Danantara Evaluasi Peluang Investasi untuk Perkuat Dampak Sosial-Ekonomi

BPI Danantara mengevaluasi peluang investasi di sektor strategis guna memberikan dampak ekonomi bagi rakyat, termasuk rencana penurunan potongan komisi ojol menjadi 8 persen.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:01 WIB
Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jl.RP. Soeroso, Menteng, Jakarta. ANTARA/Muhammad Heriyanto/am.

Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jl.RP. Soeroso, Menteng, Jakarta. ANTARA/Muhammad Heriyanto/am.

Matamata.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menegaskan komitmennya untuk terus mengevaluasi berbagai peluang investasi. Langkah ini merupakan bagian dari mandat lembaga untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Indonesia.

"Danantara Indonesia secara berkelanjutan mengevaluasi beragam peluang untuk melaksanakan mandat kami dalam memberikan dampak sosial-ekonomi yang bermakna bagi Indonesia," ujar Tim Komunikasi Danantara Indonesia saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Pihak Danantara memastikan tetap mengedepankan prinsip disiplin dalam menilai setiap peluang investasi. Penilaian dilakukan berdasarkan kesesuaian strategis, fundamental ekonomi, profil risk-return, serta penciptaan nilai jangka panjang sesuai tahapan investasi yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa Danantara telah mengambil langkah strategis dengan membeli sebagian saham aplikator ojek online (ojol). Salah satu tujuan utama dari aksi korporasi ini adalah untuk menekan potongan komisi pengendara ojol yang sebelumnya berada di kisaran 10-20 persen menjadi hanya 8 persen.

Menurut Dasco, keterlibatan pemerintah dalam kepemilikan saham aplikator akan memungkinkan penyesuaian sistem dan kebijakan secara bertahap. Fokus utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan pengemudi dengan menekan biaya yang diambil oleh aplikator.

"Paling pertama adalah menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Dari semula 10 atau 20 persen, kini aplikator hanya akan mengambil 8 persen," jelas Dasco.

Terkait status hubungan kerja antara pengendara ojol dan perusahaan mitra, Dasco menyebut hal tersebut masih dalam tahap simulasi. Ia menjamin bahwa organisasi para pengemudi ojol akan dilibatkan secara aktif dalam merumuskan kebijakan tersebut melalui ruang dialog.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan pusat. Presiden RI Prabowo Subianto dilaporkan telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026. Aturan ini secara khusus mengatur pemangkasan potongan pendapatan pengemudi ojek daring agar berada di bawah angka 10 persen.

"Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen," tegas Presiden Prabowo dalam pernyataan resminya. (Antara)

Baca Juga: Pakar: Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Kunci Pemerataan Kualitas Pendidikan

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mensos Saifullah Yusuf mengapresiasi siswa SRMP 21 Manado yang meraih medali emas di Kejuaraan Wushu Nasional 2026. Bukt...

news | 19:08 WIB

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera menginvestigasi kasus ...

news | 19:06 WIB

Kementerian Kebudayaan menggelar lomba video kreatif 'Aku dan Budayaku' untuk Gen Z. Cek syarat, jadwal pendaftaran, dan...

news | 14:38 WIB

Ketua DPP PDIP Said Abdullah usulkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) ideal 6 persen dan berlaku berjenja...

news | 14:33 WIB

Anggota DPR RI meninjau gudang Bulog Sumut dan memastikan stok beras 63.000 ton aman untuk 5 bulan ke depan guna antisip...

news | 14:06 WIB

KPK panggil kembali Staf Ahli Menhub Robby Kurniawan sebagai saksi kasus dugaan suap proyek DJKA Kemenhub setelah sempat...

news | 13:21 WIB

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan menekankan pentingnya prinsip 3M dan 5 kebijakan strategis Kemendikdasmen d...

news | 11:27 WIB

Polda Metro Jaya periksa saksi dari Ditjen Perkeretaapian dan Dinas PU terkait kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur y...

news | 10:50 WIB

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi gelar pertemuan di Jakarta untuk penandatan...

news | 10:43 WIB

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut program BSPS 2026 yang menyasar 33.000 unit rumah menjadi kunci penurun...

news | 09:49 WIB