DPR Ingatkan Kemensos: Verifikasi Bansos Harus Matang, Jangan Sampai Dana Mengendap di Bank

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, mengingatkan pemerintah untuk melakukan verifikasi data penerima bantuan sosial (bansos) secara matang. Langkah ini krusial agar penyaluran bantuan tepat sasaran, terutama di tengah tekanan inflasi

Elara | MataMata.com
Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:30 WIB
DPR Ingatkan Kemensos: Verifikasi Bansos Harus Matang, Jangan Sampai Dana Mengendap di Bank

DPR Ingatkan Kemensos: Verifikasi Bansos Harus Matang, Jangan Sampai Dana Mengendap di Bank

matamata.com - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, mengingatkan pemerintah untuk melakukan verifikasi data penerima bantuan sosial (bansos) secara matang. Langkah ini krusial agar penyaluran bantuan tepat sasaran, terutama di tengah tekanan inflasi yang mengancam daya beli masyarakat.

"Pemberian bansos di tengah inflasi bertujuan menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, verifikasinya harus matang dan tidak berbelit. Jangan sampai penerimanya itu-itu saja, bahkan di sisi lain menjadi dana mengendap di bank," ujar Selly dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (27/3).

Selly menegaskan bahwa proses verifikasi dan validasi data tidak boleh dipisahkan dari alur penyaluran. Menurutnya, pemisahan kedua proses tersebut seringkali memicu salah sasaran dan hambatan dalam pencairan dana.

Ia mendesak agar Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) serta tenaga pendamping diberikan otoritas penuh untuk memverifikasi data sebelum daftar penerima manfaat diserahkan ke Bank Himbara.

"Kemensos tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi harus memastikan bantuan diterima masyarakat secara utuh tanpa penyimpangan," tegasnya.

Selain penguatan internal Kemensos, Selly menyoroti pentingnya peran tenaga pendamping di lapangan dalam fungsi pengawasan. Ia menilai penyaluran bansos harus menyentuh masyarakat yang benar-benar terdampak ekonomi, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif.

Selly juga mewaspadai potensi masalah klasik, seperti data penerima yang berulang atau dana bantuan yang tertahan di rekening akibat kendala birokrasi. Sebagai solusi, ia mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pembaruan data agar lebih transparan dan akuntabel.

"Ruang partisipasi masyarakat harus dibuka lebar agar data bansos lebih akurat. Bansos bukan hanya soal disalurkan, tapi harus dipastikan tepat sasaran, tepat jumlah, dan diterima tanpa hambatan," pungkas Selly.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan rencana penyaluran bansos tambahan sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi saat ini. (Antara)

Baca Juga: Hana Saraswati Merasa Sensitif di Film Horor 'Aku Harus Mati'

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementerian Keuangan beberkan 4 faktor utama pemicu PMI Manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi di level 52,4 pada...

news | 13:01 WIB

Rangkaian MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika resmi dimulai Jumat (9/10). Cek jadwal FP1, persaingan Jorge Martin...

news | 09:30 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) 926 di Kalimantan Barat berperan menjaga perta...

news | 08:58 WIB

Pertamina menggandeng Unram untuk melatih warga Desa Kuta Lombok Tengah dalam pengelolaan sampah dan bahasa Inggris menj...

news | 08:15 WIB

Psikolog klinis Miki Amrilya Wardati mengimbau masyarakat segera berkonsultasi ke profesional jika overthinking mulai me...

news | 07:00 WIB