Mendiktisaintek: Gerakan Mahasiswa Jadi Pengingat dan Kompas Bangsa

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menilai aksi demonstrasi mahasiswa dalam beberapa hari terakhir merupakan gerakan moral sekaligus kompas bagi bangsa dan penyelenggara negara.

Elara | MataMata.com
Selasa, 02 September 2025 | 18:54 WIB
Mendiktisaintek: Gerakan Mahasiswa Jadi Pengingat dan Kompas Bangsa

Mendiktisaintek: Gerakan Mahasiswa Jadi Pengingat dan Kompas Bangsa

matamata.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menilai aksi demonstrasi mahasiswa dalam beberapa hari terakhir merupakan gerakan moral sekaligus kompas bagi bangsa dan penyelenggara negara.

"Gerakan aksi mahasiswa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir harus dipandang sebagai bagian dari gerakan moral dan kompas bagi bangsa serta penyelenggara negara," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Brian menegaskan, penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional yang dijamin UUD 1945, sekaligus wujud kebebasan berpikir, berpendapat, dan berkumpul.

"Kemdiktisaintek meyakini bahwa suara mahasiswa adalah pengingat bagi semua pihak untuk menjalankan pemerintahan dengan kepekaan, empati terhadap persoalan rakyat, serta kemauan melakukan koreksi atas kebijakan yang belum sejalan dengan pemajuan kesejahteraan rakyat," katanya.

Ia menyampaikan, sejak 25 Agustus 2025, Kemdiktisaintek memberikan perhatian penuh pada kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi, baik terkait dinamika di DPR RI maupun tuntutan keadilan bagi korban demonstrasi.

"Kami berada dalam satu tarikan nafas dengan gerakan mahasiswa yang konsisten memperjuangkan keadilan," tambahnya.

Meski demikian, Brian menegaskan pihaknya menolak tindakan anarkis. "Pada saat yang sama, saya prihatin sekaligus mengutuk keras penjarahan dan provokasi destruktif yang merusak kohesi sosial serta mengganggu ketenangan publik," ucapnya.

Ia menekankan keselamatan mahasiswa harus menjadi prioritas, dengan penyampaian aspirasi yang berlangsung di ruang aman, khususnya lingkungan kampus, agar tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Saya juga mengajak para pimpinan perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk membuka ruang dialog, mendengarkan aspirasi mahasiswa secara langsung, dan menjadikan kampus sebagai contoh terbaik dalam merawat demokrasi yang sehat dan bermartabat, dengan selalu mengedepankan dialog dan langkah persuasif," tutup Brian Yuliarto. (Antara)

Baca Juga: Mendagri Tito Instruksikan Kepala Daerah Hentikan Kegiatan Seremonial yang Boros

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebut ulama sebagai lentera dan kompas bangsa saat menghadiri Ngaji Kebangsaan ber...

news | 13:12 WIB

Perum Bulog menjamin pasokan Minyakita seharga Rp15.700 per liter tetap aman dan diprioritaskan untuk pasar-pasar SP2KP....

news | 13:08 WIB

Film "People Pleaser" yang dibintangi Mawar De Jongh siap tayang 19 November 2026. Angkat cerita humor dan haru tentang ...

news | 10:15 WIB

Pelatih Singapura Gavin Lee mengakui keunggulan Timnas Indonesia usai kalah 0-2 di FIFA ASEAN Cup 2026. Simak evaluasi p...

news | 09:15 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan tidak ada perbedaan pemain lokal dan diaspora usai laga melawan Singapu...

news | 08:15 WIB