Jepang Sebut Indonesia Destinasi Investasi Menjanjikan, Sektor Otomotif Jadi Andalan

Jepang menetapkan Indonesia sebagai negara ketiga paling menjanjikan untuk investasi jangka panjang. Sektor otomotif dan manufaktur jadi primadona dengan nilai komitmen investasi mencapai Rp397,6 triliun.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 24 April 2026 | 08:30 WIB
Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta Myochin Mitsuru dalam diskusi dengan media di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Kamis (23/4/2026). ANTARA/Katriana

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta Myochin Mitsuru dalam diskusi dengan media di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Kamis (23/4/2026). ANTARA/Katriana

Matamata.com - Kedutaan Besar Jepang di Jakarta menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara tujuan investasi jangka panjang yang sangat menjanjikan, terutama pada sektor industri otomotif. Indonesia bahkan menempati posisi ketiga sebagai negara dengan prospek investasi terbaik untuk satu dekade ke depan.

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Myochin Mitsuru, mengungkapkan bahwa persepsi positif ini datang langsung dari mayoritas perusahaan Jepang.

"Indonesia adalah negara ketiga yang menjanjikan untuk investasi jangka panjang, maksud saya satu dekade ke depan," ujar Myochin dalam diskusi bersama media di Kedutaan Besar Jepang, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Menurut Myochin, sektor otomotif tetap menjadi magnet utama bagi pemodal asal Negeri Sakura. Namun, diversifikasi investasi kini mulai meluas ke sektor lain seperti produk karet, plastik, real estat, manufaktur, hingga industri makanan.

"Kami memperkirakan berbagai variasi investasi akan terus dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia," tambahnya.

Optimisme ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan puncak antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Tokyo, bulan lalu. Pertemuan tersebut berhasil mengunci komitmen investasi yang signifikan bagi pembangunan ekonomi nasional.

Selain agenda kenegaraan, Presiden Prabowo juga menghadiri seminar bisnis di Tokyo yang melibatkan sektor swasta dari kedua negara. Pertemuan tersebut menghasilkan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) berbasis business-to-business (B2B).

Total nilai komitmen investasi dari kerja sama tersebut mencapai 23 miliar dolar AS atau setara dengan Rp397,6 triliun.

"Sejumlah besar dana proyek telah dikucurkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang untuk diinvestasikan di Indonesia," pungkas Myochin. (Antara)

Baca Juga: Aldy Riva dan Alexander Nicholi Asal AS, Temukan Teknologi IT Canggih 'Anodyne'

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menyebut lemahnya kaderisasi parpol memicu mahar politik. Simak usulan KPK mulai dari jenjang kader hingga batasan m...

news | 15:32 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya dan Dirut KAI meninjau progres pembangunan 824 unit hunian layak bagi warga bantaran rel Senen...

news | 14:58 WIB

Kemenkes percepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk 26.000 dapur SPPG. Simak syarat dan cara ikut...

news | 14:51 WIB

Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak menganggap pengkritik sebagai musuh, menyusul pelap...

news | 14:15 WIB

KPK menyerahkan hasil kajian tata kelola parpol kepada Presiden Prabowo dan DPR. Simak 3 rekomendasi utama KPK termasuk ...

news | 14:00 WIB

Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mendesak PBB mengevaluasi total perlindungan pasukan UNIFIL di Lebanon menyusul gugurny...

news | 13:15 WIB

KPK memeriksa Direktur PT Marco Tour and Travel Syarif Thalib terkait dugaan jual beli kuota haji 2023-2024 yang merugik...

news | 11:30 WIB

Pemprov DKI Jakarta setujui penambahan 5.000 personel Satpol PP untuk kurangi beban kerja. Simak penjelasan Wagub Rano K...

news | 10:15 WIB

Permenhut Nomor 6 Tahun 2026 resmi dirilis untuk memberikan stabilitas dan kepastian hukum bagi investor di proyek karbo...

news | 09:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap strategi 'survival mode' RI. Pemerintah fokus hapus inefisiensi dan tutup kebocoran p...

news | 06:00 WIB