China Dukung Perundingan AS-Iran di Swiss demi Stabilitas Timur Tengah

Perundingan damai Iran dan AS di Swiss sempat diwarnai aksi walk out akibat ancaman Donald Trump. Namun, Menlu Iran sebut ada kemajuan besar berkat mediasi Pakistan-Qatar, mendapat dukungan penuh dari China.

Elara | MataMata.com
Selasa, 23 Juni 2026 | 07:15 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (22/6/2026). /ANTARA/Desca Lidya Natalia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (22/6/2026). /ANTARA/Desca Lidya Natalia.

Matamata.com - Pemerintah China menyatakan dukungan penuh atas kelanjutan perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang tengah berlangsung di Swiss. Beijing berharap kedua negara dapat terus berdialog, mempersempit perbedaan, dan mencapai kesepakatan konkret demi perdamaian kawasan.

"China mendukung upaya mediasi oleh pihak-pihak terkait, termasuk Pakistan dan Qatar. Kami berharap Iran dan AS terus melanjutkan pembicaraan, mempersempit perbedaan lebih lanjut, dan berupaya mencapai kemajuan yang baik dalam negosiasi mereka," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing, Senin (22/6/2026).

Pernyataan dukungan dari Beijing ini mengemuka di tengah berjalannya negosiasi intensif antara delegasi Iran dan AS di resor Burgenstock, Pegunungan Alpen, Swiss.

Pembicaraan yang dimulai sejak Minggu (21/6/2026) ini merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang bertujuan membuka jalan bagi penghentian permanen konflik melibatkan AS, Israel, dan Iran.

Sebelumnya pada 14 Juni, lewat mediasi Pakistan, Iran dan AS telah menyepakati 14 poin kesepahaman untuk mengakhiri konflik. MoU tersebut resmi berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.

Poin-poin krusial dalam kesepakatan tersebut mencakup penghentian permusuhan di seluruh front (termasuk Lebanon), pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran.

Kendati demikian, proses diplomasi di Swiss sempat berjalan alot dan diwarnai ketegangan. Pada hari pertama perundingan, Trump dilaporkan melontarkan ancaman akan kembali menyerang Iran jika Teheran gagal membujuk kelompok pro-Iran di Lebanon untuk menghentikan aksinya.

"Kami mungkin akan mengambil alih selat itu (Selat Hormuz) jika diperlukan," cetus Trump dalam wawancara bersama Fox News.

Pernyataan provokatif tersebut sempat memicu protes keras dari delegasi Teheran yang berujung aksi walk out (meninggalkan ruang sidang). Ketua tim negosiasi Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, langsung mendesak AS agar lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan yang dapat merusak proses diplomasi.

Meski sempat memanas, situasi berhasil diredam oleh pihak mediator. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Senin (22/6/2026) memastikan bahwa perundingan telah kembali berjalan dan menunjukkan kemajuan yang signifikan, khususnya dalam upaya mengakhiri konflik di Lebanon serta memulihkan perekonomian Iran.

Baca Juga: Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG, Bahan Baku Plastik, dan Suku Cadang Pesawat

"Mediasi tanpa henti dari Pakistan dan Qatar telah menghasilkan kemajuan besar untuk mengakhiri Perang Lebanon. Pembatasan terhadap ekspor minyak dan petrokimia dicabut, blokade diakhiri, sebagian aset yang dibekukan dilepaskan, dan program rekonstruksi besar diluncurkan untuk Iran," tulis Araghchi melalui akun resminya di platform X.

Dalam pernyataan bersama, Pakistan dan Qatar mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah sepakat membentuk mekanisme koordinasi bersama yang melibatkan Pemerintah Lebanon. Mekanisme ini dibentuk untuk memastikan kepatuhan total terhadap penghentian operasi militer di lapangan.

"Ujian nyata pertama: mekanisme koordinasi Lebanon," tegas Araghchi menutup pernyataannya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja satu hari ke Jawa Timur untuk meresmikan 1.151 km proyek Jalan Daera...

news | 11:15 WIB

Lionel Messi resmi memecahkan rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia usai mencet...

news | 08:15 WIB

Pemerintah resmi membebaskan bea masuk impor LPG industri, bahan baku plastik, dan suku cadang pesawat menjadi 0% demi t...

news | 06:00 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PLN segera memitigasi dampak pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa yang meresahka...

news | 17:12 WIB

Mendag Budi Santoso siapkan strategi jaga harga Minyakita tetap Rp15.700/liter dengan menggenjot distribusi BUMN Pangan ...

news | 15:37 WIB

Wamendagri Bima Arya menegaskan Gerakan Indonesia ASRI di Jayapura adalah arahan langsung Presiden Prabowo yang wajib di...

news | 14:08 WIB

Kementan pamerkan teknologi bioreaktor pengubah CPO menjadi bahan bakar nabati B100 di PENAS XVII Gorontalo sebagai lang...

news | 12:57 WIB

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie datangi Beijing untuk jawab langsung surat keluhan investor China kepada Presiden Prabow...

news | 12:26 WIB

PLN memastikan pasokan batu bara kalori menengah ke berbagai PLTU di Jawa berjalan lancar demi memulihkan sistem kelistr...

news | 11:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah membebaskan biaya BPHTB dan PBG guna menggenjot pembangunan perumahan subs...

news | 10:45 WIB