Prabowo Genjot Digitalisasi Pendidikan, Targetkan 1 Juta Smartboard Terpasang pada 2026

Presiden RI Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan memperluas Program Digitalisasi Pembelajaran pada tahun depan, dengan sasaran pemasangan sekitar 1 juta panel smartboard atau interactive flat panel (IFP) di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.

Elara | MataMata.com
Senin, 17 November 2025 | 15:30 WIB
Prabowo Genjot Digitalisasi Pendidikan, Targetkan 1 Juta Smartboard Terpasang pada 2026

Prabowo Genjot Digitalisasi Pendidikan, Targetkan 1 Juta Smartboard Terpasang pada 2026

matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan memperluas Program Digitalisasi Pembelajaran pada tahun depan, dengan sasaran pemasangan sekitar 1 juta panel smartboard atau interactive flat panel (IFP) di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.

Dalam peluncuran program tersebut di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin, Presiden menjelaskan bahwa langkah ini merupakan lanjutan dari percepatan distribusi perangkat yang sudah dimulai sejak pertengahan 2025.

“Berarti, tahun depan kita akan pasang InSya-Allah 1 juta panel, kira-kira,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo mengatakan sejumlah indikator keberhasilan program telah tampak, namun ia mengingatkan agar jajaran kementerian tidak cepat berpuas diri. Ia juga menegaskan perlunya memperkaya konten pembelajaran serta membuka akses terhadap berbagai materi pendidikan terbaik dari seluruh dunia.

Presiden turut menginstruksikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk membentuk tim khusus yang akan menilai dan menyesuaikan berbagai konten, termasuk animasi pendidikan internasional, agar relevan dengan kebutuhan peserta didik di Indonesia.

Menurut Prabowo, ketersediaan materi berkualitas dan akses teknologi yang merata merupakan unsur penting dalam membangun transformasi pendidikan nasional ke arah yang lebih modern dan inklusif.

Saat ini, pengiriman perangkat smartboard mencapai 215.572 unit, dengan 172.550 unit telah berada di sekolah dan 43.022 lainnya masih dalam proses distribusi. Pemerintah menargetkan seluruh perangkat sampai ke sekolah penerima paling lambat Desember 2025.

Di sisi lain, Kemendikdasmen telah melatih 64 ribu guru untuk memanfaatkan teknologi tersebut. Proses pendampingan turut diperkuat oleh 1.450 Pejuang Pendidikan Digital yang berperan sebagai mentor bagi sekolah dalam pengoperasian IFP dan platform Rumah Pendidikan.

Selain itu, para alumni LPDP juga terlibat sebagai fasilitator untuk mendukung penerapan pembelajaran interaktif di berbagai daerah. (Antara)

Baca Juga: Rencana Merger Grab dan GoTo, Ubah Gaya Hidup menjadi Praktis

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Delapan orang diperiksa intensif dan rua...

news | 11:23 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU PFII menjadi Undang-Undang. Beleid ini mengatur kawasan bebas pajak, lembag...

news | 11:19 WIB

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dike...

news | 09:52 WIB

Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari PWI Pusat terhadap pengacara berinisial HP terkait dugaan tinda...

news | 09:48 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia mengi...

news | 07:30 WIB