Kemenparekraf Dukung Jogja Art of Fashion Foundation Kembangkan Fesyen Berkelanjutan dari Daerah

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Jogja Art of Fashion Foundation (JAFF) dalam mengembangkan subsektor fesyen berkelanjutan yang berbasis dari daerah.

Elara | MataMata.com
Kamis, 05 Juni 2025 | 08:15 WIB
Menekraf audiensi dengan Jogja Art of Fashion Foundation (JAF) perkuat pengembangan ekonomi kreatif dari subsektor fesyen, di Jakarta, Selasa (3/6/2025). ANTARA/HO Kementerian Ekraf

Menekraf audiensi dengan Jogja Art of Fashion Foundation (JAF) perkuat pengembangan ekonomi kreatif dari subsektor fesyen, di Jakarta, Selasa (3/6/2025). ANTARA/HO Kementerian Ekraf

Matamata.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Jogja Art of Fashion Foundation (JAFF) dalam mengembangkan subsektor fesyen berkelanjutan yang berbasis dari daerah.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif nasional melalui pendekatan dari akar lokal.

“Kami punya network untuk kolaborasi dengan sponsor-sponsor yang bisa dikoordinasikan lebih lanjut. Kegiatan yang digagas Jogja Art of Fashion Foundation ini butuh akselerasi yang terarah,” ujar Menteri Riefky dalam siaran pers yang diterima, Kamis (5/6).

Ia menambahkan bahwa pihaknya terus mengembangkan program yang mencakup pengembangan kreasi, pendampingan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) demi menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru (the new engine of growth).

Sebagai contoh, bulan lalu Kemenparekraf mengunjungi sejumlah SMK binaan Djarum Foundation di Kudus guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Menteri Riefky menilai, kolaborasi lintas sektor dapat membuka peluang kerja berkualitas bagi generasi muda, khususnya lulusan vokasi.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Direktur Fesyen Kemenparekraf, Romi Astuti, menyatakan komitmen kementerian untuk terus menjembatani para pelaku fesyen melalui pendampingan berkelanjutan.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap fokus JAFF pada fesyen berkelanjutan yang memperhatikan aspek lingkungan. Menurutnya, produk fesyen tidak hanya menciptakan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap pelestarian lingkungan.

“Mudah-mudahan kolaborasi ke depan berjalan baik dan berdampak untuk masyarakat,” ucap Romi.

Jogja Art of Fashion Foundation sendiri telah berdiri sejak 2019 sebagai organisasi nirlaba yang fokus pada pengembangan sustainable fashion dan pendampingan kelembagaan, khususnya bagi lulusan SMK jurusan tata busana di Yogyakarta.

Selain aktif dalam peragaan busana dan seminar fesyen, yayasan ini juga rutin menyelenggarakan pameran seni serta kompetisi desain.

Baca Juga: Hadapi Kutukan, Luna Maya Beberkan Perjalanan Syuting Film Horor 'Jalan Pulang'

Ketua JAFF, Ninik, menjelaskan bahwa pendekatan yang diusung yayasan menggabungkan seni sebagai inspirasi, tradisi, eksploitasi, eksperimentasi, dan kolaborasi.

“Output yang kami hasilkan tidak hanya berupa busana, tapi juga aksesoris, milineris, dan pelengkap lain yang bermuatan artistik,” jelasnya. Salah satu program yang diunggulkan adalah Dressmaker Forum, yang menekankan kreativitas berbasis kerajinan tangan melalui pendekatan wearable art.

Menjelang 2025, yayasan berencana menyelenggarakan serangkaian kegiatan bertema Taman Sari, meliputi theatrical fashion show, pameran karya, penerbitan buku, serta diskusi dan lokakarya yang berkaitan dengan penelitian dan pengembangan.

Menurut Sekretaris JAFF, Andri, rangkaian acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2025 di Yogyakarta, dengan melibatkan seniman dari berbagai daerah.

Dengan dukungan dari Kemenparekraf, inisiatif JAFF diharapkan dapat memperkuat subsektor fesyen nasional melalui pengembangan talenta lokal, perluasan pasar, dan pemanfaatan hak kekayaan intelektual secara optimal. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menaker Yassierli menargetkan pemerataan program Magang Nasional agar lebih inklusif bagi putra daerah dan lulusan baru ...

news | 13:06 WIB

Kementan tegaskan industri sawit Indonesia ramah lingkungan dan penuhi standar global ISPO. Simak peran strategis sawit ...

news | 13:03 WIB

Ketua DPR Puan Maharani soroti temuan 2.640 peserta UTBK 2026 yang terindikasi curang. Desak pemerintah perbarui sistem ...

news | 13:00 WIB

Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030. Menteri Kebudayaan Fadli Zon...

news | 11:00 WIB

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menggelar pertemuan dengan Panglima TNI dan sejumlah purnawirawan seperti Andika ...

news | 10:39 WIB

Kejagung memeriksa pegawai Kementerian ESDM sebagai saksi kasus korupsi PT AKT. Simak perkembangan terbaru penetapan ter...

news | 10:00 WIB

Wamentan Sudaryono mengumumkan stok beras pemerintah tembus 5 juta ton per April 2026, rekor tertinggi dalam sejarah RI....

news | 09:15 WIB

Jepang menetapkan Indonesia sebagai negara ketiga paling menjanjikan untuk investasi jangka panjang. Sektor otomotif dan...

news | 08:30 WIB

PKB merespons usulan KPK soal pembatasan masa jabatan ketua umum parpol maksimal dua periode. Simak alasan PKB menyebut ...

news | 07:15 WIB

KPK menyebut Khalid Basalamah dan sejumlah biro haji telah mengembalikan uang terkait kasus korupsi kuota haji. KPK imba...

news | 06:00 WIB