Cegah Gudang Ambles, Bulog Audit Ketat Kapasitas Gudang Sewa untuk Stok Beras Nasional

Perum Bulog siapkan tambahan gudang sewa kapasitas 2 juta ton untuk menyerap hasil panen raya 2026. Verifikasi kekuatan lantai dilakukan ketat demi keamanan stok.

Elara | MataMata.com
Senin, 12 Januari 2026 | 10:15 WIB
Cegah Gudang Ambles, Bulog Audit Ketat Kapasitas Gudang Sewa untuk Stok Beras Nasional

Cegah Gudang Ambles, Bulog Audit Ketat Kapasitas Gudang Sewa untuk Stok Beras Nasional

matamata.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan kesiapan gudang sewa berkapasitas dua juta ton untuk mendukung penyerapan hasil panen raya 2026 secara optimal. Setiap fasilitas penyimpanan akan melalui verifikasi kelayakan dan keamanan ketat sebelum digunakan.

Rizal menjelaskan bahwa tahapan survei mencakup aspek teknis yang mendalam, termasuk pengukuran kekuatan lantai gudang. Hal ini dilakukan untuk menjamin bangunan mampu menahan beban beras dalam jumlah besar.

"Kita ukur dulu kekuatan lantai gudangnya. Jangan sampai saat beras ditaruh, gudangnya malah amblas. Setelah yakin aman dan sesuai aturan, baru kita sewa," tegas Rizal di sela Rapat Kerja Nasional Bulog di Jakarta, Minggu (11/1).

Solusi Cepat Menjelang Puncak Panen Penyiapan gudang tambahan ini merupakan solusi strategis untuk menghadapi puncak panen pada Februari hingga April 2026.

Mengingat proyek pembangunan 100 gudang baru milik Bulog masih dalam tahap pengerjaan, pemanfaatan gudang sewa dan gudang filial menjadi langkah krusial agar hasil panen petani dapat terserap maksimal.

Hingga saat ini, Bulog telah memverifikasi gudang dengan total kapasitas sekitar 942.000 ton yang dinyatakan siap pakai. Selain itu, potensi tambahan kapasitas sebesar 600.000 ton telah dikonfirmasi, sehingga total kesiapan saat ini mencapai 1,5 juta ton.

"Target kami adalah menyiapkan kapasitas hingga dua juta ton. Pencarian gudang tambahan difokuskan pada semester pertama agar penyerapan tidak terkendala keterbatasan ruang penyimpanan," tambah Rizal.

Buka Peluang Kerja Sama Dalam upaya memperkuat logistik pangan nasional, Bulog membuka peluang kerja sama dengan pengusaha atau pihak swasta yang memiliki gudang representatif.

Syarat utamanya adalah memenuhi standar teknis dan ketentuan peraturan yang berlaku guna menjaga mutu beras tetap terjaga.

Langkah ini selaras dengan target pemerintah agar Perum Bulog mampu menyerap gabah setara beras hingga 4 juta ton pada tahun 2026. Dengan sistem pengelolaan logistik yang terukur, diharapkan stabilitas harga di tingkat petani tetap terlindungi selama masa panen raya. (Antara)

Baca Juga: Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Proyek Asal-asalan di Jabar Tidak Akan Dilunasi!

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bersama lintas kementerian membahas finalisasi Perpres Ojol. Regulasi ini fokus mengawal pembagian tarif 92 perse...

news | 15:51 WIB

PT Danantara Asset Management (DAM), entitas di bawah Danantara Indonesia, resmi mengambil alih empat perusahaan manajer...

news | 15:43 WIB

Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan eksepsi Dokter Tifa. Sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terk...

news | 14:48 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Istana belum membahas sosok pengganti Wamentan usai Sudaryo...

news | 14:33 WIB

BNN RI merampas aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus narkotika senilai Rp165 miliar. Kepala BNN Komjen Pol Suy...

news | 14:27 WIB