Trump Klaim Venezuela Bakal 'Borong' Produk AS Pakai Hasil Jualan Minyak

Presiden AS Donald Trump klaim kesepakatan minyak baru dengan Venezuela. Hasil penjualan minyak disebut akan digunakan hanya untuk membeli produk buatan AS.

Elara | MataMata.com
Kamis, 08 Januari 2026 | 09:15 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/aa.)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/aa.)

Matamata.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan adanya "kesepakatan" baru antara Washington dan Venezuela. Dalam pengumumannya, Trump menyebut negara Amerika Latin tersebut berkomitmen untuk hanya membeli produk buatan Amerika Serikat menggunakan pendapatan dari hasil penjualan minyak mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Rabu (8/1/2026) waktu setempat.

"Saya baru saja mendapat informasi bahwa Venezuela HANYA akan membeli produk buatan Amerika, dengan uang yang mereka terima dari kesepakatan minyak baru kami," tulis Trump.

Trump merinci bahwa pembelian tersebut akan mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari kebutuhan pokok hingga infrastruktur.

"Pembelian ini akan mencakup, antara lain produk pertanian Amerika, obat-obatan, alat kesehatan, serta peralatan buatan Amerika untuk meningkatkan jaringan listrik dan fasilitas energi Venezuela," jelasnya.

Menurut Trump, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Venezuela untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai mitra bisnis utama mereka. Ia menilai kesepakatan ini sebagai keputusan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

"Dengan kata lain, Venezuela berkomitmen untuk berbisnis dengan Amerika Serikat sebagai mitra utama mereka. Itu adalah pilihan yang bijaksana, dan hal yang baik bagi warga Venezuela maupun warga Amerika," imbuh Trump.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah Venezuela terkait detail kesepakatan yang diklaim oleh Trump tersebut. Kesepakatan ini dipandang banyak pihak sebagai perubahan arah kebijakan luar negeri AS terhadap Caracas yang selama bertahun-tahun berada di bawah sanksi berat. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemenhaj menegaskan Arab Saudi tidak menerbitkan visa furoda tahun ini. Wamenhaj Dahnil Anzar ingatkan masyarakat waspad...

news | 16:29 WIB

Menko PM Muhaimin Iskandar mengklaim stok pangan nasional di era Presiden Prabowo saat ini adalah yang terbesar dalam se...

news | 16:20 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempercepat pembukaan lowongan kerja Bea Cukai khusus lulusan SMA pada April 2026....

news | 15:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto akan membangun pusat pengolahan (refinery) untuk mengubah kelapa sawit dan minyak jelantah men...

news | 15:15 WIB

Presiden Prabowo berkomitmen menjaga rasio utang RI di level 40% dan defisit APBN 3%. Simak proyeksi ekonomi triwulan I-...

news | 11:32 WIB

Ketua Relawan PRIDE Anthony Leong menegaskan kritik kepada Presiden Prabowo harus lewat koridor konstitusi demi menjaga ...

news | 11:24 WIB

Kepala BGN Dadan Hindayana pastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) transparan dan diawasi ketat melalui mek...

news | 11:00 WIB

Indonesia dan India jajaki kerja sama pendidikan tinggi bisnis. Fokus pada program MBA, riset AI, dan transformasi digit...

news | 10:15 WIB

China menjadi tuan rumah pertemuan trilateral dengan Pakistan dan Afghanistan di Urumqi guna meredam konflik berdarah di...

news | 09:15 WIB

Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf pastikan kenaikan biaya penerbangan haji akibat harga avtur tidak akan dibebankan kepa...

news | 06:00 WIB