Menbud Fadli Zon Jajaki Kerja Sama Industri Kreatif dan Perfilman dengan Tiongkok

Menbud Fadli Zon menjajaki kerja sama strategis dengan delegasi Tiongkok (CAEDA & GDTTC) untuk investasi industri film, penambahan layar bioskop, dan pengobatan tradisional.

Elara | MataMata.com
Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan penjajakan kerja sama dengan delegasi China Association for Economic Development in Asia (CAEDA) bersama Global Digital Trade and Transaction Center (GDTTC). ANTARA/ (HO-Kementerian Kebudayaan)

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan penjajakan kerja sama dengan delegasi China Association for Economic Development in Asia (CAEDA) bersama Global Digital Trade and Transaction Center (GDTTC). ANTARA/ (HO-Kementerian Kebudayaan)

Matamata.com - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menjajaki kerja sama strategis dengan delegasi China Association for Economic Development in Asia (CAEDA) dan Global Digital Trade and Transaction Center (GDTTC). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sektor kebudayaan dan industri kreatif antara Indonesia dan Tiongkok.

Melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (21/5), penajaman kerja sama ini mencakup berbagai bidang priroritas. Di antaranya adalah industri perfilman, pengobatan tradisional, hingga pengembangan industri kreatif berbasis teknologi.

Fadli Zon menegaskan bahwa industri film Indonesia saat ini berada dalam fase pertumbuhan yang sangat positif. Oleh karena itu, Indonesia sangat terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama internasional, termasuk dengan Tiongkok.

"Industri film Indonesia sedang berkembang sangat baik. Produksi film nasional kini mencapai lebih dari 250 film per tahun dengan jumlah penonton lebih dari 122 juta," ujar Fadli.

Menurut Fadli, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri perfilman, baik dari sisi produksi, pasar penonton, maupun infrastruktur. Ia menilai kolaborasi antar-pelaku industri dan sineas kedua negara perlu diperkuat melalui skema produksi bersama (co-production).

Fadli juga memaparkan peluang investasi yang besar di sektor sarana penayangan. Saat ini, Indonesia baru memiliki sekitar 2.500 layar bioskop, padahal kebutuhan nasional mencapai sekitar 10.000 layar.

"Masih terbuka lebar ruang investasi dan pengembangan industri perfilman di Indonesia. Kami juga berharap teknologi bioskop yang sedang dikembangkan oleh Tiongkok dapat diimplementasikan di Tanah Air agar lebih modern," tambahnya.

Sementara itu, Vice President CAEDA sekaligus Direktur GDTTC, Li Yu, menyambut baik peluang tersebut. Ia menyampaikan ketertarikan pihaknya untuk memperluas pertukaran budaya melalui film, pertunjukan seni, konser, hingga pengembangan drama lintas negara.

Li Yu bahkan membuka peluang adaptasi drama populer Tiongkok untuk diproduksi ulang versi lokal di Indonesia.

"Kami berharap pertukaran budaya antara Tiongkok dan Indonesia dapat semakin berkembang melalui film, pertunjukan seni, dan kolaborasi industri kreatif kedua negara," kata Li Yu.

Baca Juga: Target Investasi Pariwisata 2026 Rp63,5 Triliun, Kemenpar Fokus Sasar 13 Destinasi

Selain perfilman, delegasi Tiongkok juga membidik kerja sama di bidang pengobatan tradisional (traditional medicine).

Deputy Director Global ITC sekaligus General Manager Center for Medical and Health Industry, Pan Zhaojun, menjelaskan bahwa kerja sama ini akan mencakup penguatan sumber daya manusia (SDM), pertukaran pengetahuan, riset bersama, hingga pembangunan pusat layanan kesehatan tradisional.

Menbud Fadli Zon menyambut positif gagasan tersebut. Menurutnya, pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari objek pemajuan kebudayaan karena berkaitan erat dengan pengetahuan lokal masyarakat, termasuk jamu dan pemanfaatan kekayaan hayati Nusantara. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah memperkuat literasi digital dan mengaudit pemblokiran situs judi online s...

news | 13:27 WIB

Kementerian ESDM mencatat PNBP sektor minerba tembus Rp56 triliun per 15 Mei 2026 berkat hilirisasi proyek smelter Freep...

news | 13:24 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) merespons langsung demonstrasi JMI terkait dugaan penyimpangan pengadaan Program Makan Bergizi...

news | 13:18 WIB

Komisi I DPR RI mengapresiasi langkah cepat Kemlu RI dan pemerintah Turki dalam membebaskan 9 WNI relawan kemanusiaan Ga...

news | 12:00 WIB

Kementerian HAM menyiapkan program beasiswa peliputan dan penguatan perlindungan bagi jurnalis sepanjang 2026 demi mengi...

news | 11:32 WIB

Menhub Dudy Purwagandhi pastikan lahan Bandara Kertajati siap dibangun menjadi pusat MRO pesawat Hercules se-Asia usai p...

news | 10:15 WIB

Ratusan pengelola media berkumpul di Jateng Media Summit (JMS) 2026 untuk merumuskan peta jalan baru media lokal dalam m...

news | 09:15 WIB

Sembilan WNI relawan Flotilla Gaza dibebaskan dari penjara Israel dan tiba di Turkiye. Konjen RI mengungkap mereka sempa...

news | 08:30 WIB

Wamen PU Diana Kusumastuti mendesak percepatan pembebasan lahan untuk membenahi 136 perlintasan sebidang kereta api nasi...

news | 07:15 WIB

Kementerian ESDM uji sampel BBM solar dari sampah di 12 lokasi untuk standarisasi Cetane Number (CN). Simak langkah lega...

news | 06:00 WIB