Konflik Iran-Israel: PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Prabowo Dorong Diplomasi

PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden RI Prabowo Subianto sepakat mendorong jalur diplomasi untuk meredakan konflik Iran-Israel dalam pembicaraan telepon terbaru.

Elara | MataMata.com
Selasa, 24 Maret 2026 | 15:30 WIB
Konflik Iran-Israel: PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Prabowo Dorong Diplomasi

Konflik Iran-Israel: PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Prabowo Dorong Diplomasi

matamata.com - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden RI Prabowo Subianto untuk membahas eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Iran dan Israel.

Dalam keterangan pers di Kuala Lumpur, Selasa (24/3/2026), Anwar mengungkapkan bahwa pembicaraan tersebut dilakukan pada Senin (23/3). Keduanya berbagi pandangan mengenai situasi global yang berkembang serta pentingnya stabilitas di kawasan.

"Dalam panggilan telepon dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto kemarin, kami bertukar pandangan mengenai berbagai isu terkini, termasuk konflik Iran-Israel," ujar Anwar.

Selain membahas isu global, kedua pemimpin sepakat untuk mengadakan pertemuan tatap muka dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut mencakup rencana kunjungan resmi PM Anwar ke Jakarta guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara serumpun.

"Menyentuh isu regional dan internasional, kami menekankan pentingnya pendekatan diplomasi yang berkelanjutan," tambah Anwar.

Kedua pemimpin menyerukan penghentian kekerasan dan mendorong komunitas internasional untuk membuka ruang dialog. Malaysia dan Indonesia berkomitmen mendukung upaya diplomasi demi meredakan ketegangan agar nyawa warga sipil dapat terlindungi.

"Agar ketegangan dapat dikurangi, nyawa warga sipil terlindungi, serta ruang perundingan yang bermakna dapat dibuka menuju penyelesaian yang damai dan berkelanjutan," tegasnya.

Secara terpisah, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa komunikasi tersebut juga bertepatan dengan momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Presiden Prabowo menghubungi sejumlah pemimpin negara sahabat untuk mempererat silaturahmi.

Menurut Teddy, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk terus menjaga kedekatan dan memperkuat kerja sama strategis antarnegara di tengah dinamika geopolitik yang tidak menentu. (Antara)

Baca Juga: Menhaj Jamin Keberangkatan Haji 2026 Sesuai Jadwal di Tengah Tensi Geopolitik

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wamenkeu Suahasil Nazara melantik 17 pejabat baru DJP, DJBC, dan Sekretariat KSSK untuk menuntaskan target APBN 2026 dan...

news | 15:49 WIB

KPK mengimbau pejabat baru dilantik Presiden Prabowo Subianto dan pejabat purnatugas segera melaporkan LHKPN paling lamb...

news | 15:45 WIB

Kementerian ESDM menerapkan metode 'hunting' untuk mengamankan stok BBM nasional akibat dampak konflik Timur Tengah. Pem...

news | 14:15 WIB

KPK memanggil Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai Susila Brata sebagai saksi kasus dugaan korupsi Bea Cukai hasil pe...

news | 13:46 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kekuatan TNI tidak hanya dari senjata dan anggaran, melainkan jiwa rela berkorban p...

news | 13:42 WIB