Christine Hakim Beberkan Alasan Syahrini Bisa Hadir di Red Carpet Cannes: Bukan karena Beli Tiket

Aktris senior Christine Hakim akhirnya angkat bicara mengenai kehadiran Syahrini di red carpet Festival Film Cannes 2025. Nama Syahrini sempat ramai dibicarakan warganet usai tampil di ajang internasional tersebut.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 23 Mei 2025 | 10:45 WIB
Aktris Christine Hakim. [MataMata.com/Sumarni]

Aktris Christine Hakim. [MataMata.com/Sumarni]

Matamata.com - Aktris senior Christine Hakim akhirnya angkat bicara mengenai kehadiran Syahrini di red carpet Festival Film Cannes 2025. Nama Syahrini sempat ramai dibicarakan warganet usai tampil di ajang internasional tersebut.

Namun, publik bertanya-tanya mengenai status undangan Syahrini. Apakah kehadiran pelantun “Sesuatu” itu dikarenakan undangan resmi atau sekadar membeli tiket?

Menanggapi polemik terkait status kehadiran Syahrini, Christine Hakim, yang juga hadir di Cannes sebagai undangan resmi festival untuk film “Geger Neraka di Jantung Jakarta”, menjelaskan duduk perkaranya.

Menurut Christine, Syahrini memang tidak membeli tiket untuk memasuki red carpet Cannes seperti kabar yang ramai di media sosial.

“Jadi, ternyata Syahrini masuk itu bukan karena beli tiket ya. Dia diundang oleh sebuah brand internasional yang memang punya akses untuk membawa tamu ke sana,” ungkap Christine Hakim saat wawancara pada Kamis (22/5/2025).

Christine menambahkan bahwa setiap tahunnya, Festival Film Cannes memang membuka peluang bagi sejumlah rumah mode, brand kecantikan, hingga perusahaan perhiasan ternama dunia untuk mengundang figur publik pilihan mereka ke red carpet.

Skema ini merupakan bentuk kerja sama antara penyelenggara festival dan beberapa mitra global. “Sudah menjadi rahasia umum kalau rumah mode atau brand-brand besar punya undangan sendiri. Dari situ, mereka mengajak public figure yang dianggap relevan dengan brand mereka,” jelas Christine.

Film Populer Christine Hakim (IMDb)
Film Populer Christine Hakim (IMDb)

 

Lebih lanjut, Christine Hakim menegaskan bahwa tidak semua yang hadir di karpet merah Cannes merupakan undangan resmi dari festival, tetapi ada pula undangan dari sponsor atau mitra.

“Undangan untuk film dan undangan dari brand itu beda. Kalau film memang khusus untuk terlibat dalam pemutaran, kalau brand biasanya untuk promosi atau memperkenalkan koleksi mereka,” ujar Christine lagi.

Baca Juga: Lesti Kejora Angkat Suara soal Tuduhan Pelanggaran Hak Cipta Lagu Bimbang milik Yoni Dores

Penjelasan Christine ini sekaligus membantah rumor yang menyebut Syahrini hadir ke Cannes hanya dengan membeli tiket seperti penonton biasa.

“Syahrini itu memang seorang selebritas, jadi wajar ia diminta untuk hadir oleh brand ternama. Kalau tiket kan memang tidak diperjualbelikan untuk akses red carpet, khususnya bagi yang ingin mendapat exposure media dunia,” lanjutnya.

Christine pun memaklumi antusiasme masyarakat memperbincangkan Syahrini, karena belum banyak publik yang memahami mekanisme undangan di event internasional sekelas Cannes.

Ia berharap ke depannya masyarakat dapat lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi seputar kehadiran selebriti di acara-acara global.

“Memang perlu diluruskan supaya tidak ada salah paham, karena setiap festival film punya aturan masing-masing,” ucap Christine.

Kehadiran Syahrini di karpet merah Cannes menjadi sorotan karena ia tampil berpenampilan glamor dalam balutan busana couture, lengkap dengan pose khasnya.

Namun, kehebohan ini akhirnya dijawab langsung oleh sosok sekaliber Christine Hakim, yang berharap klarifikasi ini bisa memberikan pemahaman bagi publik.

Dengan penjelasan ini, publik kini mengetahui latar belakang dan alasan Syahrini bisa melenggang di red carpet Festival Film Cannes 2025. Kehadirannya adalah bagian dari kerjasama brand internasional, bukan karena membeli tiket sebagaimana isu yang sempat beredar luas.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menyebut lemahnya kaderisasi parpol memicu mahar politik. Simak usulan KPK mulai dari jenjang kader hingga batasan m...

news | 15:32 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya dan Dirut KAI meninjau progres pembangunan 824 unit hunian layak bagi warga bantaran rel Senen...

news | 14:58 WIB

Kemenkes percepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk 26.000 dapur SPPG. Simak syarat dan cara ikut...

news | 14:51 WIB

Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak menganggap pengkritik sebagai musuh, menyusul pelap...

news | 14:15 WIB

KPK menyerahkan hasil kajian tata kelola parpol kepada Presiden Prabowo dan DPR. Simak 3 rekomendasi utama KPK termasuk ...

news | 14:00 WIB

Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mendesak PBB mengevaluasi total perlindungan pasukan UNIFIL di Lebanon menyusul gugurny...

news | 13:15 WIB

KPK memeriksa Direktur PT Marco Tour and Travel Syarif Thalib terkait dugaan jual beli kuota haji 2023-2024 yang merugik...

news | 11:30 WIB

Pemprov DKI Jakarta setujui penambahan 5.000 personel Satpol PP untuk kurangi beban kerja. Simak penjelasan Wagub Rano K...

news | 10:15 WIB

Permenhut Nomor 6 Tahun 2026 resmi dirilis untuk memberikan stabilitas dan kepastian hukum bagi investor di proyek karbo...

news | 09:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap strategi 'survival mode' RI. Pemerintah fokus hapus inefisiensi dan tutup kebocoran p...

news | 06:00 WIB