IHSG Tertekan Sentimen Global, Komoditas Melemah dan Tarif Dagang Membayangi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi, seiring tekanan dari pelemahan harga sejumlah komoditas global serta ketidakpastian arah kebijakan perdagangan dunia.

Elara | MataMata.com
Kamis, 12 Juni 2025 | 16:30 WIB
Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/3/2025). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz/am.

Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/3/2025). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz/am.

Matamata.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi, seiring tekanan dari pelemahan harga sejumlah komoditas global serta ketidakpastian arah kebijakan perdagangan dunia.

IHSG terkoreksi 10,61 poin atau 0,15 persen ke level 7.211,85. Sementara itu, indeks LQ45—yang mencakup saham-saham unggulan—ikut turun 2,03 poin atau 0,25 persen ke posisi 808,44.

Analis pasar modal Panin Sekuritas, Reydi Octa, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG kali ini didorong oleh sentimen eksternal, termasuk rencana kenaikan tarif AS terhadap produk China yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi global.

Selain itu, penurunan harga beberapa komoditas utama turut membebani kinerja sektor-sektor terkait di pasar domestik.

Di pasar global, harga komoditas menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Harga nikel terpantau turun 0,94 persen, sedangkan harga batu bara justru naik tipis 0,77 persen.

Sementara itu, harga minyak mentah melonjak tajam—Brent naik 4,34 persen dan Nymex menguat 4,88 persen—dipicu oleh penurunan stok minyak mentah AS sebesar 3,64 juta barel, melampaui ekspektasi pasar.

Rencana OPEC+ untuk menambah pasokan minyak hingga 411 ribu barel per hari pada Juli 2025 dinilai belum cukup untuk menahan kenaikan harga, karena sinyal permintaan yang masih tinggi.

Dari sisi geopolitik dan perdagangan internasional, Presiden AS Donald Trump mengklaim telah mencapai kesepakatan awal dengan China, mencakup akses terhadap mineral tanah jarang serta kerja sama pendidikan.

Namun, kesepakatan tersebut masih menunggu pengesahan kedua kepala negara. Dalam kerangka kesepakatan itu, AS menetapkan tarif 55 persen untuk barang-barang dari China, sedangkan China membalas dengan tarif 10 persen untuk produk dari AS.

Di sisi lain, data inflasi AS per Mei 2025 tercatat naik tipis menjadi 2,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dari sebelumnya 2,3 persen pada April. Meski lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 2,5 persen, data ini memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga pada September mendatang.

Baca Juga: Kloter Pertama Jamaah Haji NTB Tiba di Tanah Air, Disambut dengan Pengawalan Ketat di Bandara Lombok

Dari Eropa, pelaku pasar mencermati kemungkinan penurunan suku bunga lanjutan oleh Bank Sentral Eropa (ECB), menyusul lemahnya kondisi ekonomi di kawasan tersebut.

Sementara di Asia, melonjaknya harga minyak juga dipicu oleh pernyataan Trump yang meragukan tercapainya kesepakatan nuklir dengan Iran, serta tenggat waktu negosiasi dagang AS-China yang kian dekat.

Pasar saham global turut merespons beragam. Bursa Eropa pada Rabu (11/6) ditutup mayoritas melemah, dengan Euro Stoxx 50 turun 0,37 persen dan indeks DAX Jerman melemah 0,16 persen. Di Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing terkoreksi 0,27 persen dan 0,5 persen, sementara Dow Jones relatif stagnan.

Di Asia, pergerakan indeks pada Kamis pagi juga bervariasi. Indeks Nikkei Jepang turun 280,19 poin atau 0,73 persen, Shanghai Composite turun tipis 0,06 persen, sementara Hang Seng Hong Kong dan Strait Times Singapura masing-masing menguat 0,57 persen dan 0,31 persen. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan Eropa dan AS siap duduk satu meja dengan Rusia untuk negosiasi damai Ukraina. ...

news | 09:17 WIB

Ukraina mengklaim serangan militernya ke 16 kilang minyak berhasil memangkas produksi minyak Rusia ke level terendah tah...

news | 08:00 WIB

Kemnaker mengimbau peserta MagangHub Batch III Angkatan I segera melengkapi syarat administrasi sebelum 18 Juni 2026 dem...

news | 07:00 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah upaya pemenuhan hak dasar warga, bukan p...

news | 14:32 WIB

BPP HIPMI siap menjadi jembatan investasi dan transfer teknologi antara pengusaha muda Indonesia dengan Jerman menyusul ...

news | 10:55 WIB

China mendukung penuh kesepakatan damai tahap pertama antara AS dan Iran yang berujung pada pembukaan kembali Selat Horm...

news | 10:00 WIB

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono membantah kabur saat dialog di UGM berakhir ricuh. Ia mengaku sempat dilempar botol hi...

news | 09:15 WIB

Ketua MK Suhartoyo menegaskan putusan gugatan dana pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis target rampung Juli 202...

news | 08:30 WIB

Pemerintah tetapkan pagu indikatif Kementerian ESDM tahun anggaran 2027 sebesar Rp27,33 triliun. Simak rincian alokasi p...

news | 07:00 WIB

Jubir Kementerian ESDM Dwi Anggia angkat bicara terkait hoaks yang mencatut namanya soal kenaikan harga Pertamax dan Sol...

news | 06:00 WIB