211 Titik Blank Spot di Sulsel Segera Teraliri Internet, Pemerintah Targetkan Aktivasi Akhir Tahun

Pemerintah akan mengaktifkan perangkat Very Small Aperture Terminal (VSAT), yakni stasiun bumi telekomunikasi berukuran kecil, untuk menghadirkan layanan internet data, suara, hingga video berbasis satelit di ratusan wilayah blank spot di Provinsi Su

Elara | MataMata.com
Jum'at, 05 Desember 2025 | 07:30 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal menjawab pertanyaan wartawan saat bincang-bincang di Warkop Panjul Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (4/12/2025).   ANTARA/Darwin Fatir.

Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal menjawab pertanyaan wartawan saat bincang-bincang di Warkop Panjul Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (4/12/2025). ANTARA/Darwin Fatir.

Matamata.com - Pemerintah akan mengaktifkan perangkat Very Small Aperture Terminal (VSAT), yakni stasiun bumi telekomunikasi berukuran kecil, untuk menghadirkan layanan internet data, suara, hingga video berbasis satelit di ratusan wilayah blank spot di Provinsi Sulawesi Selatan.

"Akhir tahun ini, atau awal tahun depan, Insya Allah akan terpasang tepatnya 211 titik di seluruh Sulawesi Selatan," ujar Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal di Makassar, Kamis.

Meski demikian, ia menegaskan tidak semua wilayah dapat dijangkau teknologi VSAT. Apabila masih terdapat titik yang tidak tersentuh, alternatif teknologi lain akan dipertimbangkan.

"Bisa saja dengan satelit Low Earth Orbit (LEO), hasil lelang pemerintah. Kalau itu sudah menjangkau semuanya, kita tidak perlu lagi perangkat komersil. Tapi selama pemerintah belum bisa menjamin konektivitas publik, kita harus mencari alternatif," katanya.

Syamsu Rizal yang akrab disapa Deng Ical menyampaikan bahwa perangkat Starlink sudah terpasang di lima titik di wilayah kategori 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), tepatnya di Kabupaten Kepulauan Selayar.

"Untuk luar Selayar, kemungkinan tahun depan bisa juga dipasangkan tergantung perkembangan dan kebutuhan. Intinya, orientasi utama kita adalah konektivitas warga," ucapnya.

Ia menjelaskan, Selayar diprioritaskan karena masih sulit dijangkau jaringan darat dan sangat membutuhkan konektivitas, terutama di area Balai Taman Nasional Taka Bonerate yang masih blank spot meski aktivitas ekonomi dan pariwisata terus berjalan.

Terkait pilihan perangkat yang akan digunakan pada titik-titik selanjutnya, Deng Ical memastikan pemerintah tidak hanya terpaku pada satu jenis teknologi.

"Tidak tertutup kemungkinan nanti ada perangkat komersial lain. Tidak harus satu model. Bisa saja nanti ada program dari Telkom atau kementerian lembaga lain," ujarnya.

Menurutnya, hasil koordinasi dengan sejumlah lembaga penyedia konektivitas seperti BAKTI, Telkom, dan anak perusahaannya menegaskan adanya komitmen berbagi peran agar pemerataan akses internet tetap berjalan.

Baca Juga: Wapres Gibran Janji Percepatan Penanganan Bencana di Sumut

Mantan Wakil Wali Kota Makassar itu menambahkan, VSAT memang ditujukan untuk mendukung konektivitas wilayah 3T. Namun, tidak semua lokasi bisa langsung dilayani karena terbatasnya infrastruktur pendukung seperti antena, BTS mini, hingga suplai listrik.

"Untuk beberapa lokasi kita membawa Starlink. Starlink ini relatif lebih kuat secara perangkat dan lebih independen. Jadi sambil menunggu kesiapan VSAT di daerah tertentu, kita menggunakan Starlink, karena program bantuannya tidak berbayar selama satu tahun," tutur Deng Ical. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meminta pemudik hubungi Hotline 110 jika ada gangguan keamanan. Polri juga gunakan S...

news | 14:52 WIB

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa s...

news | 14:49 WIB

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia menegaskan posisi Saudi yang memilih jalur diplomasi dalam konflik Timur Tengah dan men...

news | 12:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi keras kepada para pengusaha batu bara dan minyak sawit mentah (Crude Palm...

news | 07:00 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan kondisi ketahanan pangan nasional yang menguat signifikan kepa...

news | 06:45 WIB

Ahli forensik Rismon Sianipar mengakui keaslian ijazah Jokowi dan Gibran setelah penelitian 3 bulan. Ia mengajak Roy Sur...

news | 16:38 WIB

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menerima kunjungan Director of Public Policy Meta untuk Asia Te...

news | 16:34 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan defisit APBN 2026 bisa tembus di atas 3 persen PDB akibat lonjakan harga miny...

news | 14:15 WIB

Momen hangat Wapres Gibran Rakabuming memeluk Rismon Sianipar di Istana usai permohonan maaf terkait isu ijazah Jokowi. ...

news | 13:15 WIB

KPK ungkap modus Gus Alex (Stafsus Menag) yang arahkan pejabat Kemenag longgarkan aturan haji T0. Kerugian negara mencap...

news | 12:00 WIB