Ibas Dorong UMKM Gula Jawa Pacitan Tembus Pasar Digital

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) gula jawa di Desa Widoro, Kabupaten Pacitan, untuk memperluas pemasaran produk mereka ke luar daerah, termasuk melalui platform digital.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 08 Agustus 2025 | 17:31 WIB
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono ketika mengunjungi langsung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Gula Jawa di Desa Widoro, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kamis (7/8/2025). (ANTARA/HO-MPR)

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono ketika mengunjungi langsung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Gula Jawa di Desa Widoro, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kamis (7/8/2025). (ANTARA/HO-MPR)

Matamata.com - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) gula jawa di Desa Widoro, Kabupaten Pacitan, untuk memperluas pemasaran produk mereka ke luar daerah, termasuk melalui platform digital.

“Tak perlu pasang iklan berbayar, cukup tampilkan produk kemasan Bapak-Ibu dan sertakan nomor kontak, siapa tahu ada yang ingin memesan langsung,” kata Ibas dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (8/8).

Dukungan itu disampaikan saat dirinya mengunjungi langsung pelaku UMKM gula jawa di Desa Widoro, Kamis (7/8). Produk gula jawa di desa tersebut masih diproduksi secara tradisional oleh sekitar 20 pelaku usaha lokal.

Menurut Ibas, pengembangan UMKM tersebut bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga sekaligus memperkuat perekonomian desa.

"Usaha UMKM di Desa Widoro ini bisa menambah penghasilan panjenengan sedoyo (bapak/ibu semua) sekaligus menjadi kekuatan bersama. Apalagi kawasan ini dekat dengan banyak tempat wisata yang sering didatangi tamu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa produk lokal seperti gula jawa tidak hanya mengenalkan daerah ke khalayak luar, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi secara tepat.

“Produk seperti gula jawa dari masyarakat sini juga ikut memperkenalkan daerah dan menyehatkan pengunjung jika dikonsumsi sesuai. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak-Ibu yang telah mengembangkan UMKM ini," katanya.

Ibas juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengemasan dan promosi produk guna meningkatkan nilai jual. Dia mendorong keterlibatan aktif Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian Kabupaten Pacitan dalam mendukung pengembangan UMKM setempat.

“Pengemasan yang rapi, menarik, dan ukurannya sesuai akan meningkatkan nilai jual. Ini bisa menjadi salah satu cara bagi ibu-ibu UMKM gula jawa di Desa Widoro untuk terus mengembangkan usahanya. Setuju nggih,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para pelaku usaha untuk tetap menjaga kualitas dan mutu produk gula jawa sebagai ciri khas desa.

Baca Juga: KPAI Desak Pemerintah Tutup Gim Kekerasan: Anak Bisa Jadi Korban Nyata

“Bapak-Ibu semuanya yang sudah mengembangkan UMKM ini, saya hanya ingin mengingatkan tolong kualitasnya dipertahankan jangan sampai tidak sesuai,” ujarnya. “Karena berbagai khasiat dari gula jawa yang berasal dari tanaman alami akan menjadi bermanfaat dan juga supaya tidak menjadi permasalahan di kemudian hari.”

Menurut dia, pembangunan ekonomi desa harus menjadi tanggung jawab bersama, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah.

“Kita bantu Kepala Desa, Pak Camat, Pak Bupati serta anggota DPRD, DPR RI dan pemerintahan yang ada tingkat pusat supaya kita bisa membantu membangun perekonomian kemasyarakatan di tingkat desa," katanya.

Dalam dialog bersama warga, Ibas juga menerima masukan terkait persoalan fluktuasi harga gula jawa di pasaran, yang kerap menyulitkan pelaku UMKM dalam menentukan harga jual.

Sebagai bentuk dukungan nyata, putra bungsu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu turut mencoba proses pembuatan gula jawa secara langsung di salah satu rumah produksi. Ia juga menyerahkan bantuan peralatan produksi dan sembako kepada masyarakat Desa Widoro. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemensos siap meluluskan 453 siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat tahun ini. Simak target ambisius pemerintah tampung 5...

news | 16:12 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengumumkan realisasi anggaran revitalisasi sekolah 2026 telah mencapai Rp2,6 triliun. Simak st...

news | 15:08 WIB

Menteri LH Jumhur Hidayat mendorong PSEL Palembang mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari. Proyek yang ditargetkan ra...

news | 15:00 WIB

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendesak Kemenag memperketat izin dan pengawasan pesantren buntut kasus keker...

news | 14:06 WIB

TNI AD dan Kemenko Pangan resmi berkolaborasi dalam mengelola sampah nasional. KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak soroti d...

news | 12:55 WIB

Menag Nasaruddin Umar menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan seksual di pesantren. Kemenag bentuk Satuan P...

news | 12:26 WIB

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat sektor industri pengolahan seperti nikel dan aluminium mendominasi 82,25% pa...

news | 11:56 WIB

Pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia melonjak tajam. Wamenaker Afriansyah Noor tegaskan komitmen Kemnaker siapkan S...

news | 11:46 WIB

KPK terus mendalami kasus korupsi Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq. Penyidik kini fokus menelusuri transaksi penu...

news | 09:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto merestui 7 strategi Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat nilai tukar rupiah, termasuk membatas...

news | 08:15 WIB