Prabowo Beri Arahan Geostrategi ke Pimpinan TNI di Istana Merdeka, Ini Poin Utamanya

Presiden Prabowo Subianto pimpin rapat terbatas bahas rencana geostrategi Indonesia bersama pimpinan TNI di Istana Merdeka. Simak detail arahannya.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:29 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat bersama sejumlah menteri dan pimpinan TNI di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/1/2025). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat bersama sejumlah menteri dan pimpinan TNI di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/1/2025). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis mengenai rencana geostrategi Indonesia ke depan dalam rapat terbatas bersama pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Pertahanan. Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pertemuan rutin tersebut dilakukan bertepatan dengan hari libur nasional peringatan Isra Mi'raj.

"Presiden Prabowo Subianto menerima pertemuan rutin bersama pejabat utama TNI, di antaranya Panglima dan Wakil Panglima TNI, serta Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, dan Udara," ujar Teddy saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Teddy menjelaskan, dalam kapasitasnya sebagai Panglima Tertinggi, Presiden menekankan arahan terkait strategi pertahanan dan keamanan serta rencana geostrategi mendatang. Meski demikian, detail spesifik mengenai rencana tersebut tidak diungkapkan ke publik.

Berdasarkan dokumentasi resmi Sekretariat Presiden, rapat dilakukan secara melingkar di meja bundar. Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Seskab Teddy Indra Wijaya.

Di hadapan Presiden, hadir sejumlah pimpinan teras TNI, termasuk Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI M. Tonny Harjono, dan Kasum TNI Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon. Sejumlah perwira tinggi dari jajaran asisten perencanaan dan anggaran tiap matra juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Sekretariat Presiden dalam siaran resminya menyatakan bahwa agenda ini merupakan bagian dari peran berkala Kepala Negara untuk menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional melalui komunikasi langsung dengan pimpinan militer.

"Presiden menekankan pentingnya sinergi lintas matra serta modernisasi pertahanan yang berkelanjutan demi kepentingan nasional," tulis keterangan resmi tersebut. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Partai Gema Bangsa resmi deklarasi dan menyatakan dukungan untuk Prabowo Subianto di Pilpres 2029. Simak alasan Ketum Ah...

news | 21:25 WIB

Pemerintah China mengecam keras kesepakatan dagang terbaru antara Amerika Serikat dan Taiwan....

news | 14:15 WIB

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkapkan bahwa sebanyak 33,2 persen dari total petugas haji tahun 1447 H/2026...

news | 13:00 WIB

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan (diklat) ca...

news | 12:00 WIB

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meyakini keberadaan Sekolah Rakyat (SR) berbasis asrama menjadi instrumen...

news | 11:00 WIB

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah untuk merevitalisasi Museum Situs Pasir Angin di Ka...

news | 10:15 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa negara akan memberikan gaji kepada para petani melalui s...

news | 09:15 WIB

Uni Eropa mendesak Israel untuk segera menghentikan proyek permukiman E1 di wilayah pendudukan Tepi Barat....

news | 08:00 WIB

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan akan mengoptimalkan penggunaan kanal Kawal Haji untuk menampung seluruh...

news | 07:00 WIB

Negara gugat 6 perusahaan senilai Rp4,8 triliun terkait kerusakan lingkungan di Sumut. Menteri LH Hanif Faisol tegaskan ...

news | 15:15 WIB