Program Makan Bergizi Gratis Serap Hingga Satu Juta Tenaga Kerja di Seluruh Indonesia

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan dampak ekonomi signifikan dengan menyerap sekitar 900 ribu hingga satu juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 17 Oktober 2025 | 10:15 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Serap Hingga Satu Juta Tenaga Kerja di Seluruh Indonesia

Program Makan Bergizi Gratis Serap Hingga Satu Juta Tenaga Kerja di Seluruh Indonesia

matamata.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan dampak ekonomi signifikan dengan menyerap sekitar 900 ribu hingga satu juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.

“Jumlah tenaga kerja yang terserap saya kira sekarang sudah hampir 900 ribu sampai 1 juta lewat program MBG,” ujar Dadan saat menjadi panelis dalam forum 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Optimism on 8% Economic Growth di Jakarta, Kamis (16/10).

Menurut Dadan, tenaga kerja tersebut tersebar di berbagai sektor, mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga pemasok bahan pangan yang mendukung jalannya program tersebut. Ia menambahkan, hingga saat ini sebanyak 11.918 SPPG telah beroperasi di 38 provinsi dan 509 kabupaten/kota.

“BGN sudah berhasil mengoperasikan 11.918 SPPG di 38 provinsi di 509 kabupaten/kota,” jelasnya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 450 ribu tenaga kerja terlibat langsung di SPPG, sementara sisanya bekerja sebagai pemasok bahan makanan.

“Dari segi tenaga kerja saja, sekarang sudah tercatat ada 450 ribu orang yang terlibat langsung di SPPG dan kemudian satu SPPG membutuhkan minimal 15 supplier, mulai dari beras, susu, ikan, ayam, dan lain-lain,” tambah Dadan.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa program Makan Bergizi Gratis memiliki potensi ekonomi yang besar, tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru di berbagai daerah.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta (15/10) mengungkapkan bahwa per 15 Oktober 2025, jumlah penerima manfaat program MBG telah mencapai 35,4 juta jiwa, hampir tujuh kali lipat populasi Singapura.

Presiden juga menyebutkan bahwa saat ini sebanyak 11.900 dapur telah beroperasi untuk memproduksi makanan dalam program tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan alasan menjadikan MBG sebagai program prioritas nasional. Ia mencontohkan negara seperti India dan Brasil yang telah lebih dulu menjalankan program makan siang gratis bagi anak-anak sekolah.

Baca Juga: Ratusan warga Kramatwatu Serang demo tolak truk ODOL melintas

“India pendapatan per kapitanya lebih rendah dari Indonesia, tetapi mereka sudah lebih dulu memberikan makan siang gratis untuk anak-anak sekolah. Brazil juga menjalankan program ini,” tutur Prabowo.

Ia menambahkan, pada tahun 2023 terdapat 77 negara yang telah menerapkan program makan siang gratis, dan Indonesia berkomitmen menjadi negara berikutnya yang menjalankan kebijakan serupa.
“Kami mulai merancang itu dan menjadikannya salah satu janji kampanye,” kata Presiden Prabowo. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bersama lintas kementerian membahas finalisasi Perpres Ojol. Regulasi ini fokus mengawal pembagian tarif 92 perse...

news | 15:51 WIB

PT Danantara Asset Management (DAM), entitas di bawah Danantara Indonesia, resmi mengambil alih empat perusahaan manajer...

news | 15:43 WIB

Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan eksepsi Dokter Tifa. Sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terk...

news | 14:48 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Istana belum membahas sosok pengganti Wamentan usai Sudaryo...

news | 14:33 WIB

BNN RI merampas aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus narkotika senilai Rp165 miliar. Kepala BNN Komjen Pol Suy...

news | 14:27 WIB