Film 'Pelangi di Mars' Jadi Tonggak Baru Film Fiksi Ilmiah Indonesia

Pelangi di Mars adalah film fiksi ilmiah Indonesia dengan visual memukau dan kolaborasi ratusan kreator yang menetapkan standar baru perfilman lokal.

Yohanes Endra | Rosiana Chozanah | MataMata.com
Kamis, 19 Maret 2026 | 06:31 WIB
Film Pelangi di Mars. (ist)

Film Pelangi di Mars. (ist)

Matamata.com - Industri perfilman Tanah Air kembali mencatat sejarah lewat hadirnya film Pelangi di Mars.

Film ini disebut-sebut sebagai salah satu karya fiksi ilmiah paling ambisius dengan visual memukau dan proses produksi panjang hingga enam tahun.

Sejak awal, film ini sudah tampil beda. Dunia Mars digarap detail dengan dukungan CGI dan VFX yang membuat penonton serasa ikut menjelajah planet merah.

Tak heran, banyak yang menyebut kualitas visualnya mendekati standar internasional.

Lebih dari sekadar efek keren, Pelangi di Mars lahir dari passion besar para kreatornya. Ratusan talenta dari berbagai daerah di Indonesia ikut terlibat, mulai dari animator, VFX artist, hingga tim teknis lintas bidang.

Kolaborasi masif ini membuat dunia yang dibangun terasa hidup dan kaya perspektif.

Menariknya, film ini juga memberi spotlight pada sosok di balik layar. Voice actor dan body actor ikut diapresiasi karena berhasil menghidupkan karakter non-manusia seperti robot.

Pendekatan ini jarang dilakukan, dan jadi bukti bahwa sebuah karakter bukan hanya soal visual, tapi juga performa.

Meski kuat di sisi teknis, film ini masih menyisakan ruang interpretasi dalam narasi. Beberapa elemen cerita sengaja dibiarkan terbuka, sehingga penonton bisa merenung setelah film berakhir.

Dengan segala pencapaian tersebut, Pelangi di Mars bukan sekadar tontonan, tapi juga penanda ambisi besar perfilman Indonesia.

Baca Juga: Vinicius Junior: Kemenangan atas Manchester City Jadi Titik Balik Real Madrid

Dedikasi, passion, dan kerja kolektif yang ditunjukkan membuktikan bahwa sinema lokal mampu melangkah ke standar baru yang lebih tinggi.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PLN segera memitigasi dampak pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa yang meresahka...

news | 17:12 WIB

Mendag Budi Santoso siapkan strategi jaga harga Minyakita tetap Rp15.700/liter dengan menggenjot distribusi BUMN Pangan ...

news | 15:37 WIB

Wamendagri Bima Arya menegaskan Gerakan Indonesia ASRI di Jayapura adalah arahan langsung Presiden Prabowo yang wajib di...

news | 14:08 WIB

Kementan pamerkan teknologi bioreaktor pengubah CPO menjadi bahan bakar nabati B100 di PENAS XVII Gorontalo sebagai lang...

news | 12:57 WIB

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie datangi Beijing untuk jawab langsung surat keluhan investor China kepada Presiden Prabow...

news | 12:26 WIB

PLN memastikan pasokan batu bara kalori menengah ke berbagai PLTU di Jawa berjalan lancar demi memulihkan sistem kelistr...

news | 11:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah membebaskan biaya BPHTB dan PBG guna menggenjot pembangunan perumahan subs...

news | 10:45 WIB

Pakar Hubungan Luar Negeri BPIP Darmansjah Djumala menilai agresi militer Israel ke Lebanon menjadi ganjalan serius bagi...

news | 09:30 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menjenguk ulama kharismatik NTB Tuan Guru Bagu di RSPPN Soedirman Jakarta. Gubernur NTB sebut...

news | 08:15 WIB

Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal siap hadiri Musyawarah SP Antara untuk bahas disrupsi digital dan gelombang PHK pek...

news | 07:15 WIB