Mentan Amran Pastikan RI Siap Swasembada Beras di Akhir 2025

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia ditargetkan mencapai swasembada beras pada penghujung Desember 2025.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 21 November 2025 | 06:00 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). (ANTARA/Fathur Rochman)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). (ANTARA/Fathur Rochman)

Matamata.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia ditargetkan mencapai swasembada beras pada penghujung Desember 2025.

"Pangan kita khusus beras, insya Allah tanggal 31 Desember jam 12.00 WIB, kalau tidak ada aral melintang. 30 hari lebih, 40 hari ke depan, Indonesia swasembada pangan," ujar Amran usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Amran menjelaskan, capaian tersebut awalnya diprediksi membutuhkan waktu empat tahun. Namun berkat dukungan regulasi dan pendanaan, target itu kemudian dipangkas menjadi tiga tahun, dan akhirnya hanya satu tahun.

Ia menyebut percepatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional, terutama di komoditas beras.

Tak hanya fokus pada produksi padi, Amran menambahkan bahwa pemerintah juga menyiapkan pembangunan peternakan rakyat di sektor hulu.

Program tersebut mencakup penyediaan pabrik pakan dan fasilitas produksi day old chicks (DOC) demi menjaga stabilitas harga pakan, vaksin, dan obat-obatan bagi para peternak.

"Kami ingin memproduksi DOC untuk rakyat agar harga pakan, harga vaksin nanti stabil. Obat-obatan stabil untuk peternak seluruh Indonesia. Ada 3.700.000 peternak kita. Kita harus jaga mereka," kata dia.

Pemerintah, lanjut Amran, juga sedang merumuskan kebijakan harga pokok penjualan (HPP) serta rencana penetapan harga eceran tertinggi (HET) untuk pakan agar harga di tingkat peternak tetap terjaga.

Pada tahap awal, pabrik pakan akan dibangun di 12 lokasi dan dilanjutkan 18 lokasi pada fase berikutnya, dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp20 triliun.

"Sekali lagi ini dibangun untuk peternak-peternak kecil. Jadi ini dibangun untuk peternak-peternak kecil, untuk mendukung, mensupport peternak-peternak kecil," tegas Amran.

Baca Juga: Menkomdigi Tegaskan Siap Ikuti Aturan Larangan Thrifting di Media Sosial

Sebelumnya, Amran menyampaikan bahwa produksi beras hingga 9 Oktober 2025, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), telah menembus 33,1 juta ton.

"Januari - November (2025), perkiraan produksi kita yaitu 34 juta ton pada akhir tahun, (lebih tinggi) dibandingkan dengan tahun lalu, produksi kita 30 juta ton," ujarnya.

Ia menuturkan lonjakan produksi yang mencapai rekor tertinggi tersebut didorong oleh berbagai perbaikan, mulai dari penyaluran pupuk langsung ke petani, pembenahan irigasi, distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan), penyederhanaan regulasi, hingga percepatan pembukaan lahan sawah baru di sejumlah daerah. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea d...

news | 15:15 WIB

Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade dan Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan stok BBM nasional aman dan harga BBM subs...

news | 14:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian terbitkan SE terbaru soal aturan WFH ASN Pemda setiap hari Jumat. Simak daftar layanan yang teta...

news | 13:15 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman pastikan stok telur ayam ras surplus dan harga stabil. Presiden Prabowo akui pantau harga tel...

news | 12:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto disambut pelukan hangat oleh Presiden Korsel Lee Jae-myung di Blue House. Simak agenda kunjung...

news | 11:27 WIB

Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM nasional berjalan lancar dan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tidak m...

news | 10:15 WIB

KPK fokus panggil biro haji (PIHK) untuk mengejar pemulihan kerugian negara sebesar Rp622 miliar dalam kasus korupsi kuo...

news | 09:30 WIB

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengecam keras pengeroyokan warga Aceh di Polda Metro Jaya. Ia meminta Kapolri usut...

news | 08:15 WIB

Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin minta kebijakan WFH ASN setiap Jumat dievaluasi berkala agar tidak jadi ajang long...

news | 07:45 WIB

Indonesia menuntut PBB melakukan investigasi transparan atas serangan Israel di Lebanon yang menewaskan 3 prajurit TNI a...

news | 06:15 WIB