Program Makan Bergizi Gratis BGN: Berdayakan UMKM dan Bumdes di Daerah Bencana Aceh

Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), hingga koperasi di daerah terdampak bencana untuk menjadi pemasok bahan pangan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Elara | MataMata.com
Sabtu, 18 April 2026 | 06:15 WIB
Pelaku UMKM memperlihatkan produk pangan yang dipasok untuk Program MBG di Banda Aceh, Jumat (17/4/2026). ANTARA/M Haris SA

Pelaku UMKM memperlihatkan produk pangan yang dipasok untuk Program MBG di Banda Aceh, Jumat (17/4/2026). ANTARA/M Haris SA

Matamata.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), hingga koperasi di daerah terdampak bencana untuk menjadi pemasok bahan pangan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata BGN dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah yang sedang bangkit dari dampak bencana.

Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana, menyatakan bahwa pihaknya terus memotivasi pelaku usaha lokal, termasuk kelompok tani, untuk mengambil peran sebagai penyedia kebutuhan pangan program nasional tersebut.

"Kami mendorong pelaku UMKM, Bumdes, koperasi, hingga kelompok tani di wilayah terdampak bencana untuk bangkit dan menjadi pemasok bahan pangan serta kebutuhan lainnya untuk Program MBG," ujar Tengku Syahdana di Banda Aceh, Jumat (17/4).

Syahdana menjelaskan, Program MBG tidak hanya dirancang untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai unit pengolah makanan.

Menurutnya, setiap SPPG membutuhkan pasokan bahan pangan segar seperti sayuran, buah-buahan, hingga daging dengan volume mencapai ratusan kilogram per hari.

"Kebutuhan bahan pangan yang besar ini adalah peluang emas bagi pelaku UMKM dan koperasi desa. Kami ingin mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana di Provinsi Aceh," tambahnya.

Dalam implementasinya, BGN juga menginstruksikan pihak SPPG untuk aktif menggandeng mitra lokal sebagai pemasok tetap. Tidak sekadar membeli, SPPG diharapkan memberikan pendampingan intensif agar produk yang dihasilkan masyarakat memenuhi standar kualitas dan kapasitas produksi yang ditetapkan.

"Kami berharap ada pendampingan kepada pelaku usaha lokal agar kualitas produksi mereka terjaga dan konsisten memenuhi standar Program MBG," pungkas Syahdana. (Antara)

Baca Juga: Misteri Kamar 402, Anggy Umbara Garap Kengerian Rumah Sakit di Korea

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Perdagangan Budi Santoso siapkan 3 Permendag baru untuk ekspor CPO, batu bara, dan ferroalloy. Mulai 1 Januari 2...

news | 15:18 WIB

IHSG hari ini ambles lebih dari 4 persen ke level 5.694. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pemerintah tak siapkan int...

news | 14:18 WIB

Presiden ke-6 RI SBY menegaskan dalam Asia Grassroots Forum 2026 bahwa UMKM adalah agenda ekonomi strategis dan tameng u...

news | 13:41 WIB

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menemui Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Dili untuk mematangkan rencana kunjungan ...

news | 13:15 WIB

KPK menduga Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menerima aliran uang pemerasan pengurusan KITAS/KITAP ratusan ...

news | 11:57 WIB

Istana angkat bicara terkait penahanan Wamen Imipas Silmy Karim oleh KPK dan penetapan tersangka eks pimpinan BGN oleh K...

news | 10:45 WIB

KPK resmi menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim terkait kasus dugaan korupsi pengurusan...

news | 09:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto panggil BPKP dan PPATK setelah mencium indikasi penyelewengan oleh pimpinan di Badan Gizi Nasi...

news | 08:26 WIB

Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer menghadapi sidang vonis kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 dan gratifikasi di PN ...

news | 07:15 WIB

Anggota DPR RI Yan Mandenas meminta Kepala BGN baru Nanik S. Deyang fokus benahi distribusi dan kualitas program Makan B...

news | 06:00 WIB