China Berkomitmen Jaga Keamanan Energi Global di Tengah Krisis Selat Hormuz

China tingkatkan ekspor bahan bakar menjadi 500.000 ton pada Mei 2026 demi stabilitas energi global di tengah konflik Selat Hormuz. Simak strategi Beijing selengkapnya.

Elara | MataMata.com
Kamis, 30 April 2026 | 09:45 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. /ANTARA/Desca Lidya Natalia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. /ANTARA/Desca Lidya Natalia.

Matamata.com - Pemerintah China menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan komunitas internasional dalam menjaga keamanan energi global. Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian situasi di Selat Hormuz yang mengganggu lalu lintas pasokan minyak olahan dan Liquefied Natural Gas (LNG) internasional.

"China siap menjaga komunikasi dengan semua pihak guna bersama-sama menjaga keamanan energi global serta stabilitas rantai industri dan pasokan," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (29/4).

Lin Jian menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah telah menekan pasokan bahan bakar dunia. Menurutnya, solusi fundamental dari krisis ini adalah penghentian konflik secara permanen.

"Kunci untuk menyelesaikan masalah ini secara mendasar adalah mencegah terulangnya kembali konflik terbuka. Kami mendesak pihak terkait untuk segera mencapai gencatan senjata yang menyeluruh guna membendung gejolak yang memukul ekonomi global," tambahnya.

Peningkatan Kuota Ekspor Mei 2026 Sebagai bentuk nyata, China telah menyetujui ekspor bahan bakar sebanyak 500.000 metrik ton untuk periode Mei 2026 ke wilayah di luar Hong Kong. Angka ini naik hampir dua kali lipat dibanding pengiriman April, meski masih di bawah rata-rata volume tahun lalu.

Sebelumnya, Beijing memperketat keran ekspor sejak Maret guna melindungi pasar domestik dari dampak penutupan Selat Hormuz akibat ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Sejumlah negara Asia-Pasifik, termasuk Australia, Selandia Baru, Bangladesh, hingga Vietnam, dijadwalkan menerima pasokan ini. Peningkatan volume ekspor tersebut merupakan hasil lobi perusahaan minyak negara China menyusul melemahnya permintaan domestik.

Dampak Kendaraan Listrik Menariknya, penurunan konsumsi BBM di dalam negeri China salah satunya dipicu oleh masifnya penggunaan kendaraan listrik (EV). Hal ini mengurangi tekanan permintaan bensin domestik, sehingga China memiliki ruang lebih untuk memenuhi permintaan ekspor yang tengah melonjak tajam.

Dari total 500.000 ton alokasi ekspor, mayoritas diberikan kepada perusahaan penyulingan negara, Sinopec. Sementara itu, PetroChina mendapat kuota 150.000 ton dan CNOOC sebesar 40.000 ton. Produk diesel dan bahan bakar jet diprediksi mendominasi sekitar 40 persen dari total volume tersebut.

Sebagai importir minyak terbesar dunia, China dinilai memiliki posisi tawar yang kuat dalam menghadapi krisis pasokan dibanding negara tetangganya. Strategi diversifikasi pemasok dan investasi besar pada cadangan domestik menjadi kunci ketahanan energi Beijing saat ini. (Antara)

Baca Juga: Kemendag Perketat Impor Komoditas Pertanian Mulai 8 Mei 2026, Ini Daftar Aturannya

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto dan KSP Dudung Abdurachman dijadwalkan hadir di Monas untuk menyerap aspirasi pada puncak Hari...

news | 15:03 WIB

TNI AU menggelar latihan matra udara Sarva Gesit-26 di Bogor untuk mengasah kemampuan pilot helikopter dalam misi tempur...

news | 14:58 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.500 Komandan Satuan TNI di Unhan Sentul. Bahas peran strategis TN...

news | 13:03 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut kekayaan budaya Indonesia, seperti lukisan purba di Pulau Muna, adalah potensi eko...

news | 11:57 WIB

Mensos Saifullah Yusuf memastikan korban kecelakaan KRL di Bekasi mendapatkan asesmen pemberdayaan ekonomi agar kemandir...

news | 11:54 WIB

Wamenekraf Irene Umar dorong kriya seni ukir Jepara tembus pasar internasional melalui strategi hilirisasi dan perlindun...

news | 10:55 WIB

Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta advokat muda Indonesia menjaga integritas dan membantu rakyat kecil me...

news | 10:53 WIB

Wamendiktisaintek Stella Christie ingatkan ASN pentingnya deep thinking dan system thinking dalam mengambil kebijakan ag...

news | 09:42 WIB

Pemerintah resmi menerbitkan Permendag No 11 Tahun 2026 untuk membatasi impor gandum, kacang, hingga buah pir demi melin...

news | 08:41 WIB

Pemerintah kucurkan Rp57 miliar untuk 122 program riset kampus melalui Program Bestari Saintek 2026. Fokus pada pangan, ...

news | 16:08 WIB