Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG, Bahan Baku Plastik, dan Suku Cadang Pesawat

Pemerintah resmi membebaskan bea masuk impor LPG industri, bahan baku plastik, dan suku cadang pesawat menjadi 0% demi tekan inflasi dan biaya produksi.

Elara | MataMata.com
Selasa, 23 Juni 2026 | 06:00 WIB
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG, Bahan Baku Plastik, dan Suku Cadang Pesawat

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG, Bahan Baku Plastik, dan Suku Cadang Pesawat

matamata.com - Pemerintah resmi membebaskan bea masuk impor liquefied petroleum gas (LPG) untuk industri petrokimia, bahan baku plastik, serta suku cadang pesawat. Kebijakan ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi semester II-2026 untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk menekan biaya produksi domestik. Selain itu, insentif ini diharapkan membantu pelaku industri mendapatkan pasokan bahan baku alternatif pengganti nafta yang harganya sedang melambung.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, di tengah ketidakpastian situasi global, pemerintah memberikan insentif berupa Bea Masuk 0 persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia dan bahan baku plastik," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Melalui kebijakan ini, pemerintah memangkas tarif bea masuk impor LPG dari yang semula 5 persen menjadi 0 persen. Langkah agresif ini dilakukan demi meredam lonjakan harga komoditas energi akibat konflik yang berkecamuk di Timur Tengah.

Airlangga optimistis stimulus ini akan memberikan dampak instan bagi perekonomian nasional. Pemerintah memproyeksikan nilai manfaat ekonomi dari kebijakan ini mencapai Rp2,25 triliun.

“Dengan Bea Masuk 0 persen ini, diharapkan bisa mengurangi beban biaya (cost) industri terkait, sehingga menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang kuat bagi sektor ekonomi,” tambahnya.

Tidak hanya LPG, pembebasan bea masuk untuk bahan baku plastik juga diharapkan mampu mengendalikan inflasi. Pasalnya, plastik merupakan komponen utama dalam kemasan industri makanan dan minuman.

Saat ini, harga jual produk plastik dalam negeri ikut terkerek akibat kenaikan harga nafta—produk turunan minyak yang menjadi bahan baku utama plastik.

"Pemerintah berharap kebijakan bahan baku plastik 0 persen ini bisa membantu meredam inflasi, terutama karena hampir seluruh kemasan makanan menggunakan plastik. Kita lakukan ini sambil memantau perkembangan situasi global," jelas Airlangga.

Sebagai pelengkap paket stimulus semester II-2026, pemerintah turut membebaskan bea masuk impor suku cadang pesawat. Kebijakan ini dirancang khusus untuk menggairahkan kembali industri penerbangan nasional dan sektor Maintenance, Repair, and Operations (MRO).

Baca Juga: Puan Minta PLN Mitigasi Dampak Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa

“Pemerintah juga mendorong bea masuk impor suku cadang pesawat diturunkan menjadi 0 persen. Langkah ini diambil untuk mendukung industri penerbangan dan meningkatkan daya saing industri MRO kita di kancah internasional," pungkas Airlangga. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Lanal Gorontalo dan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan 3 ton sianida asal Filipina yang diduga hendak dipasok ke tamba...

news | 14:37 WIB

BRIN paparkan inovasi mesin kain limbah daun nanas dan sepatu murah untuk siswa kurang mampu dalam ratas industri teksti...

news | 13:45 WIB

DPR RI menugaskan Komisi I untuk membahas Surat Presiden Prabowo Subianto terkait pertimbangan calon Dubes LBBP negara s...

news | 12:42 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menggelar pertemuan dengan Dubes Jepang Ueno Atsushi untuk membahas kerja sama pertahanan, ke...

news | 11:15 WIB

Pemerintah bersama PGN mempercepat perluasan jaringan gas bumi (jargas) di Gresik dan Sidoarjo untuk menekan impor LPG d...

news | 10:00 WIB