Menkomdigi: Sekolah Garuda Dorong Siswa Gali Potensi Sesuai Minat dan Bakat

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menilai keberadaan Sekolah Garuda memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan potensi peserta didik melalui penerapan kurikulum yang lebih spesifik dan berbasis minat serta bakat siswa.

Elara | MataMata.com
Rabu, 08 Oktober 2025 | 14:17 WIB
Menkomdigi: Sekolah Garuda Dorong Siswa Gali Potensi Sesuai Minat dan Bakat

Menkomdigi: Sekolah Garuda Dorong Siswa Gali Potensi Sesuai Minat dan Bakat

matamata.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menilai keberadaan Sekolah Garuda memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan potensi peserta didik melalui penerapan kurikulum yang lebih spesifik dan berbasis minat serta bakat siswa.

“Kami ingin kalau dengan perbaikan kurikulum mungkin nanti juga ada penambahan guru-guru dan fasilitas jika diperlukan, maka anak-anak ini yang saat ini potensinya belum terbuka seluruhnya bisa betul-betul maksimal,” ujar Meutya saat meninjau Sekolah Garuda di SMAN Siwalima Ambon, Maluku, Rabu.

Meutya menegaskan bahwa sistem pendidikan modern harus diarahkan pada pendekatan yang sesuai minat siswa agar mereka mampu mengembangkan potensi sejak dini.

“Ini adalah ciri-ciri pendidikan transformatif modern untuk kemudian anak-anak didiknya itu memilih spesifik apa yang mereka ingin tuju,” katanya.

Lebih jauh, ia menjelaskan fokus Sekolah Garuda juga diarahkan untuk memperkuat bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM), sebagai upaya menyiapkan generasi yang tangguh menghadapi era transformasi digital nasional.

Menkomdigi turut menyinggung data Human Capital Index yang menunjukkan bahwa rata-rata siswa Indonesia baru mengoptimalkan sekitar 54 persen dari potensi mereka. Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus peluang besar dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Ini lah mengapa Sekolah Garuda menjadi penting. Karena sayang sekali kita punya potensi sampai 100 persen tapi baru terbuka atau terakses 54 persen,” imbuhnya.

Program Sekolah Garuda sendiri merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, yang diluncurkan serentak di 16 lokasi di seluruh Indonesia pada Rabu. Dari jumlah tersebut, 12 sekolah merupakan Sekolah Garuda Transformasi—yakni pengembangan dari sekolah yang sudah ada—dan empat lainnya adalah Sekolah Garuda Baru yang dibangun dari awal.

Sekolah berasrama dengan fasilitas modern ini dirancang untuk mencetak lulusan yang siap melanjutkan studi ke perguruan tinggi unggulan, baik di dalam maupun luar negeri. Melalui program tersebut, pemerintah berharap mampu mempercepat pembangunan sumber daya manusia unggul sekaligus memutus rantai kemiskinan menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: BGN Hentikan Sementara SPPG yang Belum Penuhi Standar Operasional MBG

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Delapan orang diperiksa intensif dan rua...

news | 11:23 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU PFII menjadi Undang-Undang. Beleid ini mengatur kawasan bebas pajak, lembag...

news | 11:19 WIB

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dike...

news | 09:52 WIB

Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari PWI Pusat terhadap pengacara berinisial HP terkait dugaan tinda...

news | 09:48 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia mengi...

news | 07:30 WIB