabu, 06 Mei 2026 | 16:12 WIB
Mensos Saifullah Yusuf (kiri) dan Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026) ANTARA/Fathur Rochman

Mensos Saifullah Yusuf (kiri) dan Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026) ANTARA/Fathur Rochman

Matamata.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan bahwa program Sekolah Rakyat siap meluluskan angkatan pertamanya sebanyak 453 siswa pada tahun ini. Para lulusan dari berbagai jenjang pendidikan tersebut nantinya akan diarahkan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi maupun langsung memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil.

"Tahun ini, yang merupakan tahun pertama operasional, kita akan meluluskan 453 siswa Sekolah Rakyat. Ini adalah anak-anak yang sudah melalui proses asesmen dan pendampingan, serta dinilai siap mengikuti ujian akhir di tingkat SD, SMP, maupun SMA," ujar Mensos Saifullah Yusuf dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Secara rinci, lulusan perdana ini terdiri atas 329 siswa SD, 113 siswa SMP, dan 11 siswa SMA.

Sebagai langkah tindak lanjut bagi lulusan tingkat SMA, Kementerian Sosial (Kemensos) telah memberikan bimbingan intensif. Dari total 11 lulusan SMA, lima siswa berencana melanjutkan ke perguruan tinggi, empat siswa bersiap mengikuti seleksi TNI, dan dua siswa lainnya masih dalam tahap pertimbangan untuk menentukan arah pendidikan tinggi mereka.

"Hal ini penting kami sampaikan karena sesuai dengan arahan Presiden. Setiap lulusan Sekolah Rakyat harus menempuh salah satu dari dua jalur: pertama, melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas; kedua, menjadi pekerja terampil, baik di dalam maupun di luar negeri. Ini pilihan bagi mereka," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Mensos juga memaparkan capaian membanggakan para siswa Sekolah Rakyat yang berhasil menorehkan prestasi di berbagai tingkatan.

Tercatat, satu siswa berhasil mengukir prestasi di tingkat internasional, 162 siswa di tingkat nasional, 87 siswa di tingkat provinsi, dan 75 siswa di tingkat kabupaten/kota.

Melihat respons positif tersebut, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas tampung Sekolah Rakyat secara bertahap.

Gus Ipul menjelaskan, Kemensos menargetkan kuota 46 ribu siswa pada tahun ini. Target tersebut akan ditopang oleh penambahan alokasi sekitar 32 ribu siswa baru pada penerimaan Juli 2026 mendatang.

Pemerintah juga telah menyusun peta jalan (roadmap) jangka panjang untuk program ini:

Baca Juga: Revitalisasi Sekolah 2026: Mendikdasmen Kucurkan Rp2,6 Triliun dan Gandeng Starlink

  1. Tahun 2027: Target 100 ribu siswa.
  2. Tahun 2028: Target 200 ribu siswa.
  3. Tahun 2029: Target 400 ribu siswa.
  4. Tahun 2030: Target akumulatif 500 ribu siswa di seluruh Indonesia.

Untuk mendukung target masif tersebut, pemerintah berencana membangun satu gedung permanen Sekolah Rakyat di setiap kabupaten/kota. Setiap gedung dirancang ramah anak dan diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Jamaah haji Embarkasi Padang Gelombang II mulai diterbangkan langsung ke Jeddah. Simak rincian keberangkatan Kloter 12 d...

news | 15:35 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa putuskan tidak menonaktifkan Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama meski namanya terseret dakwa...

news | 15:15 WIB

Mendiktisaintek Brian Yuliarto meminta penerima beasiswa LPDP Angkatan 273 untuk memberikan dampak nyata bagi kemajuan I...

news | 14:34 WIB

Mensos Saifullah Yusuf membentuk tim khusus yang dipimpin Wamensos untuk menyelidiki polemik pengadaan sepatu Sekolah Ra...

news | 13:07 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kecewa laga Persija vs Persib batal di GBK. Simak alasan keamanan dan lokasi terbaru ...

news | 13:00 WIB

AS menetapkan Iran sebagai ancaman terbesar di Timur Tengah dalam dokumen strategi terbaru. Simak perkembangan terkini k...

news | 12:18 WIB

Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Cebu, Filipina, untuk menghadiri KTT Ke-48 ASEAN. Didampingi sejumlah menteri, Pre...

news | 12:08 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Alfath mendesak polisi segera menangkap AS (52), tersangka kekerasan seksual terhadap pu...

news | 09:38 WIB

PPIH siapkan fasilitas buggy car dan mobil khusus disabilitas untuk menyambut jemaah haji gelombang II di Bandara Jeddah...

news | 08:45 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman langsung mencabut izin distributor pupuk subsidi nakal hanya dalam 10 menit usai menerima lap...

news | 07:15 WIB