Redam Ketegangan, China 'Turun Tangan' Satukan Pakistan dan Afghanistan di Urumqi

China menjadi tuan rumah pertemuan trilateral dengan Pakistan dan Afghanistan di Urumqi guna meredam konflik berdarah di perbatasan Garis Durand. Simak hasil kesepakatannya.

Elara | MataMata.com
Kamis, 09 April 2026 | 09:15 WIB
Redam Ketegangan, China 'Turun Tangan' Satukan Pakistan dan Afghanistan di Urumqi

Redam Ketegangan, China 'Turun Tangan' Satukan Pakistan dan Afghanistan di Urumqi

matamata.com - Pemerintah China resmi menjadi tuan rumah pertemuan trilateral informal bersama Afghanistan dan Pakistan di Urumqi, Daerah Otonom Uighur Xinjiang. Pertemuan yang berlangsung pada 1-7 April 2026 ini bertujuan untuk memulihkan hubungan kedua negara yang sempat memanas akibat sengketa perbatasan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa delegasi lintas departemen dari ketiga negara, termasuk otoritas luar negeri, pertahanan, dan keamanan, hadir dalam pembicaraan intensif selama satu minggu tersebut.

"Diskusi berlangsung jujur dan pragmatis. Ini menunjukkan pendekatan yang berorientasi pada penyelesaian masalah dan pencapaian hasil nyata," ujar Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (8/4).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Wakil PM Pakistan Mohammad Ishaq Dar, dan Menlu Afghanistan Amir Khan Muttaqi. China dalam hal ini berperan sebagai penyedia wadah dialog untuk meningkatkan kerja sama trilateral yang praktis.

Dalam pertemuan tersebut, Afghanistan dan Pakistan sepakat untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperumit situasi. Kedua negara menegaskan komitmen untuk menyelesaikan perbedaan melalui semangat Piagam PBB dan prinsip hidup berdampingan secara damai.

"Ketiga pihak sepakat bahwa dialog adalah cara paling efektif untuk menyelesaikan sengketa kompleks. China menekankan bahwa terorisme adalah isu inti yang memengaruhi hubungan kedua negara," tambah Mao Ning.

Latar Belakang Konflik Ketegangan antara kedua negara bertetangga ini memuncak pada akhir Februari 2026. Afghanistan melancarkan operasi militer di sepanjang Garis Durand—perbatasan yang tidak diakui oleh Kabul—sebagai balasan atas aksi pengeboman.

Pakistan merespons dengan "Operasi Ghazab lil Haq" dan melancarkan serangan udara ke wilayah Nangarhar dan Paktika, Afghanistan, yang diklaim sebagai basis militan. Namun, otoritas Afghanistan melaporkan jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar akibat serangan tersebut.

Data PBB menunjukkan setidaknya 185 warga sipil tewas antara 26 Februari hingga 5 Maret. Secara total, bentrokan lintas batas ini telah merenggut sedikitnya 107 nyawa di sisi Pakistan dan ratusan korban jiwa serta luka-luka di pihak Afghanistan.

Sebelum pertemuan di Urumqi ini, kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata sementara untuk menghormati Hari Raya Idulfitri pada medio Maret lalu. (Antara)

Baca Juga: BGN Jamin Anggaran Makan Bergizi Gratis Transparan, Diawasi Ketat Kemenkeu dan Bappenas

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT BYD Motor Indonesia resmi mengubah nama merek Denza menjadi Danza per 1 Oktober 2026 akibat sengketa merek. BYD pasti...

news | 16:30 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan penghentian ekspor benih bening lobster (BBL) berlaku selamanya. Pemerintah...

news | 16:34 WIB

Arrmanatha Nasir resmi menerima jabatan Menlu RI dari Sugiono di Gedung Pancasila Kemlu. Sugiono kini mengemban amanat b...

news | 13:00 WIB

Kemenag kembangkan Kurikulum Cinta bernuansa ekoteologi untuk menanamkan kesadaran merawat lingkungan dan kasih sayang s...

news | 12:30 WIB

Komisi III DPR mendukung rotasi ratusan pejabat Polri oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, namun mengingatkan penting...

news | 12:18 WIB