Kuasai 80 Persen Pasar Dunia, Gambir Sumbar Akhirnya Punya Pabrik Pengolahan Sendiri

Kementan dan BUMN berencana bangun pabrik pengolahan gambir di Sumbar untuk hilirisasi. PTPN IV akan mengelola pabrik di sentra gambir nasional ini.

Elara | MataMata.com
Selasa, 14 April 2026 | 15:15 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat diwawancarai di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumbar, Selasa, (14/4/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat diwawancarai di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumbar, Selasa, (14/4/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Matamata.com - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mematangkan rencana hilirisasi tanaman gambir asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Langkah ini diambil untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani dan daerah melalui pengolahan produk turunan.

"Sekarang kita akan diskusikan (gambir). Kita sementara mapping dengan BUMN," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/4/2026).

Amran menegaskan, hilirisasi akan diwujudkan melalui pembangunan pabrik pengolahan di "Ranah Minang". Potensi gambir (Uncaria rhynchophylla) di wilayah ini sangat besar. Tercatat, sekitar 80 persen pasokan gambir dunia berasal dari Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Meski membenarkan rencana pembangunan pabrik tersebut, Amran yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapasnas) belum merinci lokasi spesifik titik pembangunannya.

Di sisi lain, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyambut baik kabar tersebut. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari Mentan, pabrik pengolahan gambir tersebut nantinya akan dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV.

"Kemungkinan pabrik pengolahan itu dibangun di Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan sentra gambir nasional," kata Mahyeldi.

Selama ini, Sumatera Barat rutin mengekspor gambir ke negara-negara Asia Selatan, terutama India dan Pakistan. Data menunjukkan tren ekspor gambir terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

Pada tahun 2024, volume ekspor gambir mencapai 13.482 ton dengan nilai Rp574,7 miliar. Angka ini naik signifikan dibandingkan capaian tahun 2023 yang sebesar 11.865 ton. Hilirisasi diharapkan dapat mengubah struktur ekspor dari bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tinggi. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan koperasi dan UMKM sebagai pilar Ekonomi Pancasila saat upacara...

news | 16:49 WIB

KPK menargetkan pelimpahan kasus korupsi kuota haji dengan tersangka eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dilakukan setelah mus...

news | 16:46 WIB

Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan mengajak Gen Z menjadikan Pancasila sebagai pedoman di era digital untuk menan...

news | 16:42 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan menyejukkan pada puncak perayaan Tri Suci W...

news | 16:38 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka melayat mantan Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu di Kemhan sebelum dimakamkan secar...

news | 12:13 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya Pancasila sebagai cetak biru ekonomi nasional saat upacara Hari Lahir Pa...

news | 12:08 WIB

Presiden Prabowo Subianto melayat mendiang Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu di Kemhan sebelum menghadiri Upacara Hari L...

news | 10:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto melayat ke kantor Kemhan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Jenderal TNI (Purn) Rya...

news | 09:15 WIB

Wamenag Romo Muhammad Syafii optimistis tata kelola haji Indonesia semakin membaik berkat pembentukan Kementerian Haji d...

news | 07:15 WIB

Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya menegaskan revisi UU HAM Nomor 39 Tahun 1999 fokus pada perlindungan warga negara, bu...

news | 06:00 WIB