Produk Mamin RI Raup Potensi Transaksi Rp488 Miliar di Pameran Thaifex Thailand

Produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia mencatat potensi transaksi sebesar 30,07 juta dolar AS atau sekitar Rp488,13 miliar dalam ajang internasional Thaifex Anuga Asia 2025 yang berlangsung di Thailand pada akhir Mei lalu.

Elara | MataMata.com
Rabu, 25 Juni 2025 | 12:00 WIB
Produk Mamin RI Raup Potensi Transaksi Rp488 Miliar di Pameran Thaifex Thailand

Produk Mamin RI Raup Potensi Transaksi Rp488 Miliar di Pameran Thaifex Thailand

matamata.com - Produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia mencatat potensi transaksi sebesar 30,07 juta dolar AS atau sekitar Rp488,13 miliar dalam ajang internasional Thaifex Anuga Asia 2025 yang berlangsung di Thailand pada akhir Mei lalu.

Atase Perdagangan Indonesia di Bangkok, Rafika Arfani, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan tingginya minat pasar luar negeri terhadap produk mamin Tanah Air.

“Kami berharap partisipasi Indonesia di Thaifex dapat mendorong ekspor sekaligus memperkuat posisi produk kita di pasar regional maupun global,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/6).

Partisipasi Indonesia di pameran ini ditandai dengan peresmian Paviliun Indonesia oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand, Rachmat Budiman. Ia mengapresiasi langkah para pelaku usaha nasional dan berharap produk mamin Indonesia semakin mampu bersaing di pasar internasional.

“Pameran ini menjadi kesempatan strategis untuk memperluas jejaring dagang, menjalin kemitraan, serta mengenalkan keunggulan produk Indonesia kepada dunia,” kata Rachmat.

Tahun ini menjadi keikutsertaan keenam Indonesia dalam pameran Thaifex Anuga Asia.

Paviliun Indonesia yang menempati area seluas 153 meter persegi menampilkan 21 perusahaan nasional dengan berbagai produk unggulan seperti mi instan, biskuit, wafer, cokelat, susu kedelai, makanan ringan berbasis jagung dan granola, permen, puding, ikan kaleng, serta produk kemasan plastik.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan Thailand, impor mamin dari Indonesia pada 2024 tercatat sebesar 500,99 juta dolar AS—naik 18,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 424,49 juta dolar AS.

Pertumbuhan tersebut melampaui kenaikan impor mamin Thailand dari seluruh dunia yang hanya tumbuh 11,07 persen. Sementara itu, pangsa pasar produk mamin Indonesia di Thailand juga meningkat dari 7,96 persen pada 2023 menjadi 8,46 persen tahun ini. (Antara)

Baca Juga: Tiket Kereta Jarak Jauh Laris Manis di Libur Juni, Lebih dari 360 Ribu Sudah Terjual

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Dokter RSUD Kota Tangerang ingatkan bahaya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang bisa picu peradangan paru-paru dan ses...

news | 09:56 WIB

Pemkab Aceh Barat menindaklanjuti temuan BPK RI 2025 dengan mengembalikan dana kerugian negara sebesar Rp917 juta ke kas...

news | 09:15 WIB

Kementerian ESDM memastikan penggunaan bahan bakar B50 aman setelah lolos uji durabilitas mesin tambang 1.000 jam dan ro...

news | 08:15 WIB

Polri dan Basarnas memaksimalkan pencarian jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perai...

news | 07:00 WIB

DPR mendesak Kemenkes dan BNPB mengoptimalkan penanganan dampak kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Kemenkes m...

news | 15:50 WIB