Menkes Budi Gunadi Tinjau RSUD Maba, Pastikan Kesiapan Layanan Kesehatan di Halmahera Timur

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, meninjau langsung infrastruktur RSUD Maba di Kabupaten Halmahera Timur, Jumat (31/1/2026).

Elara | MataMata.com
Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:15 WIB
Gubernur Sherly dampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung sejumlah unit layanan, mulai dari ruang rawat inap hingga fasilitas penunjang medis lainnya di RSUD Maba, Jumat (30/1/2026). ANTARA/HO- Humas Pemprov Malut

Gubernur Sherly dampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung sejumlah unit layanan, mulai dari ruang rawat inap hingga fasilitas penunjang medis lainnya di RSUD Maba, Jumat (30/1/2026). ANTARA/HO- Humas Pemprov Malut

Matamata.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, meninjau langsung infrastruktur RSUD Maba di Kabupaten Halmahera Timur, Jumat (31/1/2026).

Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan rumah sakit rujukan tersebut sebelum diresmikan dan dioperasikan secara penuh bagi masyarakat.

Gubernur Sherly Tjoanda menyatakan bahwa RSUD Maba merupakan rumah sakit tipe C dengan fasilitas gedung medis tiga lantai. Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Timur untuk memperluas akses kesehatan di wilayah pesisir dan kepulauan.

"Peninjauan ini untuk memastikan rumah sakit benar-benar siap memberikan layanan kepada masyarakat sebelum diresmikan," ujar Sherly di sela kunjungan kerja di Maba.

Dalam tinjauan tersebut, Menkes Budi Gunadi Sadikin memeriksa sejumlah unit layanan, mulai dari ruang rawat inap hingga fasilitas penunjang medis lainnya. Menkes menilai tata ruang dan alur pelayanan RSUD Maba telah memenuhi standar operasional.

“Hasil peninjauan saya, RSUD Maba ini bagus. Dari ruangan ke ruangan sudah tertata dengan baik,” ungkap Budi Gunadi.

Selain infrastruktur, Menkes menekankan pentingnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat akan mengirimkan tenaga medis melalui skema penugasan khusus selama satu tahun pada tahap awal operasional.

Di saat yang sama, Menkes mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan tenaga kesehatan lokal secara berkelanjutan, baik melalui rekrutmen maupun beasiswa pendidikan bagi putra-putri daerah.

“Tenaga medis akan ditugaskan dari pusat selama satu tahun. Sementara pemerintah daerah diharapkan proaktif menyiapkan SDM lokal agar ada kesinambungan mutu layanan,” tambahnya.

Terkait jadwal peresmian oleh Presiden, Menkes menyebutkan masih menunggu kepastian agenda resmi. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Kami masih menunggu jadwal dan kesiapan Bapak Presiden," pungkasnya.

Baca Juga: Hadirkan Program 'Ramadan Penuh Cinta', Deddy Mizwar Beri Tontonan Bermanfaat

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan layanan kesehatan berkualitas di Maluku Utara melalui tata kelola yang profesional. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah upaya pemenuhan hak dasar warga, bukan p...

news | 14:32 WIB

BPP HIPMI siap menjadi jembatan investasi dan transfer teknologi antara pengusaha muda Indonesia dengan Jerman menyusul ...

news | 10:55 WIB

China mendukung penuh kesepakatan damai tahap pertama antara AS dan Iran yang berujung pada pembukaan kembali Selat Horm...

news | 10:00 WIB

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono membantah kabur saat dialog di UGM berakhir ricuh. Ia mengaku sempat dilempar botol hi...

news | 09:15 WIB

Ketua MK Suhartoyo menegaskan putusan gugatan dana pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis target rampung Juli 202...

news | 08:30 WIB

Pemerintah tetapkan pagu indikatif Kementerian ESDM tahun anggaran 2027 sebesar Rp27,33 triliun. Simak rincian alokasi p...

news | 07:00 WIB

Jubir Kementerian ESDM Dwi Anggia angkat bicara terkait hoaks yang mencatut namanya soal kenaikan harga Pertamax dan Sol...

news | 06:00 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran Rp815,56 miliar dalam RAPBN 2027 untuk program kompor listrik demi me...

news | 17:24 WIB

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sukses menggagalkan 11.542 penindakan barang ilegal senilai Rp7,71 triliun hing...

news | 17:21 WIB

Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut koreksi IHSG hingga 40 persen membuat harga saham emiten RI sangat murah da...

news | 17:13 WIB