Otorita IKN Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen Pegawai, Minta Masyarakat Waspada Hoaks

Otorita IKN menegaskan tidak ada rekrutmen pegawai saat ini. Simak kanal resmi dan nomor hotline pengaduan untuk menghindari hoaks lowongan kerja IKN.

Elara | MataMata.com
Senin, 13 April 2026 | 10:15 WIB
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik/Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw. ANTARA/HO-Dokumen Humas Otorita IKN

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik/Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw. ANTARA/HO-Dokumen Humas Otorita IKN

Matamata.com - Masyarakat diminta waspada dan tidak tergiur oleh kabar bohong terkait rekrutmen pegawai Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Informasi palsu tersebut marak beredar di media sosial dan berbagai kanal komunikasi lainnya tanpa melalui saluran resmi.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa saat ini pihaknya tidak tengah melakukan penerimaan pegawai.

"Saat ini kami tidak membuka rekrutmen atau penerimaan pegawai dalam bentuk apa pun," ujar Troy Pantouw di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (13/4/2026).

Peringatan ini dikeluarkan menyusul maraknya informasi lowongan kerja palsu serta manipulasi data yang mengatasnamakan Otorita IKN. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi informasi dan berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang memanfaatkan isu rekrutmen.

Troy menambahkan, Otorita IKN tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apa pun dalam proses seleksi. Selain itu, proses komunikasi resmi tidak akan pernah menggunakan kontak pribadi, baik melalui WhatsApp maupun email nonkorporat.

"Masyarakat juga diminta untuk tidak mengisi data pribadi pada tautan yang tidak berasal dari domain resmi ikn.go.id," tegasnya.

Bagi masyarakat yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut atau ingin melaporkan indikasi penipuan, Otorita IKN menyediakan kanal resmi melalui:

  • Situs pengaduan: lapor.go.id
  • Nomor Hotline: +62 811-5999-767

Saat ini ditemukan potensi penyalahgunaan atribut instansi seperti logo, foto pejabat, hingga visual infrastruktur IKN untuk menyesatkan publik. Otorita IKN memperingatkan pihak-pihak yang memanipulasi informasi tersebut untuk segera menghentikan aktivitasnya.

"Kami meminta pihak yang menyebarkan hoaks melalui berbagai kanal, termasuk yang menggunakan logo dan foto pejabat kami, untuk segera menurunkan (take down) konten palsu tersebut," kata Troy.

Ia menegaskan bahwa segala informasi yang beredar melalui poster atau pesan siaran di luar kanal resmi adalah hoaks dan di luar tanggung jawab Otorita IKN. Masyarakat diharapkan hanya merujuk pada informasi yang dirilis melalui kanal komunikasi resmi organisasi. (Antara)

Baca Juga: Lampaui Target! Belanja Masyarakat Awal 2026 Tembus Rp184 Triliun, Sektor Hiburan Laris Manis

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyita aset kripto Iran senilai Rp17,8 triliun. Menkeu AS Scott Bessent sebut siap inca...

news | 16:39 WIB

PBNU meminta masyarakat tidak memberi stigma negatif pada institusi pondok pesantren akibat kasus kekerasan seksual oleh...

news | 16:29 WIB

Gedung Putih menegaskan Presiden AS Donald Trump hanya akan menerima kesepakatan nuklir dengan Iran yang menguntungkan A...

news | 15:00 WIB

Menhan AS Pete Hegseth beri peringatan keras ke China di Shangri-La Dialogue. AS siap gelontorkan anggaran militer Rp26....

news | 14:57 WIB

Megawati Soekarnoputri diperkirakan hadir dalam Puncak Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Gedung Pancasila. ...

news | 14:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto tiba di Jakarta usai kunjungan kenegaraan ke Prancis. Indonesia sukses kantongi 4 kesepakatan ...

news | 14:11 WIB

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta mengungkap dua modus utama yang kerap digunakan calon jamaah haji nonp...

news | 13:59 WIB

Ratusan warga Teheran, Iran, konsisten turun ke jalan selama hampir 90 hari. Mereka menegaskan dukungan penuh pada pemer...

news | 13:53 WIB

Bareskrim Polri sidik dugaan manipulasi data ekspor (under invoicing) sawit oleh PT MMS. Kantor di Jakarta Utara dan gud...

news | 11:15 WIB

Iran menegaskan kesepakatan final dengan Amerika Serikat (AS) terganjal tuntutan berlebihan dari Washington. Simak krono...

news | 09:52 WIB