Stok Melimpah, Bulog Cianjur Pastikan Ketersediaan Beras Aman hingga Awal 2026

Perum Bulog Cabang Cianjur, Jawa Barat, menegaskan ketersediaan beras untuk masyarakat aman hingga memasuki awal 2026. Saat ini, Bulog mencatat stok sekitar 18 ribu ton, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga wilayah distribusi utama

Elara | MataMata.com
Rabu, 10 Desember 2025 | 15:00 WIB
Stok beras tertata rapi di gudang Bulog Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Ahmad Fikri

Stok beras tertata rapi di gudang Bulog Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Ahmad Fikri

Matamata.com - Perum Bulog Cabang Cianjur, Jawa Barat, menegaskan ketersediaan beras untuk masyarakat aman hingga memasuki awal 2026. Saat ini, Bulog mencatat stok sekitar 18 ribu ton, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga wilayah distribusi utama.

Wakil Kepala Cabang Bulog Cianjur, Jajang Nurohman, menyampaikan bahwa melimpahnya stok membuat pihaknya harus menambah ruang penyimpanan. Dua gudang induk yang ada hanya mampu menampung sekitar 4.000 ton, sehingga sebagian besar beras disimpan di gudang sewaan.

"Bulog harus menyewa gudang tambahan karena kapasitas dua gudang induk di Cianjur hanya dapat menampung sekitar 4 ribu ton, sehingga belasan ribu ton beras disimpan di gudang sewaan untuk menjaga kualitas dan distribusi," katanya.

Selain memastikan stok untuk kebutuhan harian masyarakat, Bulog juga menyiapkan pasokan untuk sejumlah program pemerintah, seperti bantuan pangan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta Gerakan Pangan Murah bersama Pemkab Cianjur.

Program-program tersebut dinilai penting untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus menjaga stabilitas harga beras.

"Program bantuan langsung ke masyarakat masih berjalan, ini sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan beras serta menekan kenaikan harga di pasaran," ujarnya.

Hingga Desember 2025, Bulog Cianjur telah menyerap gabah petani mencapai 59 ribu ton gabah kering panen (GKP) atau 139 persen dari target pusat yang ditetapkan sebesar 42 ribu ton. Pencapaian tersebut disebut berhasil diraih berkat kolaborasi bersama mitra dan para petani.

"Berbagai upaya dilakukan agar target serapan setiap tahunnya terpenuhi bahkan lebih seperti tahun sebelumnya. Kerja sama Bulog, mitra, dan petani akan terus dijalin," katanya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Otorita IKN (OIKN) memprioritaskan pembangunan gedung legislatif dan yudikatif pada 2026. Simak target pemindahan 4.000 ...

news | 13:15 WIB

Antisipasi krisis energi akibat blokade Selat Hormuz, Pemerintah Korea Selatan resmi terapkan sistem ganjil-genap kendar...

news | 12:15 WIB

Ombudsman RI meminta dukungan Komisi II DPR untuk realisasi anggaran pengawasan program prioritas seperti Makan Bergizi ...

news | 11:15 WIB

Menteri PPPA Arifah Fauzi meresmikan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kelurahan Donan, Cilacap. Simak fungsinya untuk pe...

news | 10:23 WIB

Presiden Prabowo Subianto berhasil mengantongi komitmen investasi sebesar Rp173 triliun dari Korea Selatan, mencakup sek...

news | 09:15 WIB

Menaker Yassierli tegaskan aturan WFH satu hari seminggu bagi karyawan swasta per 1 April 2026 hanya bersifat imbauan. S...

news | 08:15 WIB

Malaysia resmi berlakukan WFH bagi pegawai pemerintah mulai 15 April 2026 demi hemat BBM. Simak perbandingannya dengan k...

news | 07:15 WIB

Presiden Prabowo tiba di Jakarta usai lawatan ke Jepang & Korsel. Membawa komitmen investasi Rp380 triliun dan 10 MoU st...

news | 06:00 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea d...

news | 15:15 WIB

Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade dan Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan stok BBM nasional aman dan harga BBM subs...

news | 14:15 WIB