Menpora Erick Thohir: Nobar Piala Dunia 2026 Gerakkan Ekonomi dan UMKM

Menpora Erick Thohir menyebut ada 7.200 titik nobar Piala Dunia 2026 di Indonesia yang sukses menggerakkan ekonomi daerah dan melibatkan sektor UMKM.

Elara | MataMata.com
Selasa, 23 Juni 2026 | 15:11 WIB
Menpora Erick Thohir: Nobar Piala Dunia 2026 Gerakkan Ekonomi dan UMKM

Menpora Erick Thohir: Nobar Piala Dunia 2026 Gerakkan Ekonomi dan UMKM

matamata.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menyatakan bahwa kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 bukan sekadar sarana hiburan. Kegiatan tersebut terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM.

Erick mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, saat ini telah tersedia sekitar 7.200 titik nobar resmi yang tersebar di berbagai wilayah tanah air.

"Saya sangat senang diundang TVRI untuk mengikuti nobar Piala Dunia antara Argentina melawan Austria ini. Kemenpora sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden yang memberikan hiburan untuk masyarakat. Saya yakin dengan adanya nobar, aktivitas ekonomi dapat tumbuh secara menyeluruh di berbagai tempat," ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Melihat besarnya potensi ekonomi tersebut, Kemenpora bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Erick meminta para kepala daerah untuk aktif memfasilitasi ruang publik sebagai lokasi nobar dengan melibatkan pelaku usaha lokal.

"Sekarang titik nobar sudah mencapai 7.200. Artinya, ini sebuah kegiatan yang positif. Karena itu, Kemenpora juga telah meminta kepada Kemendagri agar para kepala daerah berupaya menyelenggarakan kegiatan nobar yang mendukung pertumbuhan ekonomi dengan melibatkan UMKM," tambahnya.

Menurut Erick, industri olahraga telah menjelma menjadi salah satu motor penggerak roda ekonomi yang kuat. Ia mencontohkan tingginya tingkat keterisian stadion selama turnamen berlangsung, yang linear dengan perputaran uang di sekitar lokasi acara.

"Piala Dunia itu sesuatu yang luar biasa. Saya melihat tingkat kehadiran penonton di stadion bisa mencapai 96,5 persen. Kita bisa melihat bagaimana ekonomi di sekitar kegiatan olahraga ikut bergerak," kata Erick menjelaskan dampak globalnya.

Ke depan, Kemenpora berkomitmen untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap tayangan olahraga berkualitas melalui televisi nasional. Salah satu langkah konkretnya adalah menjajaki peluang penayangan kompetisi olahraga domestik yang lebih masif di TVRI.

"Kemenpora tentunya akan mencari solusi. Siapa tahu kita bisa bekerja sama untuk menyiarkan pertandingan olahraga lebih banyak. Kita akan cari jalan juga agar pertandingan olahraga nasional bisa hadir di TVRI, kita cari sponsornya sama-sama," pungkasnya. (Antara)

Baca Juga: Wamentan Sudaryono Tegaskan Bantuan Pertanian Gratis, Minta Petani Laporkan Pungli

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bersama lintas kementerian membahas finalisasi Perpres Ojol. Regulasi ini fokus mengawal pembagian tarif 92 perse...

news | 15:51 WIB

PT Danantara Asset Management (DAM), entitas di bawah Danantara Indonesia, resmi mengambil alih empat perusahaan manajer...

news | 15:43 WIB

Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan eksepsi Dokter Tifa. Sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terk...

news | 14:48 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Istana belum membahas sosok pengganti Wamentan usai Sudaryo...

news | 14:33 WIB

BNN RI merampas aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus narkotika senilai Rp165 miliar. Kepala BNN Komjen Pol Suy...

news | 14:27 WIB