Presiden Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas: Model Pengelolaan Sampah Nasional dan Inovasi Genteng Limbah

Presiden Prabowo Subianto menetapkan target pengendalian sampah nasional dalam 3 tahun. TPST BLE Banyumas akan dijadikan model nasional karena efektivitasnya.

Elara | MataMata.com
Selasa, 28 April 2026 | 16:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan di TPST-BLE Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026) siang, penjelasan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Edukasi dan Lingkungan (TPST-BLE) Edy Nugroho terkait produk genting dan paving blok berbahan baku limbah plastik. ANTARA/Sumarwoto

Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan di TPST-BLE Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026) siang, penjelasan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Edukasi dan Lingkungan (TPST-BLE) Edy Nugroho terkait produk genting dan paving blok berbahan baku limbah plastik. ANTARA/Sumarwoto

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto memuji Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Edukasi dan Lingkungan (TPST-BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Ia menilai fasilitas tersebut sangat layak menjadi model percontohan nasional dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia.

Hal itu disampaikan Presiden saat meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Selasa (28/4/2026) siang. Prabowo mengaku terkesan dengan inovasi yang memadukan teknologi sederhana namun efektif dan tepat guna.

"Saya sangat terkesan, ini satu inovasi yang sangat baik. Kita lakukan pengolahan sampah dengan teknologi yang tidak terlalu canggih tetapi efektif, sebagian besar menggunakan produk lokal, dan terintegrasi dalam sistem dari tingkat rumah tangga hingga kabupaten," ujar Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, efektivitas model TPST-BLE Banyumas bahkan telah menarik perhatian internasional. Ia pun menegaskan bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh agar sistem serupa dapat diterapkan di berbagai provinsi dan kabupaten di seluruh tanah air.

"Ini menjadi contoh untuk banyak daerah, bahkan dari negara lain ada yang ke sini. Saya akan turunkan bantuan langsung untuk memperbaiki, mengembangkan, dan membuatnya lebih efektif lagi," tegasnya.

Target Tiga Tahun Bereskan Sampah Dalam kunjungannya, Presiden menekankan bahwa isu sampah kini masuk dalam daftar prioritas nasional. Ia mematok target ambisius agar permasalahan sampah di Indonesia dapat terkendali dalam waktu singkat.

"Sampah sekarang jadi prioritas nasional. Dalam dua sampai tiga tahun, kita harus kendalikan sampah di seluruh Indonesia," ucap Prabowo.

Selain proses pengolahan, Presiden juga menyoroti produk hilir dari limbah tersebut, salah satunya produksi genteng dari hasil olahan sampah. Ia menilai genteng ini memiliki nilai ekonomis tinggi dan layak digunakan dalam program bantuan perbaikan rumah pemerintah.

"Gentengnya lumayan, efektif, dan cukup murah. Ini mungkin bisa masuk anggaran bantuan perbaikan rumah untuk menggantikan atap seng yang mudah berkarat dan kurang baik bagi kesehatan," tambahnya.

Melalui penguatan sistem pengelolaan sampah ini, Presiden berharap Indonesia bisa bertransformasi menjadi negara yang lebih bersih dan sehat, yang pada akhirnya akan mendongkrak sektor pariwisata.

Baca Juga: Bupati Banyumas Janji di Hadapan Presiden Prabowo: 2028 Bebas Sampah dan Jadi Uang

"Kita akan kembalikan Indonesia menjadi negara yang benar-benar indah, pariwisatanya bagus, dan masyarakat nyaman tinggal di dalamnya," tutup Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq.  (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto dan KSP Dudung Abdurachman dijadwalkan hadir di Monas untuk menyerap aspirasi pada puncak Hari...

news | 15:03 WIB

TNI AU menggelar latihan matra udara Sarva Gesit-26 di Bogor untuk mengasah kemampuan pilot helikopter dalam misi tempur...

news | 14:58 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.500 Komandan Satuan TNI di Unhan Sentul. Bahas peran strategis TN...

news | 13:03 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut kekayaan budaya Indonesia, seperti lukisan purba di Pulau Muna, adalah potensi eko...

news | 11:57 WIB

Mensos Saifullah Yusuf memastikan korban kecelakaan KRL di Bekasi mendapatkan asesmen pemberdayaan ekonomi agar kemandir...

news | 11:54 WIB

Wamenekraf Irene Umar dorong kriya seni ukir Jepara tembus pasar internasional melalui strategi hilirisasi dan perlindun...

news | 10:55 WIB

Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta advokat muda Indonesia menjaga integritas dan membantu rakyat kecil me...

news | 10:53 WIB

China tingkatkan ekspor bahan bakar menjadi 500.000 ton pada Mei 2026 demi stabilitas energi global di tengah konflik Se...

news | 09:45 WIB

Wamendiktisaintek Stella Christie ingatkan ASN pentingnya deep thinking dan system thinking dalam mengambil kebijakan ag...

news | 09:42 WIB

Pemerintah resmi menerbitkan Permendag No 11 Tahun 2026 untuk membatasi impor gandum, kacang, hingga buah pir demi melin...

news | 08:41 WIB