Kredibilitas Televisi Penyelenggara Debat Ketiga Diragukan, Sejauh Apa Media Bisa Mempengaruhi Pandangan Masyarakat?

Debat capres ketiga akan dihelat pada 7 Januari 2024.

Baktora | MataMata.com
Jum'at, 05 Januari 2024 | 16:52 WIB
Debat Capres-Cawapres perdana tanpa meja dapat kritikan dari masyarakat dan pengguna media sosial. (YouTube/KPU RI)

Debat Capres-Cawapres perdana tanpa meja dapat kritikan dari masyarakat dan pengguna media sosial. (YouTube/KPU RI)

Matamata.com - Polemik penunjukkan stasiun televisi penyelenggara debat capres ketiga yang akan dioperasikan oleh MNC masih diragukan sebagian kubu pasangan calon nomor urut 1 dan 2.

Bukan tanpa alasan, kredibilitas MNC dipertanyakan menyusul pemilik medianya adalah Ketum Perindo, Hary Tanoesoedibjo yang mendukung paslon nomor urut 3, Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024.

Kekhawatiran pun muncul dari tim pemenang Prabowo-Gibran termasuk AMIN, di mana MNC bisa mendominasi hingga tak netral ketika debat berjalan. Meski begitu, Wakil Ketua Tim Pemenang Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menegaskan bahwa MNC Group akan bertindak profesional.

"Satu hal yang perlu kita cermati bahwa MNC Group ini kan satu media yang profesional. Saya yakin mereka tidak akan mempertaruhkan reputasi dan kredibilitas MNC Group sebagai media yang profesional," terang TG dikutip Jumat (5/1/2024).

Menegaskan bahwa MNC akan bertindak profesional, bagaimana media televisi dan media konvensional lainnya bisa mempengaruhi pendukung atau masyarakat untuk memilih salah satu paslon?.

Bahasan ini memang harus kembali membuka kondisi bagaimana media di Indonesia bergerak. Sejauh UU Pers berjalan, yang turunannya akan disesuaikan dengan media massa untuk memproduksi berita, tentu diwajibkan indpenden.

Artinya masing-masing media tak diperbolehkan untuk mendukung salah satu paslon dalam konteks Pemilu 2024 ini. Namun tak dipungkiri, pemilik media di Indonesia kebanyakan adalah politikus dan pemilik partai yang menjalin komunikasi politik oleh pemerintahan.

Terlepas dari kondisi tersebut, media massa dibangun dengan tujuan untuk memberikan edukasi, menyebar informasi yang berimbang dan independen tanpa bergantung siapa sosok orang berpengaruh di baliknya. Kendati begitu berbicara bisnis media, para pekerjanya tak lepas bagaimana mereka menjaga nama baik  pemiliknya agar tetap bisa bertahan.

Media massa sendiri memang banyak memberikan kontribusi untuk masyarakat. Pernah dianggap penyambung lidah masyarakat, jurnalis yang bekerja di media tertentu selalu memiliki aturan yang sudah disesuaikan dengan media tempatnya bekerja.

Mempengaruhi masyarakat baik dengan tulisan hingga konten video dan audio sangat bergantung dengan kekuatan media tersebut di tengah masyarakat. MNC dalam hal ini sudah banyak dikenal masyarakat, otomatis konten yang dibuat akan menjadi konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Komentar Ketum PSI Kaesang Soal Artis Ramai-ramai di Partai Politik

Kendati begitu, perusahaan media tak melulu mampu mempersuasi warga dan penonton. Menyusul kritisnya warga masyarakat sekarang sudah lebih baik dibanding 10 tahun lalu.

Tak dipungkiri memang media massa masih memiliki sedikit peran untuk mengontrol pemerintah saat ini. Maka dari itu penyelenggaraan debat capres pada 7 Januari 2024 nanti bisa menjadi keuntungan untuk MNC. Namun di sisi lain, keyakinan TGB bahwa MNC akan bekerja independen cukup dengan berharap saja agar hal itu terbukti.

Dengan kata lain, kritisnya masyarakat dalam menanggapi kredibilitas televisi penyelenggara tak perlu banyak dipersoalkan. Fokus terhadap visi misi termasuk jawaban dari masing-masing paslon adalah yang utama.

Terlepas dari adanya kesalahan teknis yang dialami oleh salah satu paslon ketika berdebat nanti, hanya perlu diperhatikan bagaimana MNC memberikan tayangan yang berimbang dan menampilkan konten debat yang tiak berat sebelah.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Bapanas rampungkan uji sampel dan sertifikasi mutu untuk ekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia. Bulog pastikan harga jua...

news | 10:15 WIB

Tim Kepresidenan meluncurkan buku 'Presiden Solusi' yang mendokumentasikan 108 kebijakan strategis dan transformasi huku...

news | 09:15 WIB

Rencana kenaikan HET Minyakita bergulir. Mentan Amran Sulaiman siap gelar rapat koordinasi dengan Mendag Budi Santoso da...

news | 08:49 WIB

Kejagung limpahkan 11 tersangka korupsi ekspor CPO modus samarkan minyak sawit jadi limbah POME ke JPU. Tiga tersangka d...

news | 08:39 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan tidak ada jabatan yang kebal hukum terkait pengusutan dugaan kasus l...

news | 07:15 WIB

KPK dalami peran pemilik Maktour Fuad Hasan Masyhur dalam kasus korupsi kuota haji 2023-2024 setelah resmi menahan dua t...

news | 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaa...

news | 17:19 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menilai pelemahan rupiah hingga Rp18.000/dolar AS jadi momentum emas genjot ekspor pertanian ...

news | 16:29 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana melakukan relaksasi kuota produksi batu bara 2026 menyusul kenaikan harga global...

news | 16:21 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan perintah Presiden Prabowo untuk menaikkan harga TBS sawit sebesar 10 persen. Satga...

news | 16:07 WIB