Ketua Komisi III DPR Tegaskan Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Sudah Disepakati Seluruh Fraksi

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman tegaskan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 sudah final dalam APBN. Seluruh fraksi setuju, kini fokus pada pengawasan.

Elara | MataMata.com
Rabu, 04 Maret 2026 | 10:45 WIB
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. ANTARA/HO-DPR RI/am.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. ANTARA/HO-DPR RI/am.

Matamata.com - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan bahwa pembahasan mengenai persetujuan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2026 sudah selesai. Menurutnya, fokus DPR saat ini bukan lagi memperdebatkan nilai anggaran, melainkan mengawasi pelaksanaannya di lapangan.

Pernyataan ini merespons adanya sejumlah anggota DPR yang kembali mempersoalkan alokasi anggaran MBG. Habiburokhman memastikan bahwa anggaran tersebut telah disepakati bersama antara pemerintah dan DPR RI, baik untuk tahun anggaran 2025 maupun 2026.

"Sebagaimana yang tertuang dalam APBN, seluruh fraksi sudah bulat (setuju)," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Politikus Partai Gerindra ini juga mengingatkan rekan sejawatnya bahwa nilai seorang politisi terletak pada keberpihakan kepada rakyat kecil dan konsistensi sikap. Ia meminta agar tidak ada pihak yang bersuara hanya demi kepentingan popularitas sesaat.

"Jangan sampai sikap dan ucapan timbul karena nafsu cari panggung," tegasnya.

Menanggapi kritik mengenai masuknya MBG ke dalam pos anggaran pendidikan, Habiburokhman menjelaskan bahwa secara faktual hal itu memiliki landasan kuat. Ia beralasan, penerima manfaat MBG adalah para siswa yang merupakan elemen terpenting dalam sistem pendidikan nasional.

Lebih lanjut, ia menjamin tidak ada alokasi anggaran krusial yang dihapus demi MBG. Langkah yang diambil pemerintah dan DPR justru memangkas kegiatan-kegiatan yang dianggap tidak efisien dan rawan dikorupsi di sektor terkait.

"MBG adalah program terbaik dan sangat berguna untuk masa depan anak-anak kita. Sekarang tinggal kita awasi agar tidak ada penyimpangan," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementerian PU tuntaskan pembangunan dua dapur Makan Bergizi Gratis (SPPG) di PLBN Wini dan Motamasin, NTT, guna perkuat...

news | 13:26 WIB

Ketua DPR Puan Maharani meminta masyarakat menjaga etika dan kesantunan dalam mengkritik agar tidak berujung laporan pol...

news | 13:23 WIB

DPR RI resmi mengesahkan RUU Pelindungan Saksi dan Korban (PSDK) menjadi UU. Simak 5 poin penting mulai dari Dana Abadi ...

news | 13:00 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka mengkritik minimnya lampu penerangan dan pemeliharaan gedung saat meninjau Sentra Pendidik...

news | 12:07 WIB

China kecam penyitaan kapal kargo Iran oleh AS di Selat Hormuz. Di tengah ancaman bom Donald Trump, stabilitas energi gl...

news | 12:02 WIB

Kemenag menyiapkan 118 hotel di Madinah untuk jamaah haji gelombang pertama. Simak penjelasan mengenai skema penempatan ...

news | 10:15 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya membahas rekrutmen 30.000 manajer Koperasi Desa Merah Putih bersama Menkop Ferry Juliantono. T...

news | 09:30 WIB

Presiden AS Donald Trump ancam ledakkan banyak bom jika gencatan senjata dengan Iran yang berakhir 22 April tidak diperp...

news | 08:00 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,4-6% pada 2026 melalui strategi hilirisasi, penguatan ...

news | 07:15 WIB

Danantara meninjau proyek PSEL Palembang yang mencapai progres 81,94%. Target operasional Oktober 2026 untuk olah 1.000 ...

news | 06:00 WIB