Cegah Karhutla Meluas, Langit Riau Bakal "Diguyur" Belasan Ton Garam

Pemerintah Provinsi Riau menerima tambahan dukungan logistik sebanyak 15 ton garam semai untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Penambahan ini dilakukan guna memicu hujan buatan sebagai langkah preventif meminimalisir Kebakaran Hutan dan La

Elara | MataMata.com
Selasa, 24 Februari 2026 | 06:00 WIB
Pesawat bantuan BNPB untuk operasi modifikasi cuaca di Provinsi Riau dengan menebar garam di langit. ANTARA/HO-Pemprov Riau

Pesawat bantuan BNPB untuk operasi modifikasi cuaca di Provinsi Riau dengan menebar garam di langit. ANTARA/HO-Pemprov Riau

Matamata.com - Pemerintah Provinsi Riau menerima tambahan dukungan logistik sebanyak 15 ton garam semai untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Penambahan ini dilakukan guna memicu hujan buatan sebagai langkah preventif meminimalisir Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur, mengungkapkan bahwa sebelumnya Riau telah menerima bantuan awal sebanyak 8,5 ton garam dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Pada tahap awal, bantuan garam semai dari BNPB sebanyak 8,5 ton. Namun, kami baru saja kembali menerima tambahan bantuan sebanyak 15 ton,” ujar Jim Gafur di Pekanbaru, Senin (23/2/2026).

Fokus di Wilayah Pesisir Saat ini, kegiatan OMC masih diprioritaskan di wilayah pesisir Riau. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan di kawasan tersebut mulai menurun, ditambah dengan karakteristik wilayahnya yang didominasi lahan gambut yang rawan terbakar.

Pada Minggu (22/2), tim OMC telah menyemai 1 ton garam dalam satu kali penerbangan (sortie) di wilayah Kabupaten Siak.

Data Karhutla Terkini Hingga akhir Februari 2026, tercatat Karhutla telah muncul di 11 kabupaten/kota di Riau. Total luas lahan yang terbakar mencapai 1.041,74 hektare (Ha). Dari luasan tersebut, terpantau 1.849 titik panas (hotspot) dengan total 128 titik api (firespot).

Adapun 11 daerah terdampak meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Kota Dumai, dan Pekanbaru.

“Meski ditemukan titik api di 11 daerah, saat ini kondisi sudah berhasil ditangani oleh tim gabungan di lapangan. Faktor cuaca berupa hujan yang turun merata di Riau dalam beberapa hari terakhir juga sangat membantu proses pemadaman,” tutup Jim. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wapres Gibran Rakabuming Raka melepas 150 alumni LPDP Pejuang Digital untuk mempercepat transformasi teknologi di sekola...

news | 09:38 WIB

Polisi ungkap motif kasus penyiraman air keras di Tambun Bekasi. Pelaku PBU mengaku dendam sejak 2018 karena masalah sep...

news | 09:15 WIB

Kemensos menyalurkan bantuan Rp11,70 miliar untuk korban bencana di Agam, Sumbar. Bantuan mencakup jaminan hidup Rp1,45 ...

news | 08:15 WIB

KPK dalami aliran uang pendaftaran perangkat desa dalam kasus dugaan pemerasan Bupati Pati nonaktif Sudewo. Enam saksi d...

news | 07:00 WIB

Menko Muhaimin Iskandar mendorong BUMN gunakan dana CSR untuk cetak lulusan SMK berstandar global. Sebanyak 200 PMI resm...

news | 06:00 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB

Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan PBB untuk mempercepat pemulangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur akibat s...

news | 11:15 WIB