Ketegangan Iran-Israel Seret Rupiah Melemah, Gejolak Politik AS Jadi Pemicu

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya menyusul kemungkinan keterlibatan AS dalam konflik antara Iran dan Israel.

Elara | MataMata.com
Kamis, 19 Juni 2025 | 18:15 WIB
Ketegangan Iran-Israel Seret Rupiah Melemah, Gejolak Politik AS Jadi Pemicu

Ketegangan Iran-Israel Seret Rupiah Melemah, Gejolak Politik AS Jadi Pemicu

matamata.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya menyusul kemungkinan keterlibatan AS dalam konflik antara Iran dan Israel.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyampaikan, kekhawatiran pasar meningkat setelah muncul kabar bahwa Presiden AS Donald Trump menyetujui rencana serangan terhadap Iran. Meskipun perintah serangan belum dikeluarkan, sinyal tersebut memicu ketidakpastian yang berdampak pada pelemahan rupiah.

“Depresiasi rupiah berlanjut setelah pasar mencermati potensi AS ikut serta dalam konflik Israel-Iran, yang memperparah ketegangan di kawasan Timur Tengah,” ujar Josua kepada ANTARA, Kamis (19/6).

Mengutip laporan Wall Street Journal, Trump disebut tengah mempertimbangkan untuk menyerang fasilitas pengayaan uranium bawah tanah Fordow milik Iran. Namun, serangan ini memerlukan persenjataan berat dan belum mendapat keputusan final. Presiden Trump juga dikabarkan telah meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk terus melancarkan serangan ke Iran.

Selain faktor geopolitik, pelemahan rupiah juga dipengaruhi kebijakan moneter terbaru AS. Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25–4,5 persen, sesuai ekspektasi pasar. Keputusan ini diambil dalam upaya menjaga stabilitas inflasi dan mendukung target pasar tenaga kerja jangka panjang.

The Fed juga menyatakan akan tetap mengurangi kepemilikan sekuritas Treasury dan aset-aset lainnya guna menjaga kestabilan ekonomi. Meski ketidakpastian ekonomi dinilai menurun, tingkat risikonya masih tergolong tinggi.

Pada penutupan perdagangan Kamis (19/6), rupiah melemah 94 poin atau sekitar 0,57 persen ke level Rp16.406 per dolar AS, dibandingkan hari sebelumnya yang berada di Rp16.313. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga tercatat turun menjadi Rp16.378 dari Rp16.319 per dolar AS.

Josua memprediksi, pada Jumat (20/6), rupiah akan bergerak mendatar atau sideways dalam kisaran Rp16.350 hingga Rp16.475 per dolar AS, seiring dengan libur pasar di AS. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah pusat menargetkan praktik open dumping sampah berhenti dalam dua tahun. Pemprov Jabar siapkan Pergub dan sank...

news | 17:37 WIB

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo tegaskan komitmen Polri kawal hak, kesejahteraan buruh, dan sinergi jaga ikli...

news | 17:33 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan stok pangan aman hadapi musim kemarau dengan cadangan 5 juta ton beras d...

news | 14:20 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi melantik pejabat utama Kejaksaan Agung, termasuk Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana da...

news | 13:42 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto mengingatkan aturan baru tembakau dalam PP 28 Tahun 2024 berpotensi menekan...

news | 11:41 WIB