ARTJOG 2026: Ars Longa Generatio, Membuka Dialog Seni Lintas Generasi

Pelaksanaan ARTJOG tiga tahun ke depan mengusung tema besar Ars Longa yang berarti Seni itu Panjang.

Yohanes Endra | MataMata.com
Jum'at, 14 November 2025 | 10:40 WIB
ARTJOG 2026. [ist]

ARTJOG 2026. [ist]

Matamata.com - ARTJOG 2026 akan diselenggarakan pada 19 Juni hingga 30 Agustus 2026 di Jogja National Museum, Yogyakarta. Menuju pelaksanaannya, ARTJOG menggelar acara Sosialisasi Tema sekaligus memperkenalkan Farah Wardani sebagai kurator tamu untuk tiga tahun ke depan. Sosialisasi tema ini berlangsung pada Senin, 10 November 2025 di Pendopo Ajiyasa, JNM, Yogyakarta dengan dihadiri para seniman, rekan media, khalayak umum, dan berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan ARTJOG.

Sebagai seorang kurator dan sejarawan seni, kerja Farah Wardani berfokus pada hubungan praktik seni, wacana generasional, dan dunia pengarsipan. Hal ini dinilai linear dengan perjalanan ARTJOG menjelang peringatan 20 tahun penyelenggaraannya.

Pada kesempatan ini, Farah pun membagikan visi dan gagasan kuratorialnya untuk pelaksanaan ARTJOG tiga tahun ke depan: ‘Ars Longa’ yang berarti ‘Seni itu Panjang’. Payung tema ‘Ars Longa Trilogia’ ini kemudian dikembangkan menjadi tiga sub-tema: Generatio (2026), Legatum (2027), dan Mundus (2028).

Heri Pemad (CEO ARTJOG) menyampaikan bahwa tema ini diharapkan bisa membawa perubahan dan hal baru bagi seniman untuk menciptakan sebuah dialog antar generasi di antara para perupa, sekaligus menyambut dua dekade ARTJOG. Heri Pemad menjelaskan, “Ada apa yang baru dan perubahan apa yang bisa diberikan oleh ARTJOG, dalam membuat programnya dan mengemasnya. Kami juga menantang teman-teman seniman untuk memberikan hal baru bagi ARTJOG, sehingga seni tidak begitu-begitu saja dan bisa memberikan makna lain bagi peristiwa seni di Indonesia. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pencerahan dan pemantik untuk lahirnya gagasan-gagasan baru di tema ‘Ars Longa: Generatio’ tahun 2026.”

Tidak hanya mengenalkan tema baru, ARTJOG selalu berkomitmen untuk memberikan ruang-ruang inklusif bagi siapapun melalui berbagai program. Gading Paksi (Project Manager ARTJOG) menyampaikan bahwa tahun depan akan tetap ada program penyerta seperti ARTJOG Kids, performa•ARTJOG, Exhibition Tour, Meet the Artist, Curatorial Tour, Artcare Indonesia, Jogja Art Weeks, dan Love ARTJOG. Gading Paksi lalu mengumumkan Commissioned Artist ARTJOG 19 - Ars Longa: Generatio, yaitu Roby Dwi Antono, seorang seniman lukis kelahiran Semarang namun tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Dalam berkarya, Roby dikenal gemar menggabungkan antara pengembangan surealisme pop, figurativisme, dan hyperrealism yang kemudian
ia ubah menjadi narasi dan puitikanya sendiri.

ARTJOG 2026. [ist]
ARTJOG 2026. [ist]

Pada sesi berikutnya, giliran Farah Wardani memaparkan tentang tema ARTJOG di tahun 2026, yaitu ‘Ars Longa: Generatio’. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan paparan Dave Lumenta, seorang dosen dan peneliti di Departemen Antropologi, FISIP, Universitas Indonesia, yang aktif dalam kajian perbatasan, masyarakat adat, serta praktik visual dalam antropologi.

Berangkat dari interpretasi kuratorial terhadap makna "seni itu panjang", Farah Wardani memproyeksikan bagaimana seni dan para senimannya berkontribusi membentuk ’metanoia’ dan mendefinisikan ‘imajinasi sosial’ masyarakat sekarang ini, dan di masa depan. Sehingga hal ini juga memunculkan pertanyaan penting: Di mana posisi seni dalam era baru ini?

Bagaimana praktik seni akan menemukan makna dan jalan hidupnya di masyarakat yang sedang terbentuk? Farah Wardani menjelaskan bahwa, “Tema ini membahas makna seni bagi generasi baru serta dialog antar generasi di antara para perupa. Generatio mendorong berbagai ‘reimajinasi seni’ dengan pendekatan dialogis, interdispliner, lintas generasi, serta respon artistik yang melampaui wacana dan representasi generasional yang sloganistis, pengkotakan secara hierarkis. ”

Selain itu, pada ARTJOG 19 - Ars Longa: Generatio, Farah Wardani menawarkan sebuah ruang bernama ‘Dialogus’ dan ‘Prctica’. Praktik yang dihadirkan dalam ‘Dialogus’ akan mengutamakan dialog antar generasi, atau dialog tentang persoalan generasional yang direalisasikan dalam karya kolaboratif. Sedangkan ‘Prctica’ akan menghadirkan sejumlah karya seniman individu yang mewakili beragam praktik seni dan berbagai isu, wacana serta semangat zaman yang berkembang di generasi terkini, mulai dari dekolonisasi, materialitas, teknologi, ranah digital, sampai ke ekologi dan persoalan sosial-politik-ekonomi.

Sementara itu, Dave membahas mengenai hubungan seni dan imajinasi sosial di dalam masyarakat. Melihat cara pandang daya imajinasi sosial yang tidak lagi terpaut pada institusionalisasi seni, sehingga terciptalah imajinasi sosial baru atau alternatif dari para seniman yang didasari akselerasi atau percepatan praktik-praktik yang terus mengontrol kehidupan sosial.

Baca Juga: Suka Belanja Online, Penyanyi Ardhitio Idol Gemar Buka Shop+ Catalog

“Sebenarnya dari banyak praktik, banyak seniman yang ingin mengembalikan seni ke medan sosial kolektif. Jadi bukan berkarya untuk memenuhi validasi dari institusional, melainkan apa yang bisa diberikan untuk masyarakat. Mungkin seni sebagai penolakan kreatif atas imajinasi sosial lama juga perlu melawan edukasi sekarang yang hirarkis dan feodal.“, ujar Dave Lumenta.

ARTJOG telah memulai babak baru. Dengan hadirnya kedua narasumber pada Sosialisasi ini, harapannya memantik para seniman muda dan memperkaya perspektif mereka. ARTJOG juga kembali membuka kesempatan berpartisipasi bagi para seniman muda berusia 16-35 tahun melalui skema panggilan terbuka yang nantinya akan diseleksi oleh tim kurator ARTJOG. Aplikasi karya juga dibuka bagi anak dan remaja usia 6-15 tahun yang ingin berpartisipasi dalam program ARTJOG Kids. Informasi mengenai syarat dan ketentuannya dapat diakses melalui situs www.artjog.id. Aplikasi seniman ini dibuka hingga 31 Januari 2026.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Getaran emosinya terasa nyata melalui pengakuan jujur aktris Dinda Kanya Dewi yang tak kuasa menahan haru usai menyaksik...

life | 17:52 WIB

Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan sukses bikin penonton Jogja penuh haru dengan kisah keluarga menghadapi Alzh...

life | 16:24 WIB

Bukan sekadar konser, tetapi ruang kolektif tempat orang-orang berkumpul, bernyanyi bersama, dan menciptakan momen yang ...

life | 14:42 WIB

Drama Pernikahan Zee Asadel dan Emir Mahira yang Jadi Rekomendasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono....

life | 15:51 WIB

Sebanyak 80 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang terdiri dari berbagai k...

life | 12:39 WIB

KidZania Jakarta menawarkan aktivitas seru untuk anak....

life | 11:49 WIB

Ada beberapa opsi yang bisa Anda pilih untuk menuju pusat kota Kuala Lumpur dari KLIA dan KLIA2 dengan berbagai keunggul...

life | 15:15 WIB

Dari lineup internasional, band pop-punk asal Inggris Neck Deep akan tampil eksklusif di Asia Tenggara....

life | 17:44 WIB

Abimana Aryasatya dan Morgan Oey ceritakan sulitnya syuting adegan laga 15 menit tanpa jeda di film Ghost in the Cell ka...

life | 06:00 WIB

Yang membuat Chicago The Musical terasa begitu kontemporer bukan hanya estetikanya, melainkan cerminan yang ditawarkanny...

life | 16:30 WIB