Pemkot Jaksel Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Phb Setu Babakan, Upaya Cegah Kerusakan Tanggul

Pemkot Jaksel menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu serentak di Phb Setu Babakan besok. Simak alasan mengapa ikan ini dianggap merusak tanggul dan ekosistem.

Elara | MataMata.com
Kamis, 16 April 2026 | 11:15 WIB
Bangkai ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) tergeletak di pinggir Sungai Cileungsi, kawasan Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/9/2023).

Bangkai ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) tergeletak di pinggir Sungai Cileungsi, kawasan Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/9/2023).

Matamata.com - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) bersiap menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara masif di saluran Penghubung (Phb) Setu Babakan, Jagakarsa, Jumat (17/4/2026). Aksi ini merupakan bagian dari gerakan serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta untuk menjaga ekosistem air dan infrastruktur tanggul.

Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan, Arief Prakoso, mengonfirmasi bahwa kegiatan akan dimulai pagi hari.

"Besok, rencana kegiatan operasi penangkapan ikan sapu-sapu serentak se-DKI Jakarta. Untuk wilayah Jakarta Selatan, pelaksanaan dipusatkan di saluran Phb Setu Babakan," ujar Arief saat dihubungi, Kamis (16/4/2026).

Operasi dijadwalkan mulai pukul 07.30 WIB, diawali dengan apel kesiapan. Prosedur penanganan meliputi penangkapan, pemusnahan, hingga penguburan hasil tangkapan. Langkah drastis ini diambil karena populasi ikan sapu-sapu yang tidak terkendali dinilai merusak lingkungan.

Selain bersifat invasif karena memakan telur ikan lain, ikan sapu-sapu juga kerap membuat lubang di dinding tanah yang berpotensi menghancurkan kekuatan tanggul saluran air.

"Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Sudin KPKP, PPISHP DKI, Sudin SDA, hingga petugas PPSU Kelurahan Srengseng Sawah dan UPK PBB Setu Babakan," tambah Arief.

Aksi bersih-bersih ini tidak hanya menyasar hama air, tetapi juga menjadi bagian dari normalisasi saluran. Petugas akan melakukan pengerukan lumpur dan pembersihan sampah sebagai langkah mitigasi menghadapi musim hujan yang diprediksi tiba pada September 2026 mendatang. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Perdagangan Budi Santoso siapkan 3 Permendag baru untuk ekspor CPO, batu bara, dan ferroalloy. Mulai 1 Januari 2...

news | 15:18 WIB

IHSG hari ini ambles lebih dari 4 persen ke level 5.694. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pemerintah tak siapkan int...

news | 14:18 WIB

Presiden ke-6 RI SBY menegaskan dalam Asia Grassroots Forum 2026 bahwa UMKM adalah agenda ekonomi strategis dan tameng u...

news | 13:41 WIB

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menemui Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Dili untuk mematangkan rencana kunjungan ...

news | 13:15 WIB

KPK menduga Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menerima aliran uang pemerasan pengurusan KITAS/KITAP ratusan ...

news | 11:57 WIB

Istana angkat bicara terkait penahanan Wamen Imipas Silmy Karim oleh KPK dan penetapan tersangka eks pimpinan BGN oleh K...

news | 10:45 WIB

KPK resmi menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim terkait kasus dugaan korupsi pengurusan...

news | 09:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto panggil BPKP dan PPATK setelah mencium indikasi penyelewengan oleh pimpinan di Badan Gizi Nasi...

news | 08:26 WIB

Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer menghadapi sidang vonis kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 dan gratifikasi di PN ...

news | 07:15 WIB

Anggota DPR RI Yan Mandenas meminta Kepala BGN baru Nanik S. Deyang fokus benahi distribusi dan kualitas program Makan B...

news | 06:00 WIB