KPAI Desak Pemerintah Tutup Gim Kekerasan: Anak Bisa Jadi Korban Nyata

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pemerintah untuk segera memblokir sejumlah gim online yang memuat unsur kekerasan karena dinilai membahayakan perkembangan psikologis anak.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 08 Agustus 2025 | 14:23 WIB
Anggota KPAI Diyah Puspitarini. ANTARA/Anita Permata Dewi

Anggota KPAI Diyah Puspitarini. ANTARA/Anita Permata Dewi

Matamata.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pemerintah untuk segera memblokir sejumlah gim online yang memuat unsur kekerasan karena dinilai membahayakan perkembangan psikologis anak.

"Sebagai pengampu kluster anak korban kekerasan psikis di KPAI, saya sangat setuju jika pemerintah memblokir beberapa gim online yang mengandung unsur kekerasan," ujar Anggota KPAI, Diyah Puspitarini, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (8/8).

Diyah mengungkapkan bahwa pihaknya telah bersurat kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sejak tahun 2023 untuk meminta pemblokiran terhadap gim-gim yang dinilai berbahaya bagi anak-anak.

"KPAI pernah bersurat kepada Kemkominfo untuk pemblokiran gim online yang mengandung unsur kekerasan dan judi online. Salah satunya yang mengandung unsur kekerasan, Roblox, Freefire," jelasnya.

Menurutnya, beberapa gim tersebut dapat memicu perilaku kekerasan pada anak, bahkan hingga pada titik ekstrem. “Bahkan, ada salah satu kasus anak mengakhiri hidup, yang sebelumnya kecanduan Roblox,” ungkap Diyah.

Senada dengan itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti juga memperingatkan bahaya dari permainan semacam Roblox dan melarang siswa untuk memainkannya karena sarat dengan konten kekerasan.

"Kalau main HP tidak boleh menonton kekerasan, yang di situ ada berantemnya, di situ ada kata-kata yang jelek-jelek, jangan nonton yang tidak berguna ya. Nah yang main blok-blok (Roblox) tadi itu jangan main ya, karena itu tidak baik ya," pesan Abdul Mu’ti kepada para siswa. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Konferensi Tinjauan ke-11 Perjanjian Nuklir NPT berakhir tanpa kesepakatan. Sekjen PBB Antonio Guterres ungkap kekecewaa...

news | 13:57 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan di tengah konflik geopolitik global s...

news | 13:53 WIB

Presiden Prabowo Subianto dengan tegas meminta Kabinet Merah Putih menghentikan pembangunan kantor mewah dan mengalihkan...

news | 13:51 WIB

China kritik keras rencana Jepang menaikkan anggaran pertahanan hingga 5 persen PDB dan menolak pengerahan sistem rudal ...

news | 13:47 WIB

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung panen raya udang di BUBK Kebumen dengan Maung Garuda. Proyek strategis ini s...

news | 11:45 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah memperkuat literasi digital dan mengaudit pemblokiran situs judi online s...

news | 13:27 WIB

Kementerian ESDM mencatat PNBP sektor minerba tembus Rp56 triliun per 15 Mei 2026 berkat hilirisasi proyek smelter Freep...

news | 13:24 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) merespons langsung demonstrasi JMI terkait dugaan penyimpangan pengadaan Program Makan Bergizi...

news | 13:18 WIB

Komisi I DPR RI mengapresiasi langkah cepat Kemlu RI dan pemerintah Turki dalam membebaskan 9 WNI relawan kemanusiaan Ga...

news | 12:00 WIB

Kementerian HAM menyiapkan program beasiswa peliputan dan penguatan perlindungan bagi jurnalis sepanjang 2026 demi mengi...

news | 11:32 WIB