Pemkot Jaksel Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Phb Setu Babakan, Upaya Cegah Kerusakan Tanggul

Pemkot Jaksel menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu serentak di Phb Setu Babakan besok. Simak alasan mengapa ikan ini dianggap merusak tanggul dan ekosistem.

Elara | MataMata.com
Kamis, 16 April 2026 | 11:15 WIB
Pemkot Jaksel Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Phb Setu Babakan, Upaya Cegah Kerusakan Tanggul

Pemkot Jaksel Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Phb Setu Babakan, Upaya Cegah Kerusakan Tanggul

matamata.com - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) bersiap menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara masif di saluran Penghubung (Phb) Setu Babakan, Jagakarsa, Jumat (17/4/2026). Aksi ini merupakan bagian dari gerakan serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta untuk menjaga ekosistem air dan infrastruktur tanggul.

Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan, Arief Prakoso, mengonfirmasi bahwa kegiatan akan dimulai pagi hari.

"Besok, rencana kegiatan operasi penangkapan ikan sapu-sapu serentak se-DKI Jakarta. Untuk wilayah Jakarta Selatan, pelaksanaan dipusatkan di saluran Phb Setu Babakan," ujar Arief saat dihubungi, Kamis (16/4/2026).

Operasi dijadwalkan mulai pukul 07.30 WIB, diawali dengan apel kesiapan. Prosedur penanganan meliputi penangkapan, pemusnahan, hingga penguburan hasil tangkapan. Langkah drastis ini diambil karena populasi ikan sapu-sapu yang tidak terkendali dinilai merusak lingkungan.

Selain bersifat invasif karena memakan telur ikan lain, ikan sapu-sapu juga kerap membuat lubang di dinding tanah yang berpotensi menghancurkan kekuatan tanggul saluran air.

"Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Sudin KPKP, PPISHP DKI, Sudin SDA, hingga petugas PPSU Kelurahan Srengseng Sawah dan UPK PBB Setu Babakan," tambah Arief.

Aksi bersih-bersih ini tidak hanya menyasar hama air, tetapi juga menjadi bagian dari normalisasi saluran. Petugas akan melakukan pengerukan lumpur dan pembersihan sampah sebagai langkah mitigasi menghadapi musim hujan yang diprediksi tiba pada September 2026 mendatang. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wamen LH Diaz Hendropriyono tinjau penanganan karhutla di Tanjung Jabung Timur, Jambi. Ia memuji taktik estafet air 11 k...

news | 11:34 WIB

Presiden Prabowo Subianto instruksikan Satgas PKH untuk menertibkan kawasan hutan dan tambang ilegal secara tegas, trans...

news | 10:15 WIB

Pemprov DKI Jakarta menjajaki kerja sama teknologi pengelolaan air bersih berbasis IoT dan AI dengan Shenzhen Water Grou...

news | 09:15 WIB

Kementerian Kebudayaan resmi mengumumkan 20 pemenang Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan untuk memperkuat memori...

news | 08:15 WIB

Wapres Gibran pastikan pembangunan 699 unit huntap di Tapanuli Selatan dimulai bulan ini untuk korban bencana hidrometeo...

news | 07:00 WIB