Ria Ricis Dikritik Netizen Setelah Minta Kolaborasi Tanpa Syarat ke Rama Live Batik: Artis Gede Kali, Ah!

YouTuber dan influencer ternama, Ria Ricis, kembali menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial. Kali ini, perdebatan bermula dari permintaan kolaborasi yang ia ajukan kepada Rama, host dari Live Batik, yang ternyata memunculkan polemik baru hi

Elara | MataMata.com
Selasa, 29 April 2025 | 11:30 WIB
Ria Ricis (Instagram/@riaricis1795)

Ria Ricis (Instagram/@riaricis1795)

Matamata.com - YouTuber dan influencer ternama, Ria Ricis, kembali menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial. Kali ini, perdebatan bermula dari permintaan kolaborasi yang ia ajukan kepada Rama, host dari Live Batik, yang ternyata memunculkan polemik baru hingga berujung kritik tajam dari warganet.

Isu ini bermula saat Ria Ricis, yang akrab disapa Ricis, mengajak Rama untuk melakukan kolaborasi di media sosial. Kolaborasi itu rencananya akan dilakukan dalam bentuk siaran langsung (live) guna mempromosikan produk batik.

Namun, respons dari pihak Rama Live Batik rupanya di luar ekspektasi Ricis. Tim Rama meminta adanya kejelasan mengenai syarat dan ketentuan kerja sama sebelum kolaborasi berlangsung, sebagaimana biasanya berlaku dalam dunia bisnis dan endorsement.

Bukannya memberikan detail syarat, Ria Ricis merespons permintaan tim Rama dengan pernyataan yang spontan dan cukup mencuri perhatian. "Artis gede kali, ah!," ucap Ricis seperti dikutip dari Insertlive, seolah mengindikasikan bahwa posisinya sebagai selebritas besar seharusnya cukup sebagai jaminan tanpa perlu persyaratan tambahan.

Ria Ricis berangkat ibadah haji (YouTube Ricis Official)
Ria Ricis berangkat ibadah haji (YouTube Ricis Official)

 

Reaksi Ricis tersebut segera menuai reaksi beragam dari netizen. Banyak warganet berpendapat bahwa permintaan syarat dan ketentuan adalah hal lumrah dalam praktik kerja sama bisnis, terutama di era sekarang.

Sikap Ricis dinilai kurang profesional dan justru menimbulkan penilaian negatif. Di berbagai platform media sosial, hashtag terkait insiden ini sempat menjadi trending, dan komentar pedas terus bermunculan.

Menyoroti duduk perkara, Tribun Medan melaporkan bahwa pihak Rama Batik menjelaskan pentingnya profesionalitas, termasuk keterbukaan soal syarat serta benefit kerja sama. Rama mengaku terkejut dengan respons Ricis.

“Biasanya, ketika kami dihubungi untuk kolaborasi, pasti meminta syarat dan ketentuan sebagai bentuk transparansi dan kesepakatan kedua belah pihak,” terang Rama.

Di sisi lain, Ricis sendiri memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang dianggap meremehkan proses kerja sama bisnis. Ia mengaku tidak bermaksud menyinggung pihak manapun dan mengatakan, "Saya hanya ingin membantu mempromosikan pelaku UMKM, bukan ingin mempersulit. Tapi ternyata responnya di luar dugaan," kata Ricis.

Baca Juga: Ultah Anak Pertama Nikita Willy Dimeriahkan dengan Sunatan Massal: Berbagi Kebahagiaan Lewat Aksi Sosial

Ria Ricis. (instagram/@riaricis1795)
Ria Ricis. (instagram/@riaricis1795)

 

Namun, klarifikasi tersebut rupanya belum cukup meredam kritik publik. Banyak pengamat berpendapat, kasus ini seharusnya bisa menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya komunikasi profesional serta etika dalam bekerja sama, terlebih di ranah digital yang serba transparan.

Ada pula dukungan yang justru dialamatkan kepada tim Rama Batik, lantaran mereka dinilai sudah berupaya menjaga koridor profesional dengan meminta kejelasan kerja sama, apalagi mengingat kolaborasi dengan artis besar tentu membawa implikasi tertentu.

Peristiwa ini akhirnya menjadi bahan perbincangan lebih luas mengenai pola kerja sama antara influencer dan bisnis lokal. “Kolaborasi tidak mengenal besar kecilnya nama, semua butuh transparansi dan kesepahaman,” tambah Rama.

Insiden Ria Ricis dan Rama Batik ini menyiratkan pentingnya profesionalisme dan komunikasi terbuka, baik bagi pelaku usaha, selebritas, ataupun influencer. Momen ini diharapkan dapat menjadi refleksi bersama agar kasus serupa tak terulang di kemudian hari, serta memperkuat ekosistem bisnis dan kolaborasi yang sehat di Indonesia.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementerian PU tuntaskan pembangunan dua dapur Makan Bergizi Gratis (SPPG) di PLBN Wini dan Motamasin, NTT, guna perkuat...

news | 13:26 WIB

Ketua DPR Puan Maharani meminta masyarakat menjaga etika dan kesantunan dalam mengkritik agar tidak berujung laporan pol...

news | 13:23 WIB

DPR RI resmi mengesahkan RUU Pelindungan Saksi dan Korban (PSDK) menjadi UU. Simak 5 poin penting mulai dari Dana Abadi ...

news | 13:00 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka mengkritik minimnya lampu penerangan dan pemeliharaan gedung saat meninjau Sentra Pendidik...

news | 12:07 WIB

China kecam penyitaan kapal kargo Iran oleh AS di Selat Hormuz. Di tengah ancaman bom Donald Trump, stabilitas energi gl...

news | 12:02 WIB

Kemenag menyiapkan 118 hotel di Madinah untuk jamaah haji gelombang pertama. Simak penjelasan mengenai skema penempatan ...

news | 10:15 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya membahas rekrutmen 30.000 manajer Koperasi Desa Merah Putih bersama Menkop Ferry Juliantono. T...

news | 09:30 WIB

Presiden AS Donald Trump ancam ledakkan banyak bom jika gencatan senjata dengan Iran yang berakhir 22 April tidak diperp...

news | 08:00 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,4-6% pada 2026 melalui strategi hilirisasi, penguatan ...

news | 07:15 WIB

Danantara meninjau proyek PSEL Palembang yang mencapai progres 81,94%. Target operasional Oktober 2026 untuk olah 1.000 ...

news | 06:00 WIB