RI Capai Swasembada Plus, Mentan Optimistis Hadapi El Nino Meski Krisis Pangan Global

Mentan Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia raih Swasembada Plus di tahun 2026. Stok beras Bulog tembus 4,8 juta ton, siap hadapi tantangan El Nino.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 17 April 2026 | 09:15 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ANTARA/HO-Bapanas

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ANTARA/HO-Bapanas

Matamata.com - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai status "swasembada plus". Pencapaian ini diklaim membuat Indonesia siap menghadapi tantangan fenomena iklim El Nino, mengingat komoditas pangan utama kini dalam kondisi aman.

"Negara ini tidak lagi mengimpor beras medium, artinya kita mencapai swasembada sempurna. Bahkan tahun ini kita sebut swasembada plus. Ini diraih hanya dalam waktu satu tahun, dari rencana awal Presiden yang menargetkan empat tahun," ujar Amran dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Amran menjelaskan, swasembada ini merupakan hasil dari kebijakan strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, ketahanan pangan tercapai saat seluruh kebutuhan konsumsi masyarakat dapat dipenuhi sepenuhnya dari hasil petani dan peternak dalam negeri.

Saat ini, Indonesia tidak hanya swasembada beras, tetapi juga pada komoditas pendukung lainnya. Meski begitu, beras tetap menjadi tolok ukur utama karena mendominasi lebih dari 50 persen konsumsi harian masyarakat.

"Capaian hari ini pangan aman. Selain beras, kita sudah swasembada telur, daging ayam, jagung pakan, bawang merah, hingga cabai. Bahkan untuk minyak goreng, kita menyuplai kebutuhan dunia," tambahnya.

Optimisme pemerintah juga didasarkan pada lonjakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog. Hingga pertengahan April 2026, stok beras nasional mencapai 4,8 juta ton.

"Alhamdulillah, stok Bulog saat ini 4,8 juta ton. Dalam satu minggu ke depan, kami targetkan mencapai 5 juta ton. Ini adalah capaian tertinggi sepanjang sejarah," ungkap Amran.

Data Bapanas per 16 April mencatat total 4,8 juta ton tersebut terdiri dari 4,78 juta ton CBP dan 19,9 ribu ton stok komersial. Adapun realisasi pengadaan beras dari produksi dalam negeri telah menyentuh angka 2,04 juta ton.

Indikator keberhasilan sektor pangan juga terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP). Sejak Juli 2024, NTP nasional konsisten terjaga di atas level 120. Puncaknya pada Desember 2025 dan Februari 2026, indeks NTP mencapai 126,11—angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2025, Indonesia dipastikan nihil impor untuk sejumlah komoditas utama:

Baca Juga: Panen Bisa 3 Kali Setahun, Mentan Amran Siapkan Rp5 Triliun untuk Pompa Air Petani

  • Beras: Produksi 34,69 juta ton (Kebutuhan: 31,16 juta ton).
  • Daging Ayam Ras: Produksi 4,29 juta ton (Kebutuhan: 4,12 juta ton).
  • Telur Ayam Ras: Produksi 6,54 juta ton (Kebutuhan: 6,47 juta ton).
  • Jagung Pakan: Produksi 16,16 juta ton (Kebutuhan: 15,23 juta ton).

"Krisis pangan dunia akibat El Nino memang menghantui banyak negara, tapi Indonesia alhamdulillah siap. Kita sudah swasembada karbohidrat dan protein, bahkan sudah pada tahap mampu ekspor," tutup Amran. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mentan Andi Amran Sulaiman siapkan anggaran Rp5 triliun untuk program pompanisasi. Strategi Irigasi Perpompaan ini ditar...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto instruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia segera eksekusi tambang ilegal di kawasan hutan lin...

news | 07:15 WIB

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia menegaskan Kerajaan menolak wilayahnya dijadikan basis serangan ke Iran dan menyerukan ...

news | 06:00 WIB

KPK memeriksa mantan Direktur Bisnis Mikro BRI Supari terkait mekanisme lelang proyek EDC senilai Rp2,1 triliun yang did...

news | 14:15 WIB

BRIN kembangkan xanthan gum secara mandiri untuk meningkatkan efisiensi pengeboran migas dan menekan ketergantungan impo...

news | 13:00 WIB

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali targetkan kapal patroli TNI AL gunakan bahan bakar B50 untuk efisiensi BBM dan kurangi k...

news | 12:00 WIB

Pemkot Jaksel menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu serentak di Phb Setu Babakan besok. Simak alasan mengapa ikan...

news | 11:15 WIB

China dan IMF memperingatkan ancaman krisis ekonomi global akibat blokade Selat Hormuz. Penurunan pasokan minyak 13% han...

news | 11:05 WIB

Menhut Raja Juli Antoni resmi menerbitkan Permenhut 6/2026. Aturan baru ini mempermudah masyarakat adat ikut perdagangan...

news | 10:30 WIB

Perum Bulog segera membangun tiga gudang baru di pulau terluar Natuna pada September 2026 untuk mengantisipasi kelangkaa...

news | 08:00 WIB