Bulog Bangun Gudang di Natuna, Jamin Stok Pangan Wilayah Perbatasan

Perum Bulog segera membangun tiga gudang baru di pulau terluar Natuna pada September 2026 untuk mengantisipasi kelangkaan stok pangan akibat cuaca ekstrem.

Elara | MataMata.com
Kamis, 16 April 2026 | 08:00 WIB
Pemimpin Perum Bulog Riau dan Kepulauan Riau Dani Satrio (kedua kanan) saat di wawancara awak media di Natuna usai penyerahan bantuan pangan secara simbolis pada Rabu (15/4/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Pemimpin Perum Bulog Riau dan Kepulauan Riau Dani Satrio (kedua kanan) saat di wawancara awak media di Natuna usai penyerahan bantuan pangan secara simbolis pada Rabu (15/4/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Matamata.com - Perum Bulog menjadwalkan pembangunan tiga gudang baru di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mulai September 2026. Langkah strategis ini diambil guna mengamankan stok pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga di wilayah perbatasan.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Dani Satrio, mengungkapkan bahwa proyek ini saat ini tengah memasuki tahap persiapan administrasi. Setiap unit gudang nantinya memiliki kapasitas daya tampung hingga 1.000 ton, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti perkantoran dan rumah dinas.

“Prosesnya saat ini masih di kantor pusat. Kami perkirakan administrasi rampung pada Agustus, sehingga peletakan batu pertama (groundbreaking) bisa dilakukan pada September mendatang,” ujar Dani di Natuna, Rabu (15/4).

Dani menjelaskan, proyek ini merupakan hasil sinergi erat dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna yang telah menyediakan lahan. Tiga titik lokasi yang dipilih setelah melalui proses verifikasi adalah Pulau Laut, Pulau Serasan (sebagai pulau terluar), dan Pulau Midai (sebagai pulau penyangga).

Pembangunan ini menjadi krusial mengingat kondisi geografis Natuna yang sering diterjang cuaca ekstrem. Selama ini, distribusi pangan ke wilayah tersebut kerap terhambat oleh gelombang tinggi dan angin kencang.

"Dengan adanya gudang di tiga titik strategis ini, keterlambatan distribusi pangan diharapkan dapat diminimalkan. Masyarakat akan memiliki rasa aman terhadap ketersediaan kebutuhan pokok, bahkan saat cuaca sedang tidak bersahabat," tambah Dani.

Program pembangunan infrastruktur pascapanen ini sendiri merupakan skema jemput bola dari Bulog, di mana pemerintah daerah diberikan kesempatan mengajukan usulan pembangunan gudang dengan menyediakan lahan yang layak. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyita aset kripto Iran senilai Rp17,8 triliun. Menkeu AS Scott Bessent sebut siap inca...

news | 16:39 WIB

PBNU meminta masyarakat tidak memberi stigma negatif pada institusi pondok pesantren akibat kasus kekerasan seksual oleh...

news | 16:29 WIB

Gedung Putih menegaskan Presiden AS Donald Trump hanya akan menerima kesepakatan nuklir dengan Iran yang menguntungkan A...

news | 15:00 WIB

Menhan AS Pete Hegseth beri peringatan keras ke China di Shangri-La Dialogue. AS siap gelontorkan anggaran militer Rp26....

news | 14:57 WIB

Megawati Soekarnoputri diperkirakan hadir dalam Puncak Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Gedung Pancasila. ...

news | 14:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto tiba di Jakarta usai kunjungan kenegaraan ke Prancis. Indonesia sukses kantongi 4 kesepakatan ...

news | 14:11 WIB

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta mengungkap dua modus utama yang kerap digunakan calon jamaah haji nonp...

news | 13:59 WIB

Ratusan warga Teheran, Iran, konsisten turun ke jalan selama hampir 90 hari. Mereka menegaskan dukungan penuh pada pemer...

news | 13:53 WIB

Bareskrim Polri sidik dugaan manipulasi data ekspor (under invoicing) sawit oleh PT MMS. Kantor di Jakarta Utara dan gud...

news | 11:15 WIB

Iran menegaskan kesepakatan final dengan Amerika Serikat (AS) terganjal tuntutan berlebihan dari Washington. Simak krono...

news | 09:52 WIB