Yusril: Jepang Jadi Mitra Strategis Indonesia Perkuat Reformasi Hukum

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa Jepang merupakan mitra penting bagi Indonesia dalam meningkatkan tata kelola hukum, birokrasi, serta reformasi sistem pe

Elara | MataMata.com
Selasa, 18 November 2025 | 13:15 WIB
Yusril: Jepang Jadi Mitra Strategis Indonesia Perkuat Reformasi Hukum

Yusril: Jepang Jadi Mitra Strategis Indonesia Perkuat Reformasi Hukum

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa Jepang merupakan mitra penting bagi Indonesia dalam meningkatkan tata kelola hukum, birokrasi, serta reformasi sistem pemerintahan.

Pernyataan itu disampaikan Yusril usai bertemu dengan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) di Tokyo, Jepang, pada 17 November. Ia menilai Jepang memiliki rekam jejak panjang dalam membangun sistem hukum modern dan birokrasi yang efektif.

"Pengalaman itu sangat relevan bagi Indonesia yang sedang mempercepat reformasi hukum dan kelembagaan," ujar Yusril, seperti dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, kerja sama antara Indonesia dan Jepang sudah terjalin hampir delapan dekade sejak Indonesia meraih kemerdekaan.

Dalam pertemuan tersebut, Yusril juga memaparkan perkembangan restrukturisasi kelembagaan di Indonesia usai terbitnya Peraturan Presiden Nomor 139 dan 142 Tahun 2024. Kebijakan itu memisahkan fungsi Kementerian Hukum dan HAM menjadi tiga kementerian baru di bawah koordinasi Kemenko Kumham Imipas.

"Kemenko Kumham Imipas memiliki mandat untuk memastikan adanya sinkronisasi dan integrasi kebijakan lintas kementerian sesuai arah pembangunan nasional," ujarnya.

Karena itu, Yusril berharap kerja sama teknis JICA dapat diperluas untuk mendukung tiga kementerian baru tersebut, yakni Kementerian Hukum, Kementerian HAM, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Bentuk kolaborasi yang dibahas mencakup peningkatan kapasitas aparatur, program pelatihan, pertukaran keahlian, hingga kemungkinan penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) guna memperkuat kerja sama.

Selain JICA, Yusril juga bertemu dengan Kantor Paten Jepang (JPO) dan Menteri Kehakiman Jepang di kawasan pusat pemerintahan Tokyo. Rangkaian pertemuan itu bertujuan memperkuat hubungan bilateral kedua negara di sektor hukum dan tata kelola pemerintahan.

Dialog tersebut turut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kolaborasi di bidang hak kekayaan intelektual, dukungan untuk keanggotaan Indonesia di Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), hingga agenda reformasi kepolisian. (Antara)

Baca Juga: Korban Pengantin Pesanan di China, Reni Rahmawati Dipulangkan Setelah Resmi Bercerai

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

OJK kaji dampak usulan MSCI ubah status pasar saham Indonesia ke Standalone Market. OJK pastikan ketahanan perbankan nas...

news | 16:10 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman membagi tugas dua Wamentan, Alim Setiawan dan Saleh Mustafa, untuk mempercepat target swasemb...

news | 14:04 WIB

PT KCIC memastikan seluruh kegiatan operasional dan perawatan Kereta Cepat Whoosh kini 100% ditangani oleh SDM Indonesia...

news | 13:06 WIB

Hasil survei Adidaya Institute mencatat AHY sebagai Menko dengan kinerja terbaik (38,5%). Namun, 49,8% publik mendesak P...

news | 11:00 WIB

Anggota Komisi III DPR RI sebut Indonesia sudah darurat perundungan anak dan mendorong pengkajian serta pembentukan UU A...

news | 10:38 WIB