3 Ton Sianida Asal Filipina Diduga Pasok Tambang Emas Ilegal di 3 Provinsi

Lanal Gorontalo dan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan 3 ton sianida asal Filipina yang diduga hendak dipasok ke tambang emas ilegal di tiga provinsi Sulawesi.

Elara | MataMata.com
Selasa, 22 September 2026 | 14:37 WIB
3 Ton Sianida Asal Filipina Diduga Pasok Tambang Emas Ilegal di 3 Provinsi

3 Ton Sianida Asal Filipina Diduga Pasok Tambang Emas Ilegal di 3 Provinsi

matamata.com - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo mengamankan tiga ton sianida ilegal asal Filipina di perairan Gorontalo Utara. Bahan kimia berbahaya tersebut diduga kuat hendak didistribusikan untuk mendukung aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

Komandan Lanal Gorontalo, Letkol Marinir Andi Arif Mangkubumi, menyatakan dugaan ini didasari oleh pola penyelundupan terdahulu dan karakteristik penggunaan sianida pada tambang emas ilegal di kawasan tersebut.

"Dugaan sementara, sianida ini ditujukan ke tambang ilegal atau PETI di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah," ujar Andi dalam konferensi pers di Gorontalo, Selasa (22/9).

Andi menjelaskan bahwa sekitar 99 persen sianida dengan merek tersebut biasa digunakan oleh penambang emas ilegal dalam proses pengolahan hasil tambang. Tingginya kebutuhan penambang dan motif ekonomi disinyalir menjadi pemicu utama maraknya penyelundupan bahan beracun ini.

"Aparat akan terus menelusuri jaringan penyelundupan ini secara berkelanjutan untuk mengungkap aktor utama di balik pengiriman bahan berbahaya tersebut," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Gorontalo, Kombes Pol. Devy Firmansyah, mengungkapkan bahwa kelangkaan pasokan sianida di pasaran membuat nilai jualnya melonjak drastis.

"Dari informasi yang kami dapatkan di lapangan, barang ini sedang langka sehingga harganya di pasaran sangat fantastis," kata Devy.

Giat penindakan ini merupakan hasil kerja sama Lanal Gorontalo dan Bea Cukai Gorontalo. Tim gabungan menggagalkan pengiriman tiga ton sianida tersebut pada Senin (21/9) sekitar pukul 02.30 WITA di sekitar perairan Pulau Bugisa dan Pulau Lampu, Kabupaten Gorontalo Utara. (Antara)

 

Baca Juga: BRIN Ikut Ratas Presiden Prabowo, Bawa Riset Tekstil dan Sepatu Nasional

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Lanal Gorontalo dan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan 3 ton sianida asal Filipina yang diduga hendak dipasok ke tamba...

news | 14:37 WIB

BRIN paparkan inovasi mesin kain limbah daun nanas dan sepatu murah untuk siswa kurang mampu dalam ratas industri teksti...

news | 13:45 WIB

DPR RI menugaskan Komisi I untuk membahas Surat Presiden Prabowo Subianto terkait pertimbangan calon Dubes LBBP negara s...

news | 12:42 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menggelar pertemuan dengan Dubes Jepang Ueno Atsushi untuk membahas kerja sama pertahanan, ke...

news | 11:15 WIB

Pemerintah bersama PGN mempercepat perluasan jaringan gas bumi (jargas) di Gresik dan Sidoarjo untuk menekan impor LPG d...

news | 10:00 WIB